Comscore Tracker

[CEK FAKTA] Ratusan Orang Pingsan Usai Disuntik Vaksin

Video lama yang direkayasa, cek fakta dulu ya!

Jakarta, IDN Times - Sebuah video berdurasi dua menit yang menunjukkan ratusan orang pingsan usai disuntik vaksin beredar di media sosial. Pengunggah video mengklaim vaksin yang diberikan adalah vaksin COVID-19 buatan Sinovac.

Dalam video, tampak sejumlah laki-laki yang menggunakan sarung serta peci terbaring di sebuah ruangan. Sejumlah orang lain terlihat harus dibopong karena lemas.

"Ratusan Warga bergelimpangan menjadi korban usai disuntik vaksin. HATI HATI! Usahakan menghindari suntikan vaksin. Jika ada yang bertanya/menegor, tunjukan video ini sebagai bukti," tulis akun sebuah akun di media sosial.

Lalu, apa benar informasi tersebut?

Baca Juga: [LINIMASA] Perkembangan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

1. Video lama yang direkayasa

[CEK FAKTA] Ratusan Orang Pingsan Usai Disuntik VaksinKominfo

Dilansir laman Kementerian Komunikasi dan Informatika, klaim vaksinasi COVID-19 pada video tersebut adalah hoaks. Faktanya, cuplikan gambar tersebut merupakan video lama yang dimunculkan kembali dengan narasi yang direkayasa.

Peristiwa yang ada dalam video tersebut terjadi pada tahun 2018. Video asli dimuat oleh akun YouTube Jember 1TV pada 28 Februari 2018.

"Puluhan santri pondok pesantren di Kecamatan Jenggawah, Jember, pingsan karena dehidrasi usai disuntik vaksin difteri, orang tua santri panik hingga berdatangan ke pondok pesantren tersebut," demikian keterangan yang dituliskan Jember 1TV dalam kanal YouTube.

2. Vaksin COVID-19 diprioritaskan bagi tenaga kesehatan

[CEK FAKTA] Ratusan Orang Pingsan Usai Disuntik VaksinDokter Hafiz (kiri), dokter RSUI yang tangani COVID-19 (Dok. Pribadi)

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia dimulai sejak 13 Januari 2021. Hal tersebut ditandai dengan penyuntikan vaksin buatan Sinovac perdana kepada Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

Saat ini, vaksin COVID-19 diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan vaksin diprioritaskan untuk orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus corona.

"Kenapa diberikan ke nakes? Karena kriterianya yang diberikan oleh orang-orang yang berisi risiko tinggi untuk terpapar, karena tenaga kerja kesehatan ini selalu terpapar pasien COVID-19," kata Budi Gunadi dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, yang ditayangkan secara oleh YouTube DPR RI, Selasa (12/1/2021). 

3. Komnas KIPI mengungkap tiga efek samping vaksin COVID-19

[CEK FAKTA] Ratusan Orang Pingsan Usai Disuntik VaksinIlustrasi Vaksin. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Hindra Irawan Satari, mengungkapkan setiap vaksin COVID-19 yang disuntikkan kepada individu akan mengakibatkan tiga efek samping.

Hindra menjelaskan, efek pertama adalah gejala lokal yang meliputi nyeri bengkak atau pegal pada lengan pasca disuntik vaksin. Namun efek ini akan hilang dalam beberapa hari ke depan.

“Efek kedua, gejala menyeluruh yang meliputi demam, pusing, mual, dan lemas pascadilakukan penyuntikan vaksin COVID-19. Kejadian seperti itu, akan segera hilang dalam beberapa waktu,” kata Hindra melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/1/2021).

Sementara itu, efek ketiga adalah gejala anafilaksis atau reaksi alergi berat bagi individu yang memiliki riwayat hipersensitif kepada obat maupun zat tertentu. Hal ini pun dinilai wajar oleh Hindra.

"Efek vaksinasi COVID-19 yang wajar dialami oleh individu," ujarnya.

Baca Juga: Diminta Jokowi Ngebut, Ini Jurus Menkes Percepat Program Vaksinasi

Topic:

  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya