Comscore Tracker

Gunadarma: IPK Terduga Teroris ZA Cukup Baik Sebelum Drop Out

ZA hanya kuliah di Gunadarma sampai semester tiga sejak 2013

Depok, IDN Times - Terduga teroris ZA (25) yang melakukan penyerangan ke Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021), disebut pernah menempuh pendidikan di Universitas Gunadarma, Kelapa Dua, Kota Depok. Menurut informasi yang diterima, ZA merupakan mahasiswi yang telah Drop Out (DO) dikarenakan tidak meneruskan kuliahnya tanpa memberikan alasan kepada pihak kampus.

Menanggapi kabar tersebut, Universitas Gunadarma telah melakukan klarifikasi terkait status ZA di perguruan tinggi tersebut. 

1. ZA merupakan mahasiswi Fakultas Ekonomi Akuntansi angkatan 2013

Gunadarma: IPK Terduga Teroris ZA Cukup Baik Sebelum Drop OutSeorang terduga teroris yang menyerang di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) (dok. Mabes Polri)

Wakil Dekan Tiga Universitas Gunadarma, Budi Prijanto mengatakan, pihak kampus telah melakukan penelusuran terkait status ZA yang melakukan penyerangan ke Mabes Polri. Hasil dari penelusuran, ZA merupakan mahasiswi Fakultas Ekonomi Akuntansi yang mendaftarkan diri pada 2013.

"ZA hanya aktif mengikuti mata kuliah selama tiga semester dengan jurusan akuntansi jenjang S1," ujar Budi, Kamis (1/4/2021).

Budi menjelaskan, senjak semester empat ZA sudah tidak aktif mengikuti mata kuliah. Pihak kampus sudah memberikan surat kepada ZA terkait alasannya tidak mengikuti kuliah, namun ZA tidak memberikan alasan yang jelas ke pihak kampus. Sesuai peraturan dari Dikti apabila ZA sudah tujuh tahun tidak menyelesaikan kuliah, maka masa studinya telah habis.

"Maka dari itu kita melakukan DO, sehingga ZA telah di DO dari kampus," ucap Budi.  

Baca Juga: Kronologi Lengkap Teror Mabes Polri, ZA Sempat Diantar Hingga Masjid

2. ZA memiliki nilai akademik cukup bagus, IPK capai 3,2

Gunadarma: IPK Terduga Teroris ZA Cukup Baik Sebelum Drop OutSeorang terduga teroris ditembak di Mabes Polri (Dok. Humas Mabes Polri)

Budi menjelaskan, selama kuliah ZA memiliki nilai akademik yang cukup bagus. Hal itu terlihat dari track record akademik ZA selama mengikuti perkuliahan di Gunadarma. Mulai dari semester pertama hingga ketiga, nilai akademik ZA dinilai cukup baik namun pihaknya tidak dapat memberikan secara detail nilai ZA.

"Kalau tidak salah IPK akademi ZA mencapai 3,1 atau 3,2," terang Budi.

Budi menuturkan, selama menjadi mahasiswi Gunadarma ZA tidak pernah mengikuti Organisasi Kemahasiswaan yang resmi di Gunadarma. Hal itu dikarenakan ZA masih berada di semester tiga. Untuk mahasiswa yang mengikuti organisasi kemahasiswaan yang resmi, perekrutannya setelah melewati semester tiga.

"Untuk organisasi di luar kampus kami kurang mengetahui karena keterbatasan kami," kata Budi.

3. Kronologi penyerangan Mabes Polri

Gunadarma: IPK Terduga Teroris ZA Cukup Baik Sebelum Drop OutPersonel kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). (ANTARA FOTO/M Adimaja)

Serangan teror di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu, 31 Maret 2021 pukul 16.30 WIB, diduga dilakukan oleh terduga teroris berinisial ZA dan berjenis kelamin perempuan.

Berpakaian gamis hitam dan berjilbab biru, ZA memasuki pintu 3 Gedung Utama Mabes Polri, dengan alasan ingin menyerahkan surat ke Setum Polri.

“Pukul 16.35 WIB pelaku tidak menuju Setum, yang bersangkutan malah bergerak ke arah penjagaan utama Mabes Polri, dan bertemu petugas jaga bernama Iptu Suriyono (anggota Yanmas Mabes Polri),” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono lewat keterangan tertulisnya, Kamis (1/4/2021).

Kepada petugas jaga, ZA kembali mengaku ingin menyerahkan surat ke Setum Polri, sehingga diantar hingga masjid Mabes Polri, namun tidak sampai Setum Polri.

Pukul 16.45 WIB, pelaku teror tidak mendatangi Setum Polri dan kembali ke Pos Penjagaan Utama Mabes Polri, dan disapa Bripda Aldo.

“Tiba-tiba yang bersangkutan mengeluarkan senjata jenis pistol dan menembakkan ke arah penjagaan petugas jaga sebanyak tiga kali,” kata Argo.

Serangan itu sempat mengenai Bripda I Gede Kajeng, dengan tembakan diarahkan ke bagian kepala, namun ditutupi tangan sehingga mengenai lengan kiri, dan korban mengalami luka bengkak.

ZA menembak sebanyak enam kali. Tiga kali ke polisi di dalam pos, dua yang ada di luar, kemudian menembak lagi ke anggota yang ada di belakangnya.

“Polisi kemudian melakukan penembakan untuk melumpuhkan pelaku, kemudian pelaku meninggal dunia di tempat. Selanjutnya, dilakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) oleh Pusinafis Mabes Polri,” papar Argo.

Baca Juga: Tetangga Terduga Teroris: Keluarga Kaget Tak Sangka ZA Serang Polisi

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya