Comscore Tracker

Hadapi Sidang Dakwaan, Petinggi Sunda Empire Terancam Bui 10 Tahun

Persidangan di PN Bandung dikawal 'jenderal bintang 4'

Bandung, IDN Times - Tiga petinggi Kekaisaran Sunda Empire menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Bandung pada Kamis (18/6). Tiga terdakwa yaitu Nasri Bank, Rangga Sasana dan Rd Ratnaningrum didakwa oleh jaksa menggunakan UU nomor 1 tahun 1946 pasal 14 atau 15 dengan ancaman bui maksimal 10 tahun. 

Persidangan yang digelar pada Kamis kemarin digelar secara daring. Tiga terdakwa tidak ikut hadir di ruang persidangan untuk mencegah adanya kerumunan di saat pandemik COVID-19. Sesaat sebelum persidangan dimulai, tampak dua orang berada di sekitar ruang sidang. Salah satu dari mereka bahkan berpakaian ala militer.

Ia mengenakan baret yang di bagian kanannya tersemat bintang empat. Simbol bintang empat juga ada di bagian pundaknya. Pria itu pun menggunakan tanda 'S.L.W' di bagian dada bajunya, mirip seperti pakaian Raden Rangga.

Pria ini bernama Daden Deniswara. Ia mengaku sebagai jenderal pengawal pimpinan Sunda Empire. "Saya sekretaris jenderal atau pengawal panglima Raden Ratna Ningrum," ucap Daden.

Ia mengungkapkan sengaja datang ke pengadilan untuk mengawal jalannya sidang tiga petinggi Sunda Empire. Hal itu sebagai bakti anak buah terhadap petinggi Sunda Empire.

"Saya sebagai jenderal bintang empat datang ke sini untuk mengawal sidang bapak dan ibu (Nasri Banks dan Raden Ratna Ningrum)," katanya lagi. 

Lalu, apa harapan tiga terdakwa melalui persidangan yang mulai digelar kemarin? Ketiga terdakwa akhirnya menjalani sidang usai dibui selama enam bulan. 

1. Tiga terdakwa berharap bisa memperoleh keadilan terbaik selama proses persidangan

Hadapi Sidang Dakwaan, Petinggi Sunda Empire Terancam Bui 10 Tahun(Persidangan petinggi Sunda Empire yang beragenda pembacaan dakwaan) IDN Times/Debbie Sutrisno

Deden berharap kondisi ketiga terdakwa dalam keadaan baik. Ia berharap Nasri Bank, Rangga Sasana dan Rd Ratnaningrum bisa memperoleh perlakuan yang baik sehingga kesehatannya tetap terjaga. 

"Semoga mereka juga mendapat keadilan dalam persidangan dan proses hukum ini, " kata dia.

Baca Juga: Sekjen Sunda Empire: Kekaisaraan Sunda Lebih Tinggi dari PBB

2. Meski tiga petinggi ditangkap, Kekaisaran Sunda Empire tetap masih ada

Hadapi Sidang Dakwaan, Petinggi Sunda Empire Terancam Bui 10 TahunInstagram.com/sundaempirekongdom

Daden mengatakan, meski saat ini kondisi COVID-19 membuat pertemuan sulit dilakukan, tapi silaturahmi antaranggota masih dilakukan. Semua percakapan dan pertemuan dijalankan secara daring.

Untuk perekrutan anggota, Daden belum bisa memastikannya. Namun, keterikatan untuk menjadi anggota bisa dilakukan karena Sunda Empire bentuknya adalah keluarga sehingga bisa langsung ikut bergabung.

"Kita kan jenisnya keluarga makanya tetap bisa terikat, kan ini membawa nama Sunda," ujarnya.

Ia menyebut, hingga saat ini keanggotaan di Indonesia sebanyak 210 orang. Sedangkan untuk seluruh negara, Daden mengklaim angkanya mencapai seperempat penduduk dunia.

3. Tiga petinggi Sunda Empire didakwa telah menyebar berita bohong dan terancam 10 tahun hukuman bui

Hadapi Sidang Dakwaan, Petinggi Sunda Empire Terancam Bui 10 TahunSekjen Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana saat diperiksa Polda Jabar, Selasa (28/1). (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebelumnya, Kekaisaran Sunda Empire-Earth Empire runtuh di tangan Polda Jabar. Tiga pucuk pimpinan Sunda Empire yang mengklaim sebagai kerajaan terbesar di dunia ditetapkan jadi tersangka pada (28/1) lalu.

Ketiganya petinggi yakni Nasri Bank alias NB, Ki ageng Rangga Sasana alias KARS dan Raden Ratna Ningrum (RRN) dijerat dengan pasal 14 dan atau 15 UU RI nomor 1 tahun 1946. Tidak tanggung-tanggung ancaman bui yang akan mereka hadapi maksimal mencapai 10 tahun. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Komisaris Besar (Pol) Saptono Erlangga mengatakan, Sunda Empire diduga telah melakukan tindak pidana membuat onar dan berita bohong kepada publik.

"Ketiganya diketahui telah melakukan perbuatan pembohongan kepada publik dan membuat onar," ujar Erlangga.

Baca Juga: Meskipun Panglima Sunda Empire Ditahan, Pergerakan Ini Masih Eksis

Topic:

  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya