Comscore Tracker

Jadi Penyakit Mematikan, Kasus TBC di Indonesia Ranking Ketiga Dunia

Dalam 1 jam ada 11orang meninggal karena TBC

Jakarta, IDN Times - Pandemik COVID-19 yang melanda berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia membuat kita fokus pada pencegahan dan penanganan virus corona.

Padahal, masih banyak penyakit mematikan lainnya yang juga perlu diwaspadai, di antaranya adalah Tuberkulosis (TBC) dan Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Wiendra Waworuntu mengungkapkan, Indonesia menjadi negara tertinggi ketiga kasus TBC di dunia.

“Kita (Indonesia) ranking tiga di dunia. Ada India, Tiongkok, kemudian Indonesia,” ungkap Wiendra dalam jumpa pers secara virtual, 14 Agustus 2020.

1. Kasus TBC di Indonesia mencapai 845.000 jiwa

Jadi Penyakit Mematikan, Kasus TBC di Indonesia Ranking Ketiga DuniaWebinar Situasi terkini TBC dan upaya capai bebas TB 2030 (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Wiendra menerangkan menurut data Kemenkes, estimasi kasus TBC di Indonesia mencapai 845.000 jiwa. Sementara, yang telah ditemukan sekitar 69 persen atau sekitar 540.000 jiwa.

"Terlebih lagi, berdasarkan data Global TB Report 2019, ada 11 orang di Indonesia meninggal setiap 1 jam akibat TBC," ujar dia.

Baca Juga: Targetkan 2030 RI Bebas TBC, Jokowi: Segera Temukan dan Obati

2. Target eliminasi TBC 2030 fokus pada tindakan pencegahan penularan

Jadi Penyakit Mematikan, Kasus TBC di Indonesia Ranking Ketiga DuniaWarga melintas di depan mural wajah-wajah Presiden Indonesia dari Soekarno hingga Joko Widodo di Kampung Jagalan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2020). Selain sebagai sarana edukasi tentang sosok tujuh presiden Indonesia, hiasan mural tersebut juga untuk menyambut HUT ke-75 RI dan sebagai tempat swafoto bagi pengunjung kampung tersebut (ANTARA FOTO/Maulana Surya)

Wiendra menegaskan Presiden Joko "Jokowi" Widodo berkomitmen agar penanganan TBC bisa dilakukan serupa dengan COVID-19, di mana berfokus pada tindakan pencegahan dengan pelacakan yang agresif untuk menemukan penderita TBC yang belum ditemukan dan belum terlaporkan.

Sebab, menurut Wiendra, pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fokus kerja pemerintah dalam lima tahun ke depan.

“Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia bebas TBC, dengan target eliminasi TBC pada 2030 berfokus pada tindakan pencegahan penularan TBC,” ujar dia.

3. Pandemik COVID-19 membuat layanan TBC menurun

Jadi Penyakit Mematikan, Kasus TBC di Indonesia Ranking Ketiga DuniaPara petugas medis melakukan rapid test terhadap beberapa warga di Afrika Selatan. Foto: twitter.com/covid_19info

Meski demikian, Wiendra mengakui, pandemik COVID-19 membuat layanan TBC menurun, baik fasilitas kesehatan yang dialihfungsikan untuk penanganan pasien COVID-19, maupun adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat kader dan petugas kesehatan terkendala.

"Pada triwulan I di 2020, capaian-capaian hasil pengobatan dilaporkan 2020 hanya mencapai sekitar 30 persen dari target 90 persen. Meski demikian Kemenkes yakin di 2030 Indonesia bebas TBC," ungkap dia.

4. Penularan TBC sama dengan COVID-19

Jadi Penyakit Mematikan, Kasus TBC di Indonesia Ranking Ketiga DuniaIlustrasi COVID-19 (IDN Times/Rochmanudin)

Wiendra mengatakan, orang yang menderita TBC bukan menjadi penyakit bawaan yang mudah terjangkit COVID-19. Meski demikian, ia mengakui, TBC menjadi penyakit komorbid yang rentan terinfeksi COVID-19.

"Kasus yang belum ditemukan juga memiliki potensi penularan yang sangat tinggi, sama seperti COVID-19. Penularannya sama-sama dari droplet. Tapi perbedaannya adalah pada diagnosisnya. Kalau COVID-19 dari virus, sedangkan TBC dari kuman atau bakteri," kata dia.

Memperingati HUT ke-75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, IDN Times meluncurkan kampanye #MenjagaIndonesia. Kampanye ini didasarkan atas pengalaman unik dan bersejarah bahwa sebagai bangsa, kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dalam situasi pandemik COVID-19, di saat mana kita bersama-sama harus membentengi diri dari serangan virus berbahaya. Di saat yang sama, banyak hal yang perlu kita jaga sebagai warga bangsa, agar tujuan proklamasi kemerdekaan RI, bisa dicapai.

Baca Juga: Waspada, Tiap Jam 11 Orang Indonesia Meninggal karena TBC

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya