Comscore Tracker

Kulit Ketupat di Depok Sepi Pembeli, Pedagang Terpaksa Banting Harga

Kulit ketupat dijual Rp1.000 per buah

Depok, IDN Times - Ketupat menjadi ciri khas sajian makanan saat perayaan Idul Fitri atau Lebaran yang kerap disajikan umat muslim. Namun, sejumlah pedagang di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami penurunan penjualan kulit ketupat, seperti dialami penjual ketupat di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji.

Seorang pedagang musiman kulit ketupat, Baihaki mengaku telah menjadi penjual kulit ketupat di Pasar Kemirimuka selama 15 tahun. Bahkan, demi menjemput rezeki menjelang Idul Fitri, ia rela menempuh perjalanan jauh dari Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Iya berjualan musiman aja di Pasar Kemirimuka, jualan kulit ketupat," ujar Baihaki, Depok, Selasa (11/5/2021).  

Baca Juga: Harga Jengkol di Depok Tembus Rp70 Ribu Per Kilogram Jelang Lebaran

1. Terjadi penurunan omzet

Kulit Ketupat di Depok Sepi Pembeli, Pedagang Terpaksa Banting HargaBaihaki menunjukan kulit ketupat yang di jual di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)

Baihaki mengaku omzet penjualan kulit ketupat yang dijual di Pasar Kemirimuka tidak seperti tahun lalu. Kali ini, dia menyiapkan 1.000 kulit ketupat namun belum habis terjual. Padahal ia sudah menurunkan harga jual, dan satu buah kulit ketupat kini dijual Rp1.000.

"Ini aja belum sampai setengahnya dari 1.000 kulit ketupat yang dibawa sebagai modal," ujar dia saat ditemui IDN Times.

Padahal tahun lalu, Baihaki mampu menjual 2.500 kulit ketupat dalam waktu dua hari, hingga mendapat omzet mencapai Rp2,5 juta dari modal Rp500 ribu.

Karena itu, Baihaki berharap satu hari sebelum Idul Fitri, dagangannya habis terjual.

"Sekarang lesu, kalau tidak laku juga terpaksa sisanya saya tinggal dan kembali ke Leuwiliang," ucap dia, pasrah. 

2. Kulit ketupat hanya bertahan satu hari

Kulit Ketupat di Depok Sepi Pembeli, Pedagang Terpaksa Banting HargaSeorang pedagang sedang membuat ketupat dari janur pohon kelapa di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)

Sementara, menurunnya penjualan kulit ketupat di Pasar Kemirimuka juga dialami pedagang lainnya, Ahmad. Menurut dia, penjualan kulit ketupat berbeda dari tahun lalu dan ia menduga sepinya pembeli disebabkan pandemik COVID-19.

"Jauh banget menurunnya dari tahun lalu, sekarang rada sepi," keluh dia.

Ahmad baru menjual 1.000 kulit ketupat selama dua hari ini, dari 10 ribu kulit ketupat yang ia siapkan. Jika tidak terjual semua sudah pasti dia bakal merugi, apalagi kulit ketupat tidak dapat bertahan lama.

"Kalau masih dalam bentuk janur bisa bertahan tiga hari, apabila sudah menjadi bentuk ketupat hanya bertahan satu hari," ucap dia. 

3. Pedagang terpaksa menjual murah

Kulit Ketupat di Depok Sepi Pembeli, Pedagang Terpaksa Banting HargaPedagang kulit ketupat Pasar Kemirimuka sedang membuat ketupat untuk di jual. (IDNTimes/Dicky)

Untuk mencegah kerugian, Baihaki terpaksa menjual murah. Jika sebelumnya harga satu tangkai atau 10 buah kulit ketupat dijual Rp30 ribu hingga Rp35 ribu, kini dijual Rp10 ribu per tangkai, dengan modal Rp2.500.

"Kalau kita jual satu kulit ketupat lebih dari Rp1.000, kemungkinan akan rugi," kata Baihaki.

Begitu juga Ahmad, kulit ketupat yang ia jajakan tersisa banyak. Ia pun terpaksa mengikuti harga pasar, yakni Rp1.000 per kulit ketupat. Tak seperti tahun lalu, ia sulit menjual kulit ketupat seharga Rp2.000 per buah karena menurunnya minat pembeli.

"Apalagi persaingan kulit ketupat tidak hanya pedagang di pasar, sekarang setiap gang atau jalan di lingkungan warga juga menjual kulit ketupat," ucap Ahmad.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Banyuwangi Naik

Topic:

  • Dicky
  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya