Comscore Tracker

Ini 5 Provinsi dengan Angka Kematian COVID-19 Tertinggi per 4 Oktober

Sudah 11.151 orang meninggal karena COVID-19

Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah orang yang meninggal karena COVID-19 hari ini, Minggu (4/10/2020), mencapai 11.151 orang atau 3,7 persen dari terkonfirmasi. Jumlah ini naik dari hari sebelumnya setelah ada penambahan 96 kasus meninggal.

Penambahan kasus meninggal itu dalam waktu 24 jam, terhitung mulai 3 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB sampai 4 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB.

Ada pun provinsi dengan kasus kematian terbanyak yakni Jawa Timur 20 orang, Jawa Barat 15 orang, DKI Jakarta 13 orang, Aceh dan Riau masing-masing 6 orang.

Baca Juga: [LINIMASA-4] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

1. Total kasus positif COVID-19 mencapai 303.498

Ini 5 Provinsi dengan Angka Kematian COVID-19 Tertinggi per 4 OktoberTim Swab Hunter saat melaksanakan razia dan tes swab massal. IDN Times/ Dok istimewa

Selain itu, Satgas Penanganan COVID-19 merilis total kasus positif COVID-19 di Indonesia yang kini mencapai 303.498, setelah ada penambahan 3.992 kasus.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus positif terbanyak yakni 78.850 kasus, diikuti Jawa Timur 44.898 kasus, dan Jawa Barat 23.899 kasus.

2. Sebanyak 228.453 orang telah sembuh dari COVID-19

Ini 5 Provinsi dengan Angka Kematian COVID-19 Tertinggi per 4 OktoberTak mengantar Siswa, kini Sopir Bus Sekolah antar jemput Pasien COVID-19 di Jakarta (Dok. Dinas Perhubungan DKI Jakarta)

Satgas Penanganan COVID-19 juga mengumumkan jumlah pasien sembuh bertambah 3.401 orang. Pasien dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) menunjukkan hasil negatif virus corona.

Dengan penambahan jumlah pasien sembuh tersebut, maka total pasien COVID-19 yang sembuh mencapai 228.453 orang atau 75,3 persen dari terkonfirmasi.

3. Masih ada 139.401 suspect COVID-19

Ini 5 Provinsi dengan Angka Kematian COVID-19 Tertinggi per 4 OktoberIlustrasi Ruang Isolasi Mandiri COVID-19 di Gresik, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Dalam beberapa waktu terakhir, angka kasus suspect COVID-19 di Indonesia juga terus mengalami peningkatan. Hal itu selaras dengan makin masifnya kasus positif di Tanah Air.

Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan, jumlah orang dengan status suspect COVID-19 di Indonesia sebanyak 139.401 orang

4. Tercatat 35 juta orang di dunia positif COVID-19

Ini 5 Provinsi dengan Angka Kematian COVID-19 Tertinggi per 4 OktoberIlustrasi tes swab. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Kasus positif virus corona atau COVID-19 di seluruh dunia pada Minggu (4/10/2020) pagi, tercatat sudah mencapai 35.121.847 orang.

Sementara kasus kematian akibat COVID-19 di seluruh dunia, dikutip dari laman World O Meters, mencapai 1.037.520 jiwa. Kemudian jumlah pasien yang sembuh sebanyak 26.113.297 orang.

5. Kenali tanda dan gejala COVID-19

Ini 5 Provinsi dengan Angka Kematian COVID-19 Tertinggi per 4 OktoberIlustrasi rapid test plasma (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh virus corona. 

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline Kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M: Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir.

Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: 7 Bulan COVID, di Awal Oktober Kesembuhan RI Lebih Tinggi dari Dunia

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya