Comscore Tracker

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan Panas

Masyarakat sekitar gunung tetap waspada

Jakarta, IDN Times - Letak Indonesia yang berada di lingkaran Cincin Api Pasifik membuat Indonesia memiliki gunung aktif yang tersebar di hampir wilayah nusantara. Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi ( PVMBG) merilis kondisi terkini 12 gunung api di Indonesia.

1. Gunungapi Sinabung level Siaga

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan PanasDok.IDN Times/istimewa

Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi ( PVMBG) Kasbani mengatakan Gunungapi Sinabung di Sumatera Utara, sejak 20 Mei 2019, tingkat aktivitas turun menjadi Level III Siaga.

Gunung Sinabung mengalami erupsi sejak tahun 2013. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 9 Juni 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 7000 m.

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 200 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 17-28°C.

Melalui rekaman seismograf pada 20 November 2019 tercatat sudah terjadi
4 kali gempa Hembusan, 1 kali gempa Tornillo, dan 8 kali gempa Tektonik Jauh.

PMVG menyarankan masyarakat tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara,

"Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar," katanya.

2. Gunung Agung Bali terus erupsi

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan PanasDok. IDN Times/Istimewa

Sementara Gunungapi Agung di Bali, lanjut Kasbani, kembali memasuki fase erupsi mulai 21 November 2017 hingga saat ini, setelah beristirahat lebih dari 53 tahun.

Letusan terakhir terjadi pada tanggal 13 Juni 2019 dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati.

"Melalui rekaman seismograf pada 20 November 2019 tercatat 1 kali gempa Vulkanik Dalam dan 6 kali gempa Tektonik Jauh, dan pada pagi tadi mulai pukul 00:00-06:00 WITA tercatat 3 kali gempa Tektonik Jauh," terangnya.

3. Gunung Karangetang alami 190 gempa guguran

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan Panaswikipedia

Gunungapi Karangetang Sulawesi Utara kembali memasuki periode erupsi sejak 25 November 2018. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 25 November 2018 menghasilkan tinggi kolom erupsi 500 m. Warna kolom abu teramati Kelabu.

Kasbani menerangkan Gunung api terlihat saat ini asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50 sampai 150 meter dari puncak.

Sepanjang Minggu kemarin, terdapat empat beberapa aktivitas vulkanik yang tercatat melalui rekaman seismograf, seperti 190 kali gempa guguran, 17 kali gempa embusan, 2 kali gempa Hybrid atau fase banyak.

Ada pula 66 kali gempa tektonik jauh dan tremor menerus dengan amplitudo 0,25-3 milimeter (dominan 2 milimeter).

"Kami menyarankan agar masyarakat, pengunjung, tidak mendekati zona prakiraan bahaya dalam radius 2,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (Kawah Selatan) serta menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan pernapasan saat terjadi hujan abu," imbaunya.

4. Status Gunung Soputan saat ini waspada

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan Panas(Foto hanya ilustrasi) pusatkrisis.kemkes.go.id

Gunungapi Soputan di Sulawesi Utara, mengalami penurunan aktivitas vulkanik sehingga tingkat aktivitasnya diturunkan dari Level Siaga menjadi Level II Waspada terhitung sejak 8 Oktober 2019 pukul 16.00 WITA.

Pengamatan PVMBG saat ini Gunung api tertutup kabut, asap kawah tidak terlihat, sedangkan melalui rekaman seismograf pada 20 November 2019 tercatat, 10 kali gempa Guguran, 8 kali gempa embusan, dan 8 kali gempa Tektonik Jauh.

"Kami sarankan masyarakat tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2.5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran," ujarnya.

Selain itu, waspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan," sarannya.

5. Status Gunung Anak Krakatau masih Waspada

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan PanasANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Sedangkan kondisi Gunungapi Anak Krakatau di Lampung berada di tingkat aktivitas Level II atau Waspada sejak 25 Maret 2019.

Letusan terakhir terjadi pada tanggal 13 November 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 50 m dari dasar kawah. Warna kolom abu teramati putih-hitam tebal.

Berdasarkan pengamatan CCTV Gunung api tertutup kabut, asap putih tipis tebal menyelimuti gunung dengan tinggi 25 sampai 150 m dari kawah.

Sedangkan gempa, melalui rekaman seismograf pada 20 November 2019 tercatat terjadi 1 kali gempa Low Frequency dan Tremor Menerus dengan amplitudo 1 sampai 5 mm (dominan 1 mm).

"Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah," ucapnya.

6. Masyarakat sekitar Gunung Merapi antisipasi luncuran awan panas

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan PanasANTARA FOTO/Agus Sarnyata

Kondisi Gunungapi Merapi di Jawa Tengah berada di tingkat aktivitas Level II atau Waspada. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 17 November 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 1000 m dari puncak. Warna kolom abu teramati Kelabu.

Saat ini, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut, asap kawah tidak teramati. Melalui rekaman seismograf pada 20 November 2019 tercatat, 5 kali gempa Letusan 1 kali gempa Vulkanik Dangkal 2 kali gempa Tektonik Jauh

Kasbani mengingatkan potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

"Masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik darikejadian awanpanas maupun letusan eksplosif serta bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak G. Merapi," ucapnya

Informasi aktivitas Gunung Merapi dapat diakses melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 Mhz, melalui telepon (0274) 514180/514192, website www.merapi.bgl.esdm.go.id, dan media sosial BPPTKG (facebook: infobpptkg, twiter: @bpptkg)

7.Gunung Dukono juga berstatus waspada

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan Panas(Foto hanya ilustrasi) Pixabay/violetta

Gunungapi Dukono di Maluku Utara saat ini tingkat aktivitas Level II atau Waspada. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 16 November 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 600 m.

Kondisi gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut, asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal tinggi sekitar 25 sampai 50 meter dari puncak.

Melalui rekaman seismograf pada 20 November 2019 tercatat sudah
436 kali gempa dengan embusan Tremor Menerus, amplitudo 0.5-3 mm .

"Masyarakat tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km, serta selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan," terangnya.

8. Status Gunung Ibu Level II

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan Panas(Foto hanya ilustrasi) wikipedia

Gunungapi Ibu di Maluku Utara mengalami tingkat aktivitas Level II atau Waspada. Saat ini Gunung api terlihat tertutup kabut dengan asap berwarna putih dan kelabu.

Melalui rekaman seismograf pada 20 November 2019 tercatat sudah 67 kali gempa Letusan, 63 kali gempa Hembusan, 13 kali gempa Guguran
37 kali tremor Harmonik, 4 kali gempa Tektonik Jauh.


"Masyarakat agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif," imbaunya.

 

9. Masyarakat sekitar Gunung Gamalama waspadai potensi aliran lahar

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan PanasDokumentasi pribadi

Gunungapi Gamalama di Maluku Utara memasuki Tingkat aktivitas Level II atau Waspada. Letusannya hampir selalu bersifat magmatik. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 04 Oktober 2018 menghasilkan tinggi kolom erupsi 250 meter.

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut, asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tebal sekitar 10 sampai 150 meter dari puncak.

Melalui rekaman seismograf pada 20 November 2019 tercatat sudah 1 kali gempa Hembusan, 2 kali gempa Vulkanik Dalam, dan 22 kali gempa Tektonik Jauh.

"Masyarakat di agar tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari kawah puncak G.Gamalama, serta, waspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar," ujarnya

10. Jalur Penerbangan hindari Gunung Kerinci

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan PanasPesawat di Bandara Soekarno-Hatta. IDN Times/Hana Adi Perdana

Gunungapi Kerinci di Jambi, Sumatera Barat menunjukkan tingkat aktivitas Level II atau Waspada. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 30 Maret 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 600 meter.

Saat ini, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut, asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50 sampai 100 meter dari puncak.

Melalui rekaman seismograf pada 20 November 2019 tercatat sudah
-146 kali gempa embusan, dan Tremor Menerus, serta amplitudo 0.5-3 mm (dominan 1 mm).

"Masyarakat di sekitar Gunungapi Kerinci tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di puncak gunungapi kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif. Sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunungapi Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan," sarannya.

11. Tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan PanasHumas BNPB

Sementara Gunungapi Bromo di Jawa Timur saat ini tingkat aktivitas Level II atau Waspada. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 19 Juli 2019 dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Melalui rekaman seismograf pada 20 November 2019 tercatat sudah terjadi Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm).

"Masyarakat di sekitar, pengujung,wisatawan dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo," ujarnya

12. Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak Gunung Slamet

Kabar Terkini 12 Gunung Api di Indonesia, Waspada Lahar dan Awan PanasANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Gunungapi Slamet di Jawa Tengah, tingkat aktivitas Level II atau Waspada. Pada 9 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB, rekaman kegempaan dan deformasi terdeteksi mengalami kenaikan pada Juni 2019.

Saat ini gunung api tertutup kabut, asap kawah tidak teramati. Melalui rekaman seismograf pada 20 November 2019 tercatat sudah 118 kali gempa embusan,
Tremor Menerus, amplitudo 0.5-3 mm (dominan 2 mm).

"Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada atau beraktivitas dalam radius 2km dari kawah puncak Gunung Slamet," imbaunya.

Baca Juga: Begini Kronologi Meletusnya Gunung Merapi yang Semburkan Awan Panas

Topic:

  • Dwi Agustiar

Just For You