Dari 64 Diperiksa, 62 Kasus Corona di Indonesia Dinyatakan Negatif

Dua spesimen masih tahap pemeriksaan sesuai prosedur WHO

Jakarta, IDN Times - Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan hasil pemeriksaan dalam pengawasan virus corona. Dari 64 spesimen, 62 di antaranya dinyatakan negatif virus corona

"Total kasus yang spesimennya dikirim ke Laboratorium Badan Litbangkes sebanyak 64 kasus, ada 62 spesimen yang negatif sedangkan 2 masih dalam proses pemeriksaan," ujar Kepala Badan Litbang Kesehatan, Siswanto,saat konferensi pers di Gedung Badan Litbangkes, Jakarta, Selasa (11/2).

1. 64 kasus suspect virus corona dari 16 provinsi

Dari 64 Diperiksa, 62 Kasus Corona di Indonesia Dinyatakan NegatifPetugas dari laboratorium penelitian penyakit infeksi Prof DR Sri Oemijati, Selasa (11/2) / IDN Times Dini suciatiningrum

Siswanto menerangkan hasil pemeriksaan tersebut rilis pada Selasa (10/2) pukul 18.00 WIB. Sedangkan 64 kasus tersebut tersebar di 16 provinsi yakni DKI Jakarta 14 orang, Bali 11 orang, Jawa Tengah 7 orang, Jawa Timur 6 orang, Banten 4 orang, Sulawesi Utara 4 orang, Yogyakarta 3 orang, Kalimantan Timur 2 orang.

"Jambi, Papua Barat, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara masing-masing satu orang," papar dia.

Baca Juga: Alat Deteksi Corona Indonesia Diragukan, Menkes: Harvard Suruh ke Sini

2. Pengambilan spesimen sesuai prosedur WHO

Dari 64 Diperiksa, 62 Kasus Corona di Indonesia Dinyatakan NegatifPetugas medis dengan pakaian pelindung menerima pasien di Pusat Konferensi dan Pameran Internasional Wuhan, yang diubah menjadi rumah sakit sementara bagi pasien dengan gejala ringan akibat virus corona, di Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok, pada 5 Februari 2020. ANTARA FOTO/China Daily via REUTERS

Siswanto mengatakan pengambilan spesimen dilakukan sesuai prosedur dari WHO. Pengambilan spesimen sendiri dilakukan di rumah sakit rujukan kemudian dikirim ke laboratorium.

Proses pengambilan spesimen dilakukan dia cara yakni dengan swab dan sputum yang diambil dari hidung atau tenggorokan.

"Untuk 1 pasien membutuhkan 3 spesimen di hari pertama, pada hari kedua ada 2 spesimen, jadi selama 2 hari itu satu pasien akan ada 5 spesimen yang dikerjakan oleh badan litbangkes atau laboratorium untuk mendiagnosis untuk 1 pasien saja, ini sesuai pedoman WHO," imbuhnya.

3. Semua spesimen yang dikirim ke Balitbangkes semua negatif

Dari 64 Diperiksa, 62 Kasus Corona di Indonesia Dinyatakan NegatifBadan Penelitian Pengembangan Kesehatan / IDN Times Dini suciatinungrum

Belum adanya kasus virus corona di Indonesia, Siswanto tidak ingin berspekulasi, sebab saat ini memang banyak hipotesis tentang belum ditemukan warga yang suspect virus corona.

"Ada yang bilang imunitas orang Indonesia kuat dan sebagainya tapi saya tidak masuk ke sana. Yang jelas selama ini spesimen-spesimen yang dikirim ke Balitbangkes semuanya negatif," ujar Siswanto

4. Tenaga medis Indonesia terlatih hadapi virus corona

Dari 64 Diperiksa, 62 Kasus Corona di Indonesia Dinyatakan NegatifPenumpang memakai masker dan kantong plastik berjalan di luar stasiun kereta Shanghai di Shanghai, Tiongkok, saat negeri tersebut sedang terjadi penularan virus corona baru, pada 9 Februari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song

Menanggapi adanya keraguan pada pemerintah Indonesia untuk mendeteksi virus corona,
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Kementerian Kesehatan Vivi Setiawaty mengungkapkan bahwa Balitbangkes sudah mempunyai kemampuan menangani virus corona.

"Jadi bukan sesuatu hal yang baru buat Indonesia, kita mulai sejak dulu saat ada flu burung, kemudian MERS, baru ini kita sudah menghadapi hal itu terus berulang, dan semua yang sudah kita lakukan sesuai dengan pedoman WHO," paparnya.

Vivi mengungkapkan pihaknya juga sudah melatih kepada rumah sakit tiap tahun juga Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan tentang bagaimana mengambil spesimen yang benar.

"Jadi kalau belum ada (kasus virus corona) mungkin kita bisa flashback ke belakang jadi ya saat penyebaran SARS sampai MERS tidak ada yang terdeteksi di Indonesia meski Singapura ada," ujarnya.

Baca Juga: Kemenkes Tepis Anggapan Indonesia Tak Bisa Deteksi Virus Corona

Topik:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya