Comscore Tracker

Semua Restoran di Zona Merah Jabar Dilarang Makan di Tempat!

Aturan tegas ini disampaikan Ridwan Kamil lewat Ingub Jabar

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara tegas tidak memperbolehkan restoran atau tempat makan sejenis yang berada di zona merah COVID-19 untuk membuka layanan makan di tempat (dine in).

Hal ini disampaikan melalui Instruksi Gubernur Jabar Nomor 443/07Hukham tentang Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease-19 (COVID-19) di Restoran, Kafe, Rumah Makan, Warung, dan Usaha Sejenis.

Menurutnya, dalam rangka mengendalikan penyebaran COVID-19 di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi (wilayah Bodebek) khususnya berkaitan dengan aktivitas usaha restoran, kafe, rumah makan, warung, dan usaha sejenis, setiap kepala daerah harus menerapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) untuk menghindari timbulnya klaster baru penyebaran virus dari tempat usaha ini.

"Di daerah dengan zona risiko kesehatan masyarakat yang tinggi untuk tidak melayani pengunjung makan di tempat (dine in)," ujar Emil dikutip dari arahan instruksi tersebut, Sabtu (3/10/2020).

Pelayanan kepada masyarakat hanya diperbolehkan untuk membawa makanannya setelah memesan. 

1. Untuk daerah risiko sedang, bisa menerima 50 persen pengunjung dari kapasitas yang ada

Semua Restoran di Zona Merah Jabar Dilarang Makan di Tempat!IDN Times/Humas Bandung

Sementara untuk tempat makan yang berada di zona risiko sedang, pelayanan untuk makan di tempat dipersilakan. Namun, jumlahnya tidak lebih dari 50 persen kapasitas tempa makan tersebut.

"Untuk layanan makan di tempat pun dibatasi hanya sampai pukul 18.00 WIB," kata dia.

Sedangkan untuk yang pelayanan lebih dari jam tersebut seluruhnya harus dibawa pulang. Instruksi ini disebar ke seluruh daerah khususnya Bodebek. Emil berharap arahan ini bisa ditegakkan oleh kepala daerah dan para pejabat tinggi di kabupaten/kota yang bersangkutan.

Baca Juga: Ridwan Kamil Larang Restoran di Zona Merah Sediakan Makan di Tempat 

2. Aturan lebih longgar diperbolehkan di daerah risiko sedang

Semua Restoran di Zona Merah Jabar Dilarang Makan di Tempat!IDN Times/Debbie Sutrisno

Emil mengatakan, di daerah yang masuk dalam zona kategori risiko sedang rumah makan bisa menyediakan kursi duduk mencapai 70 persen dari kapasitas awal. Sedangkan di daerah yang tidak ada kasus dan tidak terdampak, dapat melaksanakan kegiatan usahanya secara normal, dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan.

Meski demikian, mantan Wali Kota Bandung ini meminta seluruh aparat bisa membantu Pemda dalam pendisiplinan protokol kesehatan COVID-19. Jangan sampai ada pihak yang bisa lolos dari instruksi ini.

"Kemudian Pemda pun harus mengecek ketersediaan obat-obatan yang diperlukan untuk perawatan pasien COVID-19," lanjutnya lagi.

3. Ini daerah yang masuk dalam kategori zona merah COVID-19 di Jabar

Semua Restoran di Zona Merah Jabar Dilarang Makan di Tempat!Penegakkan PSBB di Depok (IDN Times/ Rohman Wibowo)

Peningkatan kasus COVID-19 di Jawa Barat berdampak pada meluaskan kabupaten/kota yang masuk dalam zona merah penyebaran. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja menuturkan, saat ini ada 5 daerah yang masuk zona merah di Jabar.

"Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kota Cirebon, dan Kota Depok," ujar Setiawan beberapa waktu lalu.

Angka ini naik karena sebelumnya hanya ada tiga daerah di Jabar yang masuk dalam zona merah tersebut.

Atas kenaikan daerah dalam zona merah COVID-19, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar ini pun berharap aparat baik kepolisian, TNI, dan Satpol PP bisa semakin tegas dalam menindak pihak pelanggar protokol kesehatan. Sebab, kenaikan angka ini tidak terlepas dari tidak disiplinnya warga atau pelaku usaha menerapkan protokol COVID-19.

"Level kewaspadaan ini harus diperbaiki dan aparat yang bertugas di setiap daerah tersebut harus meningkatkan pendisiplinan pelanggar protokol kesehatan," ujarnya.

Baca Juga: Sabar dulu! Pariwisata Jabar Buka tapi Prioritas untuk Warga Jabar

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya