Tujuh WNI yang Ditinggal di Tiongkok Tetap Dipantau oleh Pemerintah RI

3 dari 7 WNI gagal pulang karena kondisinya tak sehat

Jakarta, IDN Times – Setelah berhasil memulangkan 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan, Pemerintah Indonesia tetap memantau kondisi tujuh WNI lainnya yang masih berada di Hubei, Tiongkok. Dari tujuh WNI itu, sebanyak empat di antaranya menolak ikut dipulangkan, sedangkan tiga orang tidak lolos screening dari Pemerintah Tiongkok. 

“Tujuh WNI yang tetap berada di (Provinsi) Hubei akan terus dipantau dan berhubungan dengan KBRI. Kami harapkan mereka juga bisa melewati masa-masa sulit ini,” kata Juru Bicara Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo, Fadjroel Rachman, seperti dikutip dari Antara pada Senin (3/2).

Lalu, apakah pemerintah optimistis selama proses observasi, tidak ada WNI yang terinfeksi virus corona?

1. Pemerintah klaim penanganan WNI yang diobservasi di Natuna dilakukan sesuai standar WHO

Tujuh WNI yang Ditinggal di Tiongkok Tetap Dipantau oleh Pemerintah RI(Twitter/@infoppkk)

Pemerintah memastikan semua prosedur penanganan WNI baik yang berada di Kepulauan Natuna dan masih berada di Tiongkok dilaksanakan secara profesional dan sesuai protokol WHO. Selain itu, semua penanganan juga dikoordinasikan dengan semua kementerian dan lembaga sesuai fungsinya dalam Inpres Nomor 4/2019.

“Sekali lagi pemerintah menjamin 238 WNI bersama 42 tim penjemput tersebut sehat walafiat dan akan menjalani transit observasi di Natuna selama 14 hari,” kata Fadjroel.

Selain itu, jaminan perlindungan kesehatan yang ketat akan dipantau secara langsung oleh Menteri Kesehatan bersama tim dari Kepulauan Natuna. Menkes Terawan rencananya akan berkantor di sana sesuai dengan instruksi dari presiden. 

Baca Juga: 238 WNI Dievakuasi dari Wuhan, 7 Batal. Ini Penjelasan Menkes

2. Pemerintah hentikan sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok

Tujuh WNI yang Ditinggal di Tiongkok Tetap Dipantau oleh Pemerintah RI(Ratusan WNI tiba di Bandara Wuhan Tiongkok untuk pulang ke Tanah Air) Dokumentasi Kemlu

Untuk mencegah penyebaran virus corona secara optimal, Presiden Jokowi juga telah menginstruksikan semua penerbangan dari dan ke Tiongkok dihentikan sementara waktu mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB.

“Juga kepada pendatang yang tiba dari Tiongkok dan sudah berada di sana selama 14 hari, tidak diizinkan masuk dan transit di Indonesia,” kata Fadjroel.

Selain itu, pemerintah juga telah menghentikan fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival (visa kedatangan) bagi warga Tiongkok. Kebijakan serupa sesungguhnya tidak hanya diberlakukan di Indonesia, melainkan juga di beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Filipina dan Singapura. 

3. Pemerintah Indonesia turut mendukung kerja sama untuk menemukan obat bagi virus corona bersama ilmuwan dunia

Tujuh WNI yang Ditinggal di Tiongkok Tetap Dipantau oleh Pemerintah RIPara pekerja terlihat di lini produksi pembuatan masker di sebuah pabrik di Shanghai, Tiongkok, pada 31 Januari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song

Selain melakukan pencegahan penyebaran virus corona, Pemerintah Indonesia juga mendukung kerja sama dengan ilmuwan dunia untuk mencari cara mengobati pasien yang terjangkit virus corona. 

“Sekali lagi terima kasih atas kerja sama seluruh rakyat Indonesia, semoga usaha, gotong royong dan bahu-membahu semua warga dunia ini membuat pencegahan dan pengobatan terhadap virus corona ini berjalan efektif dan optimal,” ungkap Fadjroel.

Baca Juga: Kasus Virus Corona Bertambah, Vietnam Batasi Kegiatan Warga

Topik:

Berita Terkini Lainnya