Comscore Tracker

Jakarta akan PSBB Total, Kemensos Tetap Salurkan Bansos

Bansos tambahan menunggu perintah Presiden Jokowi

Jakarta, IDN Times - Kementerian Sosial (Kemensos) belum mengambil kebijakan tertentu terkait kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan menerapkan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Senin (14/9/2020) mendatang.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menegaskan, Kemensos saat ini masih fokus pada bantuan sosial (bansos) yang sudah berjalan, termasuk bansos sembako di DKI Jakarta dan wilayah Botabek.

Juliari mengungkapan, saat ini DKI Jakarta masih memberlakukan status PSBB, sebab status PSBB DKI Jakarta belum dicabut.

“Jadi masih PSBB. Dan yang memutuskan penetapan status PSBB kan Kementerian Kesehatan. Untuk itu, Kementerian Sosial masih fokus pada bantuan sosial (bansos) yang sudah berjalan, termasuk bansos sembako di DKI Jakarta dan Botabek yang berjalan sampai Desember 2020,” ujar Juliari dalam siaran tertulis, Sabtu (12/9/2020).

1. Kementerian Sosial menunggu arahan Presiden Joko Widodo

Jakarta akan PSBB Total, Kemensos Tetap Salurkan BansosMensos Juliari P Batubara cek kualitas bansos Beras di Bulog, Senin (7/9/2020) (Dok. Humas Kemensos)

Jika memang ekspektasinya adalah dibutuhkan tambahan bansos sejalan dengan pengetatan PSBB, maka itu bukan keputusan yang mudah dan membutuhkan kajian mendalam.

Juliari menilai, aspek penting yang perlu dikalkulasi adalah penentuan target bantuan dan juga kesiapan anggaran.

"Dua aspek tersebut membutuhkan telaah mendalam dan koordinasi, jadi ini tidak bisa mendadak. Kementerian Sosial bersikap menunggu arahan Presiden Joko Widodo. Kalau opsinya adalah menambah bansos, kami siap saja. Prinsipnya Kementerian Sosial siap melaksanakan arahan Presiden,” tegasnya.

Baca Juga: Tenang Warga Jakarta, Pak Anies Janjikan Bansos saat PSBB Total

2. Kemensos akan koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta

Jakarta akan PSBB Total, Kemensos Tetap Salurkan BansosMenteri Sosial, Juliari P. Batubara bersama Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso meluncurkan Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk menangani dampak pandemi Covid-19 di Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta di Jakarta (02/09) (Dok. Kemensos)

Juliari memastikan akan ada langkah-langkah koordinasi dengan Pemprov DKI bila Presiden memerintahkan penguatan program jaring pengaman sosial (JPS).

“Kalau memang diputuskan perlu ada kebijakan terbaru, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah,” katanya.

3. Kementerian Sosial meluncurkan program bansos untuk mengurangi dampak pandemik

Jakarta akan PSBB Total, Kemensos Tetap Salurkan BansosPenyaluran bansos ditargetkan selesai 15 Juli (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dalam menanggulangi dampak pandemik, Kementerian Sosial telah meluncurkan program bansos, yakni paket Bansos Presiden atau Bantuan Sosial Sembako (BSS) untuk DKI Jakarta dan Bodetabek, dan Bansos Tunai (BST) untuk di luar Jabodetabek.

Bansos sembako Bantuan Presiden menjangkau 1,9 juta kepala keluarga (KK). Dimana untuk DKI Jakarta menjangkau 1,3 juta KK, dan Bogor Depok, Tangerang, dan Banten yang menjangkau 600.000 KK.

Distribusi BSS ditetapkan senilai Rp600 ribu per KPM per bulan uang mulai didistribusikan sejak 20 April sampai Juni 2020. Namun pada kesempatan awal, Kemensos berkonsentrasi di DKI Jakarta karena status PSBB di DKI Jakarta paling awal.

Baca Juga: Daftar Lengkap Ketentuan di Bandara selama PSBB Diperketat

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya