Comscore Tracker

Hasil Rapid Test Jabar: Sukabumi Paling Banyak Positif Virus Corona

Ridwan Kamil akan teliti lonjakan kasus COVID-19 di Sukabumi

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menemukan fakta mengejutkan dari hasil rapid test atau tes cepat virus corona (COVID-19) yang dilakukan beberapa waktu lalu. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan di Kota Sukabumi banyak ditemukan warga yang positif terinfeksi virus corona.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Wali Kota Sukabumi untuk segera melakukan tindakan cepat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di wilayahnya. 

"Di Sukabumi ternyata hasil tes positif paling besar. Bukan Depok atau Bekasi, tapi Sukabumi," kata Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Bandung, Senin (30/3).

Dia mengatakan, Pemrov Jabar telah melakukan rapid test terhadap 22 ribu warga di 27 kabupaten/kota yang diindikasikan terpapar virus corona. Berdasarkan hasil tes cepat masif virus corona ini ditemukan 300 orang positif virus corona.

1. Ridwan Kamil minta Pemkot Sukabumi lakukan karantina parsial

Hasil Rapid Test Jabar: Sukabumi Paling Banyak Positif Virus CoronaIlustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Emil, sapaan akrabnya, sudah meminta kepada Pemkot Sukabumi untuk melakukan pengecekan di daerah rumah tempat tinggal warga yang terindikasi positif virus corona hasil dari rapid test. Selain itu, jika memungkinkan adanya karantina wilayah parsial (KWP). Karantina ini rencananya dilakukan di kecamatan yang memang angka orang positif corona terbanyak.

"Kami sudah minta untuk segera melakukan tindakan," ujar Emil.

Meski demikian Emil tak menyebut jumlah rinci berapa warga yang terpapar corona di Sukabumi setelah mengikuti rapid test. Pemprov Jabar saat ini akan melakukan tes kembali kepada 300 orang tersebut untuk lebih memastikan.

Baca Juga: Rapid Test Ungkap 16 Daerah di Jabar Teridentifikasi Positif COVID-19

2. Ridwan Kamil akan teliti lonjakan kasus COVID-19 di Sukabumi

Hasil Rapid Test Jabar: Sukabumi Paling Banyak Positif Virus CoronaDok.Humas Jabar

Menurut Emil, ketika ada warga yang hasil rapid test-nya positif, maka Pemprov Jabar bakal melakukan tes kedua kepada mereka dengan menggunakan pengambilan swab. Cara ini untuk memastikan yang bersangkutan memang terpapar COVID-19 atau tidak. Sebab, bisa jadi hasil tes cepat ini kurang akurat.

Termasuk mereka yang ada di Sukabumi dan angkanya tinggi juga bakal menjalani tes swab. Dengan demikian diharapkan bisa lebih diketahui detail demografi wilayah dan lain sebagainya.

"Kita juga akan teliti ini kenapa di Sukabumi angkanya tinggi. Kenapa ada lonjakan di sana. Jika sudah ada data konkret akan saya sampaikan," paparnya.

3. Rapid test sangat penting untuk melakukan pemetaan penyebaraan virus corona

Hasil Rapid Test Jabar: Sukabumi Paling Banyak Positif Virus CoronaKota Depok melakukan tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 dengan sistem "drive thru" di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Emil mengatakan, rapid test menjadi hal yang harus dilakukan setiap pemerintah daerah. Seperti yang dijalankan di Jabar, pemerintah provinsi jadi tahu di mana saja kemungkinan adanya penyebaran virus corona secara masif.

Dia menyebut, dalam waktu dekat rapid test akan terus dilakukan hingga angkanya minimal mencapai 100 ribu orang berpartisipasi. Dengan cara ini Pemprov Jabar bisa melakukan pemetaan dan jika mungkin menjalankan karantina suatu wilayah tertentu seperti yang sudah ada di beberapa daerah.

"Karantina parsial ini bentuknya buka kota tapi lebih kecil bisa RT, RW, Kelurahan, dan maksimal sampai Kecamatan. Itu pun harus ada izin dari pemerintah provinsi dan pusat," ungkap Emil.

Baca Juga: Hasil Rapid Test di Bogor, 3 Orang Dinyatakan Positif Virus Corona

Topic:

  • Dwifantya Aquina
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya