Comscore Tracker

Candaan Bom di Pesawat Terus Terjadi, Pengamat: Sanksi Kurang Tegas

Fenomena ujaran bom terulang lagi

Jakarta, IDN Times - Kasus candaan membawa bom di pesawat sudah kerap terjadi, namun fenomena kasus yang sama kembali terjadi.

Baru-baru ini seorang penumpang pesawat AirAsia berinisial TH terpaksa diringkus petugas Avsec (Aviation Security) karena bercanda membawa bom dalam pesawat.

Meski banyak contoh kasus, tapi mengapa kasus seperti ini terus terulang?

1. Harus ada sanksi tegas untuk pelaku

Candaan Bom di Pesawat Terus Terjadi, Pengamat: Sanksi Kurang TegasEconomy Class Pesawat Garuda Airbus A330-900neo (IDN Times/Kevin Handoko)

Menurut pengamat penerbangan Alvin Lie, fenomena mengucap bom dalam pesawat kembali marak karena tidak adanya sanksi tegas kepada pelaku.

"Kalau di Indonesia pelaku sering lolos, berbeda dengan di Singapura, gak peduli itu anak pejabat atau orang biasa langsung ditahan," kata dia, Jakarta, Selasa (10/12).

Baca Juga: Ada WiFi Bernada Ancaman Bom, Pesawat Ini Terpaksa Delay

2. Selain sanksi tegas juga perlu dipublikasi agar ada efek jera

Candaan Bom di Pesawat Terus Terjadi, Pengamat: Sanksi Kurang TegasIlustrasi (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Alvin juga heran tiap sudut di bandara sudah ada peringatan agar tidak berujar soal bom, tapi tampaknya imbuan ini tidak digubris, dan terbukti masih ada penumpang yang menganggap enteng bercanda soal bom.

"Selain diberikan sanksi pidana, selama prosesnya juga perlu dipublikasikan luas agar malu, biar juga ngerasain masuk penjara setahun," kata dia.

3. Ujaran bom bukan candaan tapi ancaman

Candaan Bom di Pesawat Terus Terjadi, Pengamat: Sanksi Kurang TegasBandara Yogyakarta Internasional Airport, Kulon Progo. (IDN Times/Panji Galih Aksoro)

Alvin mengatakan ujaran bom bukan bahan candaan, tapi niatnya sudah menggertak dan menakuti-nakuti orang, sehingga sudah masuk pelanggaran pidana dengan menyebarkan informasi palsu.

"Orang menakut-nakuti bukan candaan, tapi suatu ancaman, bisa masuk kategori teror, yaitu teror mental yang harus ditindak tegas," kata dia.

4. Ujaran bom itu merepotkan dan merugikan orang banyak

Candaan Bom di Pesawat Terus Terjadi, Pengamat: Sanksi Kurang TegasIlustrasi pesawat Lion Air. (IDN Times/Mela Hapsari)

Meski hanya ujaran, namun hal tersebut merugikan banyak pihak. Sebab jika ada yang mengucap bom, maka prosedurnya semua pesawat harus dikosongkan, penumpang diperiksa turun, termasuk barangnya. Akibatnya, jadwal penerbangan terlambat, maskapai pun juga merugi karena delay.

"Ujaran bom itu merepotkan dan merugikan orang banyak dan jelas itu merupakan ancaman," kata Alvin.

 

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb.

Baca Juga: Gara-gara Bercanda Bawa Bom, Dua Penumpang Air Asia Batal Terbang

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You