Comscore Tracker

Belum Zona Hijau, Disdik Jateng Izinkan Masuk Sekolah di 8 Daerah

8 daerah ini masuk zona risiko sedang dan risiko rendah

Semarang, IDN Times - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengizinkan pembelajaran tatap muka di 8 kabupaten/kota di Jateng untuk Tahun Ajaran baru 2020-2021. Rencananya, hal ini akan mulai diterapkan pada Senin (13/7/2020).

Kedelapan wilayah tersebut diklaim mempunyai risiko rendah penularan virus corona (COVID-19) di Jawa Tengah.

1. Penetapan wilayah pembelajaran dari hasil evaluasi Gugus Tugas COVID-19

Belum Zona Hijau, Disdik Jateng Izinkan Masuk Sekolah di 8 DaerahANTARA FOTO/Septianda Perdana

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Jateng, Syamsudin Isnaeni. Klasifikasi atau penetapan kedelapan daerah tersebut berdasarkan evaluasi yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19.

Dari evaluasi tersebut dijelaskan bahwa ada tiga kategori wilayah persebaran virus corona di Jawa Tengah yakni zona merah atau dengan risiko tinggi terdiri dari 6 wilayah (Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Demak, Kudus, Jepara dan Temanggung).

Sementara zona oranye  (risiko sedang) terdiri dari 21 wilayah (Rembang, Cilacap, Sragen, Grobogan, Kabupaten Pekalongan, Kota Magelang, Kabupaten Semarang, Sukoharjo, Salatiga, Banyumas, Kota Pekalongan, Wonogiri, Batang, Purbalingga, Boyolali, Pemalang, Karanganyar, Pati, Kebumen, Kabupaten Tegal, dan Wonosobo).

Lalu terakhir ada zona dengan risiko rendah penularan terdiri dari 8 wilayah, meliputi Kabupaten Blora, Kabupaten Kendal, Kota Surakarta, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Klaten, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Brebes, dan Kota Tegal.

Baca Juga: Ada 6 Kasus Positif Corona Baru dari 3 Pasar Tradisional di Jateng

2. Ada 8 daerah di Jateng diklaim sebagai zona hijau

Belum Zona Hijau, Disdik Jateng Izinkan Masuk Sekolah di 8 Daerahjatengprov.go.id

Menariknya, ada 8 daerah di wilayah Jawa Tengah yang diklaim sudah masuk zona hijau sehingga pembelajaran dengan proses tatap muka mulai diperbolehkan lagi.

“Dinas sudah mengeluarkan petunjuk teknis tentang kegiatan belajar mengajar (KBM). Sudah ada panduannya, bagi wilayah di zona hijau boleh melakukan tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Daerah dengan zona kuning atau oranye dibatasi pesertanya (dipadu) dengan pembelajaran jarak jauh. (Zona merah) daring full (pembelajaran jarak jauh),” ujar Syamsudin dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng, Jumat (10/7/2020).

3. Pembukaan sekolah dikoordinasikan dengan Bupati/Wali Kota setempat

Belum Zona Hijau, Disdik Jateng Izinkan Masuk Sekolah di 8 DaerahANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Syamsudin melanjutkan, pembukaan tersebut tidak bersifat menyeluruh.

Pada hari pertama masuk sekolah, yang masuk adalah mereka siswa baru. Hal tersebut digunakan sebagai ajang pengenalan lingkungan sekolah. Itu juga dilakukan dengan kurun waktu terbatas dan wajib menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Sementara itu, bagi siswa kelas dua dan tiga dianjurkan untuk tetap melakukan pembelajaran daring atau online.

Meski demikian, pembukaan operasional sekolah harus dikoordinasikan dengan Ketua GTPP setempat, yakni Bupati atau Wali Kota sebagai rujukan utama.

“Secara makro, kita kebijakannya pelajaran jarak jauh (daring). Namun ada kebijakan yang zona hijau dimungkinkan boleh tatap muka. Itupun tak boleh masuk semua, tapi bertahap. Yang utama untuk siswa baru mengikuti Masa  Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Misalnya diizinkan, akan tetapi baru dua hari (masuk sekolah) ada terpapar COVID-19, ya harus berhenti,” imbuhnya.

4. Sejatinya, belum ada daerah di Jawa Tengah yang masuk zona hijau COVID-19

Belum Zona Hijau, Disdik Jateng Izinkan Masuk Sekolah di 8 DaerahDok. BNPB

Dari 8 wilayah yang diizinkan secara bertahap melakukan pertemuan tatap muka, 4 di antaranya saat ini malah masuk ke dalam zona dengan risiko sedang. Seperti Kabupaten Blora, Kabupaten Kendal, Kota Surakarta, dan Kota Tegal sebagaimana dilansir dalam laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 per 5 Juli 2020.

SIsanya, yaitu Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Klaten, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Purworejo masuk dalam zona risiko rendah. Hingga saat ini, di Jawa Tengah belum terdapat daerah yang masuk dalam zona hijau, baik yang tak terdampak atau tak ditemukan kasus positif. Atau dengan kata lain, terdapat kasus positif di 35 kabupaten/kota Jateng.

“Kita dapat melihat pergerakan yang begitu cepat. Kasus positif berubah menjadi sembuh, kemudian orang yang sebelumnya ODP (atau) PDP kemudian terkonfirmasi menjadi positif. Sebuah daerah dengan cepat juga terjadi perubahan, dari zona risiko tinggi turun menjadi sedang, atau dari rendah naik menjadi sedang, dan lain sebagainya,” ucap Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional, Dewi Nur Aisyah menukil laman resmi covid19.go.id.

Baca Juga: 2 Hari Kenaikan Kasus Positif di Jateng Tinggi, Urutan Tiga Indonesia

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya