Comscore Tracker

Ketum PP Muhammadiyah: Pandemik Belum Berakhir, Jangan Bikin Masalah

Milad ke-108 Muhammadiyah di tengah pandemik

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan bahwa pandemik COVID-19 belum berakhir, untuk itu dia meminta agar masyarakat, khususnya jemaah Muhammadiyah, tetap waspada dan disiplin.

"Jangan bertindak semaunya jika belum mampu memberikan solusi, setidaknya jangan bikin masalah yang membuat mata rantai penularan terus meluas dan mengancam keselamatan jiwa," ujarnya dalam resepsi Milad ke-108 Muhammadiyah dilansir dari TvMu, Rabu (18/11/2020).

1. Kadang ada orang-orang yang sesat atas nama Islam

Ketum PP Muhammadiyah: Pandemik Belum Berakhir, Jangan Bikin MasalahResepsi Milad ke-108 Muhammadiyah pada Rabu (18/11/2020) (Tangkap Layar/Youtube.com/tvMU Channel)

Haedar menegaskan bahwa Allah SWT melarang siapapun yang membuat kerusakan sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-A’râf : 56: "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya,".

"Meskipun dalam praktiknya kadang terdapat orang-orang yang sesat atas nama Islam sehingga kehidupan menjadi rusak," ujarnya.

Baca Juga: HUT ke-108 Muhammadiyah, Jokowi Ajak Sosialisasikan Vaksin COVID-19

2. Haedar pesan agar jemaah Muhammadiyah jadi teladan

Ketum PP Muhammadiyah: Pandemik Belum Berakhir, Jangan Bikin MasalahIlustrasi Logo Muhammadiyah (Website/muhammadiyah.or.id)

Untuk itu, Haedar berpesan pada umat Islam Muhammadiyah agar menjadi teladan dan menyebarkan kebaikan seperti Nabi Muhammad SAW.

"Jika mengaku pengikut Nabi Muhammad ikutlah teladan Nabi Muhammad yang membawa visi menyempurnakan dan mempraktikkan akhlak mulia, sekaligus menyebarkan kebaikan bagi alam bagi alam semesta," imbuhnya.

3. Tenaga kesehatan yang meninggal melawan pandemik COVID-19 jadi pahlawan

Ketum PP Muhammadiyah: Pandemik Belum Berakhir, Jangan Bikin MasalahIlustrasi uji swab. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Tidak lupa, Haedar turut menyampaikan duka cita kepada tenaga kesehatan yang meninggal melawan pandemik COVID-19.

"Telah banyak korban terkonfirmasi positif dan meninggal lebih dari 189 negara termasuk Indonesia, bahkan tenaga kesehatan dokter menjadi syahid dan pahlawan untuk itu kami sampaikan bela sungkawa dan duka cita," ujarnya.

Baca Juga: Ma’ruf Amin Minta Muhammadiyah Terus Berperan Atasi Pandemik COVID-19

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya