Comscore Tracker

Dapat Remisi, Masa Penahanan Koruptor Nazaruddin Terpotong Enam Bulan

Nazaruddin sudah mendapat remisi total 42 bulan 

Bandung, IDN Times - Lagi-lagi terpidana kasus korupsi proyek Wisma Atlet di Hambalang, Muhammad Nazaruddin mendapatkan pemotongan masa tahanan alias remisi. Remisi ini diberikan dalam rangka peringatan HUT ke-74 RI. Menurut Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jabar, Abdul Aris, mantan Bendahara di Partai Demokrat itu mendapat remisi enam bulan pada peringatan 17 Agustus kemarin.

Dalam catatan IDN Times, ini menjadi remisi kali kedua yang diperoleh Nazaruddin di tahun 2019. Pada perayaan Idul Fitri Juni lalu, Nazaruddin juga diberi pemotongan masa tahanan selama dua bulan. 

"Di Lapas Sukamiskin ada 133 orang. Paling besar (dapat remisi) itu Nazaruddin," ujar Abdul usai mengikuti peringatan kemerdekaan di Lapas Sukamiskin, Sabtu lalu (17/8).

Lalu, berapa banyak total remisi yang sudah ia terima selama ini? Berapa lama lagi Nazaruddin harus menjalani masa penahanannya? Diduga Kepala Lapas Sukamiskin tidak menjatuhkan sanksi kendati pada tahun 2018 ia kepergok menempati sel palsu ketika digelar sidak oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM.  

1. Total Nazaruddin sudah mendapat pemotongan masa penahanan 42 bulan

Dapat Remisi, Masa Penahanan Koruptor Nazaruddin Terpotong Enam Bulan(Muhammad Nazaruddin ketika disidak di Lapas Sukamiskin) www.youtube.com/najwa shihab

Dalam catatan IDN Times, ini sudah kali kedelapan Nazaruddin menerima remisi atau pemotongan masa tahanan. Angka itu dihitung pada periode penahanan Nazaruddin yakni 2013-2019. 

Menurut kalapas sebelumnya, Dedi Handoko pada periode 2013-2017, total hukuman Nazaruddin telah dipotong 28 bulan. Itu belum termasuk remisi 17 Agustus pada 2018 lalu sebanyak 6 bulan. 

Lalu, pada Idul Fitri 2019, Kemenkum HAM kembali menghadiahkan remisi dua bulan. Remisi itu kembali bertambah pada (17/8) lalu yakni sebanyak enam bulan. Apabila ditotal remisi bagi Nazaruddin mencapai 42 bulan atau setara 3,5 tahun. Padahal, kini ia tengah menjalani total masa penahanan 13 tahun untuk dua kasus yang berbeda. 

Baca Juga: Lagi-lagi Koruptor Muhammad Nazaruddin Dapat Potongan Hukuman

2. Kemenkum HAM bersikeras remisi yang diberikan kepada narapidana sudah sesuai aturan

Dapat Remisi, Masa Penahanan Koruptor Nazaruddin Terpotong Enam BulanIDN Times/Galih Persiana

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jabar, Abdul Aris menuturkan, dari seluruh narapidana yang ada di sekitar Jawa Barat tidak seluruhnya mendapat remisi. Syarat mendapat remisi untuk bagi napi kasus pidana umum, minimal ia sudah menjalani enam bulan masa penahanan. Selain itu narapidana juga harus berkelakuan baik. Sedangkan, untuk napi kasus korupsi sudah membayar denda.

"Untuk Jero Wacik ini belum (mendapat remisi)," kata Abdul. 

Ia menjelaskan, bisa saja napi yang sudah mendekam lebih dari enam bulan di dalam penjara tidak diberi remisi, lantaran selama berada di dalam lapas tidak berkelakuan baik.  

Sementara, ada 14.600 napi di area Provinsi Jawa Barat yang mendapatkan remisi. 

3. Sebanyak 499 napi telah bebas pada 17 Agustus 2019

Dapat Remisi, Masa Penahanan Koruptor Nazaruddin Terpotong Enam BulanDok.IDN Times/Istimewa

Dengan pemberian remisi dalam rangka kemerdekaan Republik Indonesia, setidaknya ada 499 napi yang mendapat remisi kemudian langsung dibebaskan karena masa tahanan terpotong setelah pemberian remisi. Berdasarkan data yang diajukan untuk remisi I mencapai 13.561 narapidana, sedangkan yang mendapat remisi II 499 orang. 

4. Lapas Sukamiskin fokus pada pembinaan kepribadian dan kemandirian

Dapat Remisi, Masa Penahanan Koruptor Nazaruddin Terpotong Enam BulanIDN Times/Yogi Pasha

Sementara Kalapas Sukamiskin Tejo Harwanto mengatakan, terdapat dua program yang diterapkan di Lapas Sukamiskin yakni pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Dalam pembinaan kepribadian, salah satu di antaranya adalah pembinaan keagamaan. Hal ini yang terlihat dari salah satu narapidana, yakni Setya Novanto atau Setnov, yang menyebut tengah menjalani pembinaan kepribadian.

"Nah, salah satunya pembinaan kepribadian adalah pembinaan keagamaa. Nah sekarang saudara Setnov itu fokus pada pembinaan kepribadian karena titik tolak perilaku manusia itu kan di moral. Sedangkan, titik tolak moral kan di pendidikan keagamaan," kata Tejo.

Sejak kembali ke Sukamiskin, Tejo menambahkan, Setnov telah menjalani kehidupannya seperti semula dan berinteraksi dengan sesama narapidana. Namun, ia mengakui intensitas beribadahnya lebih baik dibanding sebelumnya.

"Sejak kembali ke Lapas Sukamiskin yang bersangkutan sudah kembali ke kehidupan biasa berinteraksi dengan yang lain tapi intensitas melakukan ibadahnya lebih banyak lah dibanding sebelumnya," ujarnya.

Sementara terkait izin berobat, Tejo menembahkan, Setnov belum meminta izin kembali untuk menjalani pengobatan. Dengan demikian, dia memastikan Setnov dalam keadaan sehat.

5. Kakanwil akan turunkan tim assesment untuk menilai perubahan perilaku para narapidana

Dapat Remisi, Masa Penahanan Koruptor Nazaruddin Terpotong Enam BulanTwitter Setya Novanto

Terkait dengan kondisi Setnov saat ini, Kakanwil Kemenkumham Jabar, Liberti Sitinjak, mengatakan, fenomena hijrahnya Setnov merupakan tujuan dari revitalisasi sistem pemasyarakatan yakni perubahan perilaku.

"Nah, apakah benar perubahan perilaku itu sudah terlaksana nanti tim assesment yang akan menilai bukan Kakanwil maupun Kalapas. Nanti, ada tim asesornya karena itu gabungan jadi tidak serta merta," kata Liberti.

Di balik itu semua, Liberti bersyukur bila Setnov telah hijrah dari perilakunya yang lama. Dia pun memastikan, terdapat peran masyarakat yang berpengaruh terhadap perubahan tersebut.

"Ya saya bersyukur (apabila sudah ada perubahan perilaku dari Setnov). Saya selaku pimpinan di Jabar dan Pak Kalapas di sini kalau dinyatakan dia berubah ya alhamdulillah. Memang harapan kita dengan revitalisasi sistem pemasyarakataan itu menjadi tujuan dari revitalisasi tersebut," tutur dia.

Baca Juga: Indonesia Poenja Tjerita! Ini 3 Pahlawan Misterius Sejarah Kemerdekaan

Topic:

  • Santi Dewi

Just For You