Comscore Tracker

Kasus Aktif COVID-19 di Depok Tambah 448, BOR RS Melesat 11 Persen

Jika kasus COVID-19 naik terus Depok bisa kembali ke level 3

Depok, IDN Times - Peningkatan kasus penularan COVID-19 di Kota Depok mulai tidak terkendali. Sebab, kasus harian aktif COVID-19 di Kota Depok terus mengalami peningkatan yang semula nol hingga lima orang per hari, kini telah menjadi ratusan kasus aktif per hari.

Peningkatan kasus aktif mulai tercatat sejak pertengahan Januari pascalibur Natal dan Tahun Baru. Hal ini perlu menjadi perhatian seluruh pihak untuk mencegah penularan COVID-19 di Kota Depok agar tidak meluas.

1. Hari ini kasus aktif bertambah 448 kasus

Kasus Aktif COVID-19 di Depok Tambah 448, BOR RS Melesat 11 Persen

Berdasarkan data yang dihimpun dari informasi COVID-19 Kota Depok, kasus aktif Kota Depok mengalami peningkatan sebanyak 448 kasus. Sebelumnya kasus aktif di Kota Depok sebanyak 1.233 kasus kini menjadi 1.680 kasus. Untuk kasus kesembuhan mengalami penambahan sebanyak satu kasus, sebelumnya 103.759 kasus kini menjadi 103.760 kasus. Pada kasus kematian tidak mengalami penambahan atau tetap 2.172 kasus dan total kasus konfirmasi mencapai 107.612 kasus.

Untuk kasus probabel dan kasus suspek aktif tidak mengalami penambahan. Kasus suspek aktif masih terdeteksi 12 kasus. Untuk kasus kontak erat aktif terjadi penambahan sebanyak 18 kasus yang sebelumnya 158 kasus kini menjadi 176 kasus.

Baca Juga: Waspada! Kasus Harian COVID-19 Kota Depok Mengalami Kenaikan

2. BOR rumah sakit di Depok capai 11 persen

Kasus Aktif COVID-19 di Depok Tambah 448, BOR RS Melesat 11 PersenIlustrasi nakes di ruang IGD (ANTARA FOTO/Fauzan)

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, peningkatan Covid-19 Kota Depok berdampak terhadap Bed Occupancy Ratio (BOR). Tercatat BOR di Kota Depok mengalami peningkatan hingga 11 persen baik pada BOR perawatan maupun ICU. 

"Kami juga lagi persiapkan arahan Wali Kota Depok dalam rapat Satgas dan sudah menjajaki karantina di Pusat Studi Jepang Unversitas Indonesia," ujar Dadang, Rabu (26/1/2022).

Selain itu, lanjut Dadang, untuk mengantisipasi peningkatan Covid-19 dengan menyiapkan perawatan di rumah sakit dan lokasi karantina, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok telah berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Barat. Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok meminta bantuan untuk memfasilitasi lokasi karantina isolasi terpusat.

"Kami juga telah melakukan koordinasi dengan rumah sakit baik negeri atau swasta di dalam penyiapan tempat isolasi untuk treatment," ucap Dadang.

3. PPKM Kota Depok bisa naik ke level 3

Kasus Aktif COVID-19 di Depok Tambah 448, BOR RS Melesat 11 PersenPetugas Satpol PP membubarkan aktivitas pedagang kaki lima dalam rangka pembatasan mobilitas warga guna menekan penyebaran COVID-19 di kawasan Bulungan, Jakarta, Senin (21/6/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Dadang mengungkapkan, peningkatan kasus COVID-19 di Kota Depok berdampak terhadap penambahan nilai positivity rate Kota Depok yang sebelumnya 1,3 menjadi 4,3. Hal itu secara tidak langsung akan mengubah status Kota Depok yang berada pada level dua dapat menjadi level 3.

"Betul, kalau masuk level 3,  otomatis seperti PTM Terbatas kapasitasnya akan menjadi 50 persen," ungkap Dadang.

Selain itu, sambung Dadang akan terjadi pengetatan peraturan kembali salah satunya pada pusat perbelanjaan. Apabila masuk ke level 3, pusat perbelanjaan akan mengalami pembatasan kembali dan sejumlah kegiatan lainnya.

"Pusat perbelanjaan itu dibatasi kembali, misalnya anak tidak bisa masuk ke pusat perbelanjaan lagi," ujar Dadang. 

Baca Juga: [BREAKING] Pecah Rekor, Kasus COVID-19 di Indonesia Tembus 7.010 Hari Ini

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya