Comscore Tracker

Kasus Balita Tewas Tanpa Kepala, Komnas Anak Duga Pelaku Profesional

Komnas anak minta polisi bongkar pelaku

Jakarta, IDN Times - Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak membongkar praktik penjualan organ anak yang kembali meresahkan. Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, menduga kasus kematian balita di Samarinda, Kalimatan Timur, yang ditemukan tanpa organ tubuh vital melibatkan kalangan profesional.

"Jika di Samarinda bukan orang yang tidak tahu tahu medis tapi orang profesional. Kami minta Polda bongkar, dikejar jangan cuma prihatin saja," tegasnya di Balai BRSAMPK HANDAYANI, Jl. PPA Bambu Apus, Cipayung, Bambu Apus, Jakarta Timur Senin (17/2).

1. Komnas Anak sudah memberikan warning lima tahun lalu

Kasus Balita Tewas Tanpa Kepala, Komnas Anak Duga Pelaku ProfesionalKetua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait di BRSAMPK Handayani. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Arist mengingatkan saat ini kasus penjualan organ harus menjadi perhatian pemerintah. Terlebih, Komnas HAM sudah memberikan peringatan bahwa kasus tersebut terjadi meski tidak ada bukti yang kuat.

"Kami sudah memberikan warning sejak lima tahun lalu, walaupun belum ada bukti (pelaku) ditangkap polisi, bahwa ada orang yang menghilangkan organ tubuh," katanya.

2. Komnas Anak yakin ada praktik penjualan organ meski belum ada bukti

Kasus Balita Tewas Tanpa Kepala, Komnas Anak Duga Pelaku ProfesionalHotman Paris (kanan) saat menerima Melisari (tengah) di Warkop Johny, Jakarta pada Sabtu 15 Februari 2020 (instagram/hotmanparrisofficial)

Aris mengungkapkan kasus serupa juga pernah terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Dia menceritakan saat itu seorang anak hasil pernikahan dari pria arab dan Tenaga Kerja Wanita pun ditemukan tewas dalam keadaan mata dan jantung hilang.

"Kemungkinan ada penjualan tubuh tapi Komnas anak belum pernah ada buktinya," ujarnya.

3. Pelaku paham soal medis

Kasus Balita Tewas Tanpa Kepala, Komnas Anak Duga Pelaku ProfesionalIlustrasi kekerasan anak (IDN Times/Arief Rahmat)

Aktivis kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara ini juga mengaitkan kasus 903 aborsi aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Jakarta Pusat jiga dilakukan oleh dokter.

"Jadi yang melakukan tahu medis juga," ulangnya.

4. Penemuan balita tanpa kepala gegerkan Samarinda

Kasus Balita Tewas Tanpa Kepala, Komnas Anak Duga Pelaku ProfesionalSalat berjamaah di PAUD Jannatul Athfaal, Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

Seperti diketahui kasus penemuan balita tanpa kepala telah bikin geger warga Samarinda. Maklum saja saat ditemukan pada 8 Desember 2019 lalu di eks Sungai Karang Asam, Jalan Pangeran Antasari II, Gang 3, Samarinda Ulu, selain tanpa kepala, bocah malang itu juga kehilangan sejumlah organ tubuh, mulai dari kepala, tangan hingga kedua telapak kakinya. Bahkan sebagian tulang bagian dadanya tampak keluar.

Balita tanpa kepala itu menggunakan baju berwarna merah dengan lengan hitam pendek bertuliskan monas, sedangkan celananya berwarna putih bermotif kuning. 

5. Balita tanpa kepala itu diakui sebagai Ahmad Yusuf Ghazali (4) yang menghilang dari PAUD Jannatul Athfaal

Kasus Balita Tewas Tanpa Kepala, Komnas Anak Duga Pelaku ProfesionalSalat berjamaah di PAUD Jannatul Athfaal, Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

Belakangan, balita tanpa kepala itu diakui sebagai Ahmad Yusuf Ghazali (4) yang menghilang dari PAUD Jannatul Athfaal, Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu pada 22 November 2019.

Itu setelah kedua orang tua Yusuf, Melisari (30) dan Bambang Sulistyo (40) menerima kabar dari medikus forensik yang melakukan pemeriksaan awal.

Polisi tak langsung percaya dengan dugaan awal tersebut, itu sebabnya uji Deoxyribonucleic Acid (DNA) dilakukan. Setelah menunggu tiga pekan lebih, polisi mendapatkan hasil uji DNA tersebut.

"Sudah kami kantongi," ujar Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu M. Ridwan pada Selasa (21/1) malam.

Baca Juga: Komplotan Penculik Anak Duren Sawit Jual Balita Rp2 Juta di Facebook

Topic:

  • Dini Suciatiningrum
  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya