Comscore Tracker

Ini Daftar Rumah Sakit Penyedia Serum Anti Bisa Ular di DKI Jakarta

Ada rumah sakit yang memberikan serum gratis, ada yang bayar

Jakarta, IDN Times - Banyaknya temuan ular kobra dalam sepekan ini membuat warga dan pemerintah DKI Jakarta lebih waspada. Untuk itu Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menyediakan serum anti-bisa ular di beberapa rumah sakit di Jakarta untuk antisipasi.

"Serum tersebut belum didistribusikan ke tingkat Puskesmas, dan hanya beberapa rumah sakit yang menyediakan serum itu," ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristi Watini dilansir Antara, Selasa (17/12).

Baca Juga: Ini Tempat-tempat yang Disenangi Ular untuk Bersarang, Segera Hindari!

1. Ini daftar rumah sakit di DKI Jakarta yang menyediakan serum anti bisa ular

Ini Daftar Rumah Sakit Penyedia Serum Anti Bisa Ular di DKI JakartaPenangkapan ular (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Kristi mengatakan, ada beberapa rumah sakit yang menyediakan serum anti-bisa ular di DKI Jakarta yakni RSUD Tarakan, RS Suyoto, RSUP Fatmawati, RSUD Cengkareng, RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RSPI Sulianti.

"Serum itu hanya dapat diberikan kepada pasien yang terbukti atau telah digigit ular berbisa, dengan penanganan medis dari rumah sakit tersebut," imbuh dia.

2. Harga serum anti bisa ular mulai Rp595 ribu

Ini Daftar Rumah Sakit Penyedia Serum Anti Bisa Ular di DKI Jakarta(Belasan ular kobra ditemukan di kloset rumah warga di Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (15/12) ANTARA/HO- Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat

Kristi mengungkapkan, beberapa rumah sakit masih mematok biaya untuk pemberian serum anti bisa ular itu, namun ada juga yang memberikannya secara gratis.

"Misalnya RSCM yang mematok harga Rp900.000 dan RS Fatmawati Rp595.000. Namun, beberapa menyediakan serum secara gratis seperti RSPI Sulianti yang menyediakan serum gratis untuk pasien BPJS," ujar Kristi.

3. Jangan panik jika digigit ular, lakukan langkah berikut

Ini Daftar Rumah Sakit Penyedia Serum Anti Bisa Ular di DKI JakartaPetugas dinas pemadam kebakaran melakukan evakuasi seekor ular King Kobra (Ophiophagus Hannah) saat ditemukan di kawasan permukiman warga Jakasampurna, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12). ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Kristi mengimbau kepada warga yang digigit ular kobra agar tidak panik, kemudian memasangkan bidai yang dieratkan menggunakan ikatan kain atau perban agar racun tidak cepat menyebar ke seluruh tubuh.

Setelahnya, korban ditangani secara medis dengan serum anti-bisa ular, sesuai kondisi korban.

"Bila penderita gigitan ular tiba di rumah sakit dalam keadaan darurat seperti syok akibat racun bisa ular, maka dokter akan segera melakukan tindakan resusitasi untuk menyelamatkan nyawa penderita," ujar Kristi.

4. Belasan ular mengepung Jakarta

Ini Daftar Rumah Sakit Penyedia Serum Anti Bisa Ular di DKI Jakarta(Sembilan ekor anak ular kobra dievakuasi petugas Damkar Jakarta Timur dari halaman rumah warga di Cakung, Rabu (11/12)) ANTARA/HO-Damkar Jaktim/pri

Seperti diberitakan sebelumnya, teror ular kobra merambah Jakarta. Setelah beberapa wilayah Jawa Barat seperti Depok dan Bogor marak ditemukan ular kobra di permukiman penduduk, kini warga ibu kota yang geger dengan temuan reptilia tersebut.

Warga Jalan Langgar RT 04/03 Joglo, Kembangan, Jakarta Barat digegerkan dengan temuan belasan ular kobra seukuran kurang lebih 20 sentimeter di kloset kamar mandi pada Minggu (15/12).

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat Eko Sumarno menyebut, ular tersebut bersarang di gudang bekas kolam.

"Jumlah ular kobranya sebanyak 18 ekor ada di bekas kolam, menjalar ke kloset kamar mandi warga," ujar Eko di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Senin (16/12).

5. Peredaran ular adalah siklus tiap tahun

Ini Daftar Rumah Sakit Penyedia Serum Anti Bisa Ular di DKI JakartaUlar (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Pengamat satwa liar dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr Boedi Setiawan, MP, drh mencatat, ada siklus setiap tahun saat berbagai jenis satwa liar masuk ke permukiman padat penduduk, yang disebabkan habitatnya semakin terhimpit oleh pertumbuhan pembangunan untuk kepentingan manusia.

Siklus tersebut biasanya terjadi di setiap pergantian musim pada wilayah permukiman penduduk, yang berbatasan dengan hutan atau habitat satwa liar.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Baca Juga: Deretan Teror Ular Kobra Mengepung Jakarta Sepekan Terakhir

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya