Comscore Tracker

Hasil Riset, Kelompok Lansia Miliki Antibodi COVID-19 Tertinggi 

Antibodi masyarakat Indonesia meningkat empat kali lipat 

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia mengungkapkan, kelompok lansia memiliki antibodi terhadap virus SARS-CoV-2 lebih tinggi daripada kelompok lain.

Diketahui, hasil survei serologi antibodi penduduk Indonesia terhadap virus SARS-CoV-2, meningkat empat kali lipat. Dari semula kadar 444 unit per mililiter menjadi 2.097 unit per mililiter.

Peneliti Tim FKM UI, Pandu Riono, mengatakan, besaran perbedaan kadar antibodi dilihat berdasarkan kelompok umur.

Rata-rata beda titer (kekuatan) antibodi menurut kelompok umur, tertinggi ada pada kelompok usia 60 tahun ke atas, yakni 3.504,6 unit per mililiter. Kemudian usia 30 tahun sampai 59 tahun sebesar 2.427,3 unit per mililiter, dan usia 19 tahun sampai 29 tahun sebesar 2.337,9 unit per mililiter.

“Peningkatan mulai tinggi terjadi pada usia di atas 18 tahun karena kelompok usia tersebut sudah ada program vaksinasi booster sejak Januari 2022,” ujar Pandu dikutip dari YouTube Kemenkes, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Hore, Antibodi Penduduk Indonesia terhadap COVID-19 Capai 98,5 Persen

1. Vaksinsi booster jadi prioritas

Hasil Riset, Kelompok Lansia Miliki Antibodi COVID-19 Tertinggi ilustrasi vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Dia mengatakan, dengan melengkapi vaksinasi hingga booster, maka akan meningkatkan kadar antibodi.

Dampaknya, angka keparahan pasien di rumah sakit dan angka kematian tidak meningkat tajam dan malah landai atau menurun.

“Artinya, kita perlu melengkapi vaksinasi sampai booster dan harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah dan masyarakat,” kata Pandu.

Baca Juga: Studi: Booster Vaksinasi COVID-19 Cegah Kematian pada Lansia

2. Survei serologi ketiga

Hasil Riset, Kelompok Lansia Miliki Antibodi COVID-19 Tertinggi IDN Times/William Utomo

Peneliti dari FKMUI, Iwan Ariawan, mengatakan, tim Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) telah menyelesaikan survei serologi ketiga secara nasional.

“Ini adalah survei serologi yang ketiga kali yang besar, yang pertama di Desember 2021 itu bersifat nasional, kemudian Maret 2022 khusus untuk Jawa-Bali karena daerah mudik, kemudian Juli 2022 kembali untuk seluruh Indonesia,” kata Iwan.

Baca Juga: Kadar Antibodi Masyarakat Naik 4 Kali Lipat, Masih Bisa Kena COVID-19?

3. Melihat jumlah dan kadar antibodi pada orang yang sama

Hasil Riset, Kelompok Lansia Miliki Antibodi COVID-19 Tertinggi Ilustrasi protokol kesehatan(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Lebih lanjut Iwan mengatakan, survei serologi pada Juli 2022 menggunakan kembali sampel dari survei serologi sebelumnya pada 2021.

Dari 20.501 sampel atau responden, sebanyak 84,5 persen berhasil dikunjungi. Survei serologi ketiga dilakukan di 100 kabupaten/kota terpilih yang tersebar di 34 provinsi.

"Pemilihan responden yang sama ini untuk menunjukkan peningkatan jumlah dan kadar antibodi pada orang yang sama," katanya.

Baca Juga: Epidemiolog: Antibodi COVID-19 Tidak Permanen, Bisa Terjadi Gelombang

Topic:

  • Deti Mega Purnamasari

Berita Terkini Lainnya