Comscore Tracker

Punya 17 Masker, Pegawai Sigaret di Kudus dapat Rp500 Ribu dari Ganjar

Menggunakan masker tidak lebih dari empat jam

Kudus, IDN Times - Demi melindungi diri dari serangan virus corona atau COVID-19, seorang karyawan yang bekerja di PT Nojorono Kudus, Jawa Tengah, membawa 3 hingga 5 masker setiap harinya ke tempat kerja.

Karyawan bernama Endang Murwati (46) itu mengaku, menggunakan masker tidak lebih dari empat jam, sehingga harus mengganti maskernya selama bekerja, sesuai protokol kesehatan.

1. Membawa 3-5 masker setiap harinya untuk digunakan saat bekerja

Punya 17 Masker, Pegawai Sigaret di Kudus dapat Rp500 Ribu dari GanjarDok. Humas Pemprov Jateng

Tak heran jika Endang pun memiliki 17 masker. Delapan dari masker itu adalah pemberian dari tempat kerjanya, sisanya ia beli sendiri dan diberi orang.

Mengetahui hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun memberikan hadiah khusus kepada Endang.

Baca Juga: Ganjar: Ada Klaster ASN Pemprov Jateng, Polres Rembang dan PLTU Jepara

2. Jika tak mengenakan masker akan dipulangkan

Punya 17 Masker, Pegawai Sigaret di Kudus dapat Rp500 Ribu dari GanjarIlustrasi pekerja linting di pabrik sigaret. ANTARA FOTO/Siswowidodo

Di PT Nojorono Kudus telah dilakukan penyesuaian kerja, mengacu pada protokol kesehatan COVID-19. Penataan sudah dilakukan tiga bulan terakhir ini.

Seperti antartempat duduk pekerja di beri jarak serta dipasang pembatas dengan plastik. Para karyawan diwajibkan mengenakan masker sebelum masuk ke ruang kerja. Serta semua pekerja dicek suhu tubuhnya dan cuci tangan.

"Kalau tidak pakai masker disuruh pulang. Saya punya kalau gak 17 masker," kata Endang.

3. Ganjar apresiasi penerapan protokol kesehatan yang dilakukan PT Nojorono

Punya 17 Masker, Pegawai Sigaret di Kudus dapat Rp500 Ribu dari GanjarIlustrasi pekerja linting di pabrik sigaret. ANTARA FOTO/Siswowidodo

Gubernur Ganjar yang mengunjungi pabrik tersebut pada Rabu 1 Juni 2020, untuk mengecek penerapan new normal atau normal baru, terkejut atas banyaknya masker yang dimiliki Endang. Melihat kebiasaan tersebut, Ganjar langsung memberikan hadiah berupa uang tunai Rp500 ribu.

"Tugase jenengan (red: tugasnya Anda) sosialisasi ke teman-teman, kalau nyedak keplak (red: mendekat dipukul). Masker itu dijadikan bagian dari baju yang harus kita kenakan," ungkap Ganjar dalam keterangan resmi kepada IDN Times.

Pemahaman karyawan terhadap penerapan normal baru di tempat kerja, jelas Ganjar, salah satunya menjadi tanggung jawab perusahaan. Oleh karena itu, ia mendorong agar sosialisasi dan pengawasan di internal terus dilakukan. Dengan begitu, meski di tengah pandemik virus corona, aktivitas ekonomi khususnya dunia industri masih bisa berjalan.

"Saat ini memang harus ada yang nge-gas dan nge-rem. Saya di pemerintahan, bupati dan para pengusaha ini yang nge-gas agar ekonomi tidak mandek. Tapi harus ada yang nge-rem yaitu dari sisi kesehatan. Maka harus ada saling pengertian," papar Ganjar.

Ganjar mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT Norojono yang memberlakukan kerja hanya satu sif, pemasangan pembatas antar pekerja sampai sosialisasi yang rutin dilakukan. Menurutnya apa yang telah diterapkan PT Norojono bisa menjadi model baru di tempat kerja lain maupun yang serupa

"Nah para pekerja bisa jadi juru kampanye untuk pemberlakuan (protokol kesehatan COVID-19) itu, seperti Bu Endang tadi," beber Ganjar.

4. Kesehatan menjadi hal utama bagi pekerja saat pandemik virus corona

Punya 17 Masker, Pegawai Sigaret di Kudus dapat Rp500 Ribu dari GanjarIlustrasi pekerja linting di pabrik sigaret. IDN Times/Aji

Petinggi PT Nojorono menyambut kunjungan yang dilakukan Ganjar, meninjau kesiapan pabrik sigaret tersebut dalam penerapan kebijakan normal baru. President Director PT Nojorono Tobacco International, Stefanus JJ Batihalim menyatakan, penerapan protokol COVID-19 di masa pandemik virus corona bertujuan untuk mempertahankan proses kerja agar tetap berjalan.

Tentunya dengan mengedepankan jaminan kesehatan untuk para pekerja, termasuk pekerja linting menjadi hal yang utama, sehingga kesehatan terjamin dan roda ekonomi tetap berjalan.

“Desain protokol kesehatan telah diterapkan sejak awal masa pandemik. Kami sangat mengedepankan kenyaman dan kesehatan pekerja, setiap pekerja di pabrik pada saat datang langsung menjalani proses disinfeksi, pengecekan suhu badan, cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker sampai dengan pemberian asupan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: Jokowi Sindir Ganjar Usai Curhat Wali Kota Solo Soal Insentif Nakes

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya