Comscore Tracker

Eks Bupati Indramayu Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Denda Rp250 Juta

Supendi juga wajib setor Rp1,08 miliar ke kas daerah

Bandung, IDN Times - Mantan Bupati Indramayu, Supendi, divonis 4,5 tahun penjara setelah majelis hakim memutuskan terdakwa terbukti bersalah atas kasus korupsi pengadaan sejumlah proyek di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Selain putusan pidana, Supendi yang menjabat sebagai Bupati Indramayu sejak 2016 juga diharuskan membayar denda Rp250 juta.

"Jika tidak maka harus diganti dengan kurungan selama empat bulan," ujar Ketua Majelis Hakim dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (7/7/2020).

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa sebelumnya, bupati nonaktif Indramayu tersebut dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan oleh jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

1. Supendi juga wajib membayar Rp1,08 miliar karena telah merugikan kas keuangan daerah

Eks Bupati Indramayu Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Denda Rp250 Juta(IDN Times/Mela Hapsari)

Tak hanya itu, Supendi juga diwajibkan untuk memberikan uang sebesar Rp1,08 miliar yang kemudian akan dimasukkan ke kas Pemkab Indramayu. Sebab, uang yang dia terima disinyalir merugikan kas keuangan daerah.

Jika dalam satu bulan ini tidak bisa membayar uang tersebut maka semua aset yang dimiliki akan disita untuk kemudian dilelang dan dijadikan uang pengganti.

"Jika tidak ada harta benda maka terdakwa akan mendapat tambahan hukuman 1 tahun penjara," paparnya.

Baca Juga: KPK: OTT Bupati Kutai Timur Hasil Sadapan Pertama Usai UU Direvisi

2. Hak politik Supendi dicabut dalam dua tahun

Eks Bupati Indramayu Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Denda Rp250 Juta(Bupati Indramayu Supendi kenakan rompi oranye) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Di sisi lain, Majelis Hakim pun menetapkan Supendi tidak memiliki hak politik untuk dipilih dalam dua tahun. Artinya dalam perpolitikan ke depan dia kemungkinan tidak bisa mengikuti pemilihan kepala daerah.

Sebelumnya, jaksa meyakini Supendi terbukti bersalah menerima uang suap lebih dari Rp3,9 miliar dari sejumlah pengusaha. Penerimaan ini dilakukan untuk mengatur proyek pembangunan di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Indramayu.

Supendi diyakini menerima suap dari sejumlah pengusaha termasuk Carsa ES yang juga jadi terdakwa dalam kasus ini. Uang tersebut diterima Supendi dengan imbalan memberikan paket pekerjaan kepada para pengusaha tersebut.

Jaksa meyakini perbuatan Supendi melanggar Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jis Pasal 55 ayat (1) Ke-1, Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

3. Jaksa penutut umum kecewa dengan vonis hakim yang lebih rendah dari tuntutan

Eks Bupati Indramayu Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Denda Rp250 JutaIDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, Jaksa KPK Kiki Ahmad Yani menuturkan, secara umum putusan yang disampaikan Hakim untuk ketiga terdakwa memang sudah mempertimbangkan semua fakta yang ada. Namun, yang sedikit berbeda adalah dalam lamanya hukuman pidana.

"Ini memang untuk hukuman subsider dan pidana bagi Supendi yang dikurangi dari tuntutan kita 6 tahun itu," ujarnya.

Terkait dengan pengembangan berikutnya dari kasus ini, semua akan diserahkan kepada tim penyidik. Bisa jadi ada perkembangan baru atau tida dalam kasus Supendi.

4. Dua terdakwa lainnya juga dipenjara empat tahun

Eks Bupati Indramayu Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Denda Rp250 Juta(Ilustrasi korupsi) IDN Times/Sukma Shakti

Sedangkan, untuk Kepala Dinas PUPR Pemkab Indramayu Omarsyah dan Kabid Jalan Dinas PUPR Indramayu Wempi Triyoso dinyatakan bersalah melakukan korupsi karena menerima uang suap. 

Pada persidangan sebelumnya, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut keduanya dengan pidana penjara 6 tahun untuk Omarsyah dan 5 tahun untuk Wempi Triyoso. Putusan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa. 

"Menjatuhkan pidana penjara untuk terdakwa Omarsyah selama 4 tahun 6 bulan, denda Rp 250 juta. Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun 3 bulan untuk terdakwa Wempi Triyoso," ujarnya. 

Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman agar Omarsyah membayar ganti rugi Rp 9,7 miliar dan Wempi Triyoso Rp1,4 miliar. Nilai ganti rugi itu merupakan total uang suap yang diterima keduanya. Selama persidangan, keduanya meminta keringanan hukuman dan permohonan agar‎ dijadikan justice collaborator

"Namun, sesuai fakta persidangan, majelis hakim tidak bisa mengabulkan permohonan justice collaborator," ujar hakim anggota, Lindawati.

5. Uang suap dalam kasus ini berasal dari lelang proyek

Eks Bupati Indramayu Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Denda Rp250 JutaIlustrasi infrastruktur (IDN Times/Arief Rahmat)

Adapun uang suap itu diterima dari para pengusaha yang mengerjakan sejumlah proyek fisik yang didanai APBD Indramayu dan dana Banprov Jabar. Keduanya menerima uang suap itu supaya jika ada lelang proyek fisik, diserahkan pada pengusaha. Salah satunya Carsa, yang sudah divonis bersalah selama 2 tahun. 

"Sekalipun proyek tersebut dilelang, namun terdakwa sudah memploting proyek tersebut untuk rekanan proyek yang sudah membayar sejumlah uang," ujar Lindawati.

Dalam pembelaannya, Omarsyah dan Wempi berdalih bahwa penerima‎an uang itu salah satunya untuk membayar oknum penegak hukum, oknum pengurus LSM dan oknum wartawan di Indramayu terkait masalah hukum yang dialami terdakwa. 

"Majelis hakim tidak sependapat dengan alasan terdakwa karena tidak ada dasar hukum dan kewenangan kedua terdakwa menerima uang tersebut. Sehingga, alasan terdakwa menerima suap Rp 9,7 miliar dan Rp 1,4 miliar untuk APH, LSM dan wartawan bukan alasan untuk menghindar dari pertanggungjawaban pidana," ujar Lindawati. 

Hakim juga membacakan unsur memberatkan. Yakni, kedua terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Unsur meringankan, kedua terdakwa mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya.

Baca Juga: Bupati dan Ketua DPRD Kutim Terjerat Suap, KPK: Contoh Nyata Nepotisme

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya