Comscore Tracker

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Kamis 6 Agustus 2020

Beberapa provinsi sumbang kasus positif terbanyak

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 merilis pertambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 1.882 kasus pada Kamis (6/8/2020) Dengan demikian total kasus COVID-19 mencapai 118.753.

Adapun jumlah spesimen yang diperiksa capai 29.375 dengan jumlah suspek 91.219.

Sebaran kasus positif COVID-19 hari ini terbanyak berasal dari DKI Jakarta dengan 556 kasus sehingga total 23.936 Kemudian Jawa Timur bertambah 286 kasus jadi total kasus 24.115.

1. Provinsi penyumbang kasus COVID-19 tertinggi hari ini

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Kamis 6 Agustus 2020IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain dua provinsi tersebut, tambahan kasus positif terbanyak hari ini dari Sulawesi Selatan ada 182 kasus dengan total akumulasi 10.169 kasus, kemudian provinsi Jawa Tengah ada 115 kasus jadi 10.151.

Sumatera Utara bertambah 86 kasus total ada 4.477 kasus dan Maluku bertambah 49 kasus dengan 3.602.

 

Baca Juga: [UPDATE] Kasus Baru COVID-19 di Dunia Mencapai 262 Ribu

2. Sebanyak 1.756 kasus sembuh COVID-19 hari ini

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Kamis 6 Agustus 2020ilustrasi pasien sembuh dari COVID-19. ANTARA FOTO/FB Anggoro

Satgas Penanganan COVID-19 juga melaporkan, ada penambahan 1.756 kasus sembuh COVID-19 hari ini. Sehingga total kasus sembuh COVID-19 tembus 75.645.

Jawa Timur mencatatkan jumlah pasien sembuh terbanyak ada 465 orang, diikuti Jakarta ada 246 pasien sembuh, dan Jawa Tengah 174 pasien.

3. 5.521 pasien positif meninggal

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Kamis 6 Agustus 2020Keluarga pasien meninggal karena COVID-19 di Balikpapan dijemput untuk melakukan tes swab (Dok.IDN Times/Istimewa)

Adapun jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia total sampai hari ini ada 5.521 kasus. Angka tersebut muncul karena ada penambahan kasus meninggal sebanyak 69 orang.

Pemerintah sebelumnya telah menjelaskan bahwa pemakaman dari jenazah COVID-19 dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan dan keagamaan. Sehingga, tidak perlu ada lagi penolakan terhadap pemakaman COVID-19.

4. Rincian sebaran kasus positif COVID-19 di 34 provinsi

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Kamis 6 Agustus 2020Polresta Bandar Lampung menggelar rapid test gratis kepada pengendara. Kegiatan ini digelar di Tugu Adipura, Rabu (5/8/2020). (IDN Times/Martin L Tobing

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

1. Aceh 483 kasus
2. Bali 3.644 kasus
3. Banten 1.979 kasus
4. Bangka Belitung 197 kasus
5. Bengkulu 240 kasus
6. Yogyakarta 819 kasus
7. DKI Jakarta 23.936 kasus
8. Jambi 193 kasus
9. Jawa Barat 6.995 kasus
10. Jawa Tengah 10.151 kasus
11. Jawa Timur 24.115 kasus
12. Kalimantan Barat 394 kasus
13. Kalimantan Timur 1.701 kasus
14. Kalimantan Tengah 1.874 kasus
15. Kalimantan Selatan 6.478 kasus
16. Kalimantan Utara 291 kasus
17. Kepulauan Riau 500 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 2.224 kasus
19. Sumatera Selatan 3.602 kasus
20. Sumatera Barat 1.038 kasus
21. Sulawesi Utara 2.822 kasus
22. Sumatera Utara 4.477 kasus
23. Sulawesi Tenggara 951 kasus
24. Sulawesi Selatan 10.169 kasus
25. Sulawesi Tengah 215 kasus
26. Lampung 299 kasus
27. Riau 621 kasus
28. Maluku Utara 1.587 kasus
29. Maluku 1.221 kasus
30. Papua Barat 493 kasus
31. Papua 3.193 kasus
32. Sulawesi Barat 265 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 152 kasus
34. Gorontalo 1.431 kasus

Dalam proses verifikasi lapangan 10 kasus.

5. Kenali gejala dan tanda-tandanya

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Kamis 6 Agustus 2020Bek kiri Arema FC, Taufik Hidayat saat menjalani rapid test. IDN Times/ Alfi Ramadana

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh virus corona. 

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline Kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Baca Juga: [LINIMASA-3] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya