Comscore Tracker

Eksploitasi Seksual Anak Terbongkar, Pemerintah Diminta Awasi Bar-Kafe

Polisi bongkar eksploitasi anak di Penjaringan

Jakarta, IDN Times - Yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk kesejahteraan anak, Wahana Visi Indonesia (WVI), mengapresiasi penegak hukum dan berbagai pihak yang telah membongkar eksploitasi seksual dan prostitusi anak di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.

"Terbongkarnya kasus tersebut menunjukkan upaya pelaporan dan penanganan yang telah berjalan baik, dari tingkat layanan masyarakat paling bawah, yang segera melaporkan praktik eksploitasi seksual yang terjadi," ujar Child Protection Team Leader Wahana Visi Indonesia Emmy Lucy, dalam siaran tertulis, Kamis (23/1).

1. Korban eksploitasi seksual dan prostitusi anak harus diperlakukan sebagai korban, bukan pelaku kejahatan

Eksploitasi Seksual Anak Terbongkar, Pemerintah Diminta Awasi Bar-KafeIlustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Emmy berharap pelaku diproses sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku. Menurut dia, korban eksploitasi seksual komersial anak ini harus diperlakukan sebagai korban, yang berhak mendapatkan layanan kesehatan, psikologis, dan hukum. Bukan sebaliknya, diperlakukan sebagai pelaku kejahatan.

“Kepolisian dan pemerintah perlu bekerja sama untuk memonitor tempat-tempat semacam kafe atau bar, dan memastikan bahwa pada tempat-tempat tersebut tidak terdapat anak yang bekerja di sana. Jika ada kafe atau bar atau semacam nya yang mempekerjakan anak, perlu ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar dia.

2. Perlu pengawasan orangtua dan masyarakat

Eksploitasi Seksual Anak Terbongkar, Pemerintah Diminta Awasi Bar-KafeIlustrasi kekerasan anak (IDN Times/Arief Rahmat)

Demikian juga mereka yang terlibat dalam proses perdagangan anak untuk tujuan eksploitasi seksual komersial, juga harus ditindak tegas. Mulai dari perekrutan, daerah asal, saat transportasi anak, saat anak
transit, hingga tempat tujuan anak.

Masyarakat perlu aktif melaporkan bila ada eksploitasi seksual anak yang terjadi di wilayahnya. "Orangtua juga perlu mengasuh dan mengawasi anak, terutama terkait dengan media sosial yang dijadikan media untuk merekrut anak," kata Emmy.

Baca Juga: 6 Orang Jadi Tersangka Kasus Eksploitasi Seks Anak di Penjaringan

3. Satu dari 11 perempuan mengalami kekerasan seksual

Eksploitasi Seksual Anak Terbongkar, Pemerintah Diminta Awasi Bar-KafeIlustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Sukma Shakti)

Berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja pada 2018 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, satu dari 11 anak perempuan usia 13-17 tahun di Indonesia mengalami kekerasan seksual.

"Tetapi hanya 5-6 persen yang melaporkan bahwa dirinya pernah mengalami kekerasan seksual yang bersifat kontak fisik," ungkap Emmy.

Dia berharap ke depan, perlu ada pendidikan kecakapan hidup pada anak-anak di dalam kurikulum pendidikan nasional, sehingga anak dapat mengenali dan mencegah terjadinya kekerasan, mengelola risiko kekerasan, membekali diri dengan pengambilan keputusan, dan memahami tentang stereotip gender, serta melaporkan bila
mengalami kekerasan dan eksploitasi.

4. Polda Metro Jaya membongkar praktik eksploitasi seksual dan prostitusi anak di Penjaringan

Eksploitasi Seksual Anak Terbongkar, Pemerintah Diminta Awasi Bar-KafeIlustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Arief Rahmat)

Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar praktik eksploitasi dan prostitusi anak di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam penggerebekan pada Senin (13/1), polisi menangkap enam orang yang langsung ditetapkan sebagai tersangka.

"Pada Senin lalu, 13 Januari di sekitar Penjaringan, Jakarta Utara, di salah satu kafe di Rawa Bebek, berhasil ditangkap enam tersangka. Mereka semua mengeksploitasi anak di bawah umur," kata  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (21/1).

5. Para tersangka memiliki peran berbeda-beda

Eksploitasi Seksual Anak Terbongkar, Pemerintah Diminta Awasi Bar-KafeIlustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Yusri mengungkapkan para tersangka berinisial R atau biasa dipanggil mami A, mami T, D alias F, TW, A, dan E. Mereka telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya untuk diperiksa secara intensif. Sedangkan, korban adalah anak berusia sekitar 14 sampai 18 tahun.

Para tersangka memiliki peran berbeda-beda antara lain sebagai muncikari serta mencari dan menjual korban. Tersangka pertama yakni mami A berperan sebagai muncikari sekaligus sebagai pemilik kafe, yang dijadikan lokasi penjualan anak di bawah umur.

"Dia juga memaksa anak-anak berusia di bawah umur untuk berhubungan badan dengan pria hidung belang yang datang ke kafe," ujar Yusri.

6. Anak-anak di bawah umur itu dijual seharga Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta

Eksploitasi Seksual Anak Terbongkar, Pemerintah Diminta Awasi Bar-KafeIlustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Tersangka kedua yakni mami T berperan memaksa anak-anak berusia di bawah umur, untuk berhubungan seksual dengan pria hidung belang.

Tersangka lainnya berinisial D alias F dan TW yang berperan mencari anak-anak di bawah umur melalui media sosial. Keduanya lalu menjual anak-anak tersebut kepada kedua muncikari.

"Anak-anak di bawah umur itu dijual seharga Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta, kepada tersangka yang dipanggil mami," ujar Yusri.

7. Laporkan ke pihak berwajib jika menemukan kasus kekerasan terhadap anak dan eksploitasi lainnya

Eksploitasi Seksual Anak Terbongkar, Pemerintah Diminta Awasi Bar-KafeIlustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui dugaan kekerasan pada anak atau eksploitasi anak lainnya, jangan takut melapor ke pihak berwajib, atau segera menghubungi hotline berikut:

1. KPAI
Jl. Teuku Umar No. 10 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, Indonesia
Telepon: (+62) 021-319 015 56
Fax: (+62) 021-390 0833
Email: info@kpai.go.id
humas@kpai.go.id

2. Komnas Perempuan
Jl. Latuharhari 4B. Jakarta. Indonesia. 10310
Telp: +62-21-3903963
Fax: +62-21-3903922

3. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA)
Jl. TB Simatupang No.33, Jakarta, Indonesia
Hotline Services: (62-21) 8779 1818

4. Yayasan Pulih
Jl. Teluk Peleng 63 A Komplek AL-Rawa Bambu
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp : +62 21 788 42 580
Fax : +62 21 782 3021

5. YLBH Apik
Jl. Raya Tengah No. 31 RT 01 RW 09 Kp. Tengah Kramat Jati Jakarta Timur 13540
Telp. 021 – 87797289
Fax. 021 – 87793300.

Baca Juga: Eksploitasi di Penjaringan, Anak Dijual Rp750 Ribu Hingga Rp1,5 Juta

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya