TPA Cipayung Kerap Longsor, Pemkot Depok Colek Pusat dan Provinsi  

Kali Pesanggrahan perlu penanganan dari hulu ke hilir

Depok, IDN Times - Pemerintah Kota Depok berusaha mengentaskan polemik banjir di wilayah Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Longsor sampah TPA Cipayung menjadi pemicu terjadinya banjir di kawasan tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, Pemerintah Kota Depok telah berupaya melakukan penanganan longsor di TPA Cipayung berbatasan dengan Kali Pesanggrahan. Penanganan longsor dan persoalan kali Pesanggrahan sendiri telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi.

"Saat ini kami sedang koordinasi juga baik dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujar Dadang saat ditemui IDN Times, Senin (30/5/2022).

Baca Juga: Mantan Kadis LH Serang Jadi Tersangka Lahan SPA Sampah 

1. Mendapatkan bantuan sewa alat berat dari Pemrov Jabar

TPA Cipayung Kerap Longsor, Pemkot Depok Colek Pusat dan Provinsi  Pemerintah Kota Depok meninjau lokasi longsor TPA Cipayung ke Kali Pesanggrahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)

Penanganan longsor sampah TPA Cipayung sudah dilakukan Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). DLHK Kota depok telah melakukan berbagai upaya terkait penanganan sampah di TPA Cipayung.

"DLHK Kota Depok sudah melakukan berbagai langkah optimal untuk penanganan sampah salah satunya mencegah longsor kembali," terang Dadang.

Penanganan sampah TPA Cipayung, Pemerintah Kota Depok telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bantuan yang diberikan berupa alat berat untuk digunakan melakukan penataan di lokasi longsor maupun TPA Cipayung.

"Mereka juga intervensi dalam hal ini untuk memberikan bantuan untuk sewa alat berat guna perataan beberapa lokasi longsoran," ucap Dadang.

Baca Juga: Warga Protes Sampah Tangsel, Wali Kota Serang: Sampah Bau Kalau Dicium

2. Belum ada langkah konkret penanganan Kali Pesanggrahan

TPA Cipayung Kerap Longsor, Pemkot Depok Colek Pusat dan Provinsi  

Dadang mengungkapkan, selain berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Depok berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat yakni melalui Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Koordinasi yang dilakukan dengan BBWSCC terkait upaya penanganan Kali Pesanggrahan.

"Pemerintah Pusat dalam hal ini BBWSCC juga sudah koordinasi, tapi mungkin kami akan intens kembali ini dengan BBWSCC," ungkap Dadang.

Penanganan Kali Pesanggrahan dilakukan mulai dari bagian hulu ke hilir yang melintasi wilayah Kota Depok, khususnya di Kecamatan Sawangan. Apalagi, pada bagian hilir Kali Pesanggrahan di Kecamatan Sawangan banyak digunakan berbagai macam kebutuhan. Namun upaya koordinasi yang telah dilakukan sejak Oktober tahun lalu belum terdapat langkah yang lebih konkret terkait penanganan Kali Pesanggrahan.

"Kami masih belum ada langkah lebih konkret, kami akan susun kembali, sudah berbagai upaya yang kami komunikasikan, baik dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," jelas Dadang.

3. Longsor sampah menyebabkan pembuatan aliran baru Kali Pesanggrahan

TPA Cipayung Kerap Longsor, Pemkot Depok Colek Pusat dan Provinsi  Aktivitas pengelolaan sampah di TPA Cipayung, Kota Depok, telah mengalami overload penampungan sampah. (IDNTimes/Dicky)

Salah seorang warga Pasir Putih, Matalih mengatakan, longsor sampah di TPA Cipayung kerap terjadi beberapa kali. Bahkan lebih parahnya longsor sampah berjatuhan ke Kali Pesanggrahan sehingga menutup aliran Kali Pesanggrahan.

"Waktu itu sempat menutup aliran kali sehingga banjir dan air kali membuat aliran baru," ujar Matalih.

Akibat tertutup sampah aliran Kali Pesanggrahan yang sebelumnya lurus telah berbelok ke sisi kiri dari longsoran TPA Cipayung dan tanah milik warga terkena dampak karena menjadi aliran Kali Pesanggrahan. Akibatnya tanah warga yang sebelumnya digunakan untuk garapan, kini menjadi aliran Kali Pesanggrahan.

"Longsor menjadi penyebab kerap terjadi banjir di sekitar Jalan Mawar karena bagian hilir kali tertutup sampah sehingga air tertahan dan meluap ke jalan dan rumah warga" pungkas Matalih. 

Topik:

  • Rendra Saputra

Berita Terkini Lainnya