Comscore Tracker

Gubernur Jabar Tak Setuju Wacana Bekasi Jadi Provinsi Jakarta Tenggara

Emil ngotot Bekasi harus tetap berada di Jawa Barat

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan tak relevan bagi Kota Bekasi masuk dan bergabung ke Jakarta atau membentuk provinsi sendiri. Di media sosial, ramai diperbincangkan Bekasi menjadi provinsi yang disebut Jakarta Tenggara. Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan administrasi yang kerap terjadi, maka pemekaran daerah lebih tepat untuk pemerintahan daerah tingkat II.

"Tidak relevan kalau untuk konteks provinsi," ujar Ridwan saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD dalam rangka memperingati Hari Jadi Jawa Barat yang ke-74, Senin (19/8).

Ketika ditanya apakah Bekasi tetap harus berada di dalam kawasan administrasi Jawa Barat, pria yang akrab disapa Emil itu, hanya mengangguk. Hal itu menandakan Bekasi wajib tetap berada di Jabar. Lalu, bagaimana dengan nasib Bogor yang juga muncul wacana menjadi provinsi Bogor? 

1. Bogor pun tidak seharusnya jadi provinsi

Gubernur Jabar Tak Setuju Wacana Bekasi Jadi Provinsi Jakarta TenggaraSumber Gambar: travelmatekamu.com

Sementara itu, terkait dengan wacana didirikannya Provinsi Bogor/Pakuan Raya, Emil pun memastikan kondisi tersebut tidak tepat. Yang paling pas untuk daerah Bogor adalah dengan pemekaran daerah.

"Karena isu pemekaran itu ada pada pelayanan publik yang terlalu jauh, yang terlalu repot," ujarnya.

Baca Juga: KPPOD: Bekasi Turun Kasta kalau Jadi Bagian DKI Jakarta

2. Wacana pemekaran kawasan Bogor sudah berlangsung sejak lama

Gubernur Jabar Tak Setuju Wacana Bekasi Jadi Provinsi Jakarta TenggaraIDN Times/Debbie Sutrisno

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, obrolan mengenai pemekaran hingga pembangunan provinsi baru untuk kawasan Bogor Raya memang sudah ada sejak lama. Keinginan mendirikan provinsi sendiri dan lepas dari Jawa Barat pun tak hanya sekali disuarakan. 

Mengenai ajakan kepada Kota Bekasi membuat provinsi Bogor, Bima menyebut hal ini salah kaprah. Sebab, selama ini ia tidak pernah mewacanakan untuk mendirikan provinsi baru dan mencaplok Kota Bekasi.

"Itu tidak ada (mengajak Bekasi). Konteksnya adalah perkembangan Bogor yang harus diantisipasi," ujar Bima di tempat yang sama.

Dia mengatakan, perkembangan populasi di Kota Bogor dan sekitarnya cukup cepat. Jika hal ini tidak diantisipasi maka kebutuhan masyarakat dalam administrasi dan lain sebagainya bisa lambat.

"Jadi, opsinya memang memperluas untuk kabupaten yang masuk ke kota. Kemudian memperkecil rentang administrasinya sehingga berpisah dari Jabar," papar dia. 

3. Pemkot Bogor akan menambah intensitas komunikasi

Gubernur Jabar Tak Setuju Wacana Bekasi Jadi Provinsi Jakarta TenggaraIDN Times/Debbie Sutrisno

Selain dua opsi tersebut, kemungkinan terakhir yang bisa dilakukan adalah menjalin komunikasi antara kabupaten-kota. Contoh yang bisa diambil di Jabar adalah kerja sama antara Cirebon, Kuningan, dan Brebes, dengan membentuk Kunci Bersama. Melalui kerja sama ini diharap upaya menyejahterakan masyarakat dari berbagai aspek bisa dilakukan.

Seluruh opsi ini tengah dikaji oleh pemerintah Kabupaten/kota dibantu pihak perguruan tinggi khususnya dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Jika kajian internal ini sudah diselesaikan maka langkah selanjutnya berkomunikasi dengan pemerintah provinsi serta DPR/DPRD.

"Kajiannya akhir tahun ini," kata Bima.

Baca Juga: Menhub Resmikan Stasiun Kereta Api Telaga di Kabupaten Bekasi

Topic:

  • Santi Dewi

Just For You