Kronologi Jemaah Haji Kloter Jakarta Wafat saat Tiba di Madinah

Suhati mempunyai riwayat penyakit jantung

Jakarta, IDN Times - Seorang jemaah calon haji Indonesia meninggal dunia begitu mendarat di Arab Saudi. Jemaah haji bernama Suhati Rahmat Ali ini mempunyai riwayat penyakit jantung dan hipertensi.

Kepala Daker Bandara Haryanto mengatakan, Suhati merupakan jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 1).

“Almarhumah wafat setelah mendapat perawatan di poliklinik Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah,” ujarnya melalui siaran tertulis, Minggu (6/5/2022).

Baca Juga: Satu Jemaah Haji Meninggal Setiba di Madinah, Ini Identitasnya

1. Suhati merasakan sakit saat tiba di bandara

Kronologi Jemaah Haji Kloter Jakarta Wafat saat Tiba di MadinahIlustrasi jemaah calon haji Indonesia (IDN Times/Umi Kalsum)

Haryanto menceritakan, pesawat dengan kloter 1 embarkasi JKG 1 tersebut mendarat di Bandara AMAA Madinah sekitar pukul 13.00 waktu Arab Saudi, Sabtu (5/6/2022).

Setelah melewati proses imigrasi dan pemindaian barang bawaan, Suhati merasakan sakit, sehingga dibawa ke klinik yang ada di Bandara Madinah.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan di Bandara Madinah dan poliklinik bandara, selang beberapa saat kami menerima informasi bahwa jemaah tersebut wafat,” terang Haryanto.

2. Suhati mengalami gangguan serangan jantung

Kronologi Jemaah Haji Kloter Jakarta Wafat saat Tiba di MadinahIlustrasi jemaah calon haji Indonesia (IDN Times/Umi Kalsum)

Sementara, Kepala Pos Kesehatan Daker Bandara Agus Sultoni, menjelaskan menurut keterangan dokter klinik bandara yang menangani, Suhati mengalami gangguan serangan jantung.

“Tadi sempat diperlihatkan gambar irama jantung yang memang tidak teratur,” katanya.

Baca Juga: Sebanyak 3.169 Jemaah Haji Terbang ke Arab Saudi Hari Ini

3. Seluruh jemaah yang wafat di Arab Saudi akan dibadalhajikan

Kronologi Jemaah Haji Kloter Jakarta Wafat saat Tiba di MadinahIlustrasi dokumen paspor calon jemaah haji. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ahmad Abdullah, mengatakan pemerintah hanya akan merilis data jemaah wafat yang telah ke luar COD-nya (Certificate of dead) dari pihak berwenang.

“Seluruh jemaah yang wafat di Arab Saudi akan dibadalhajikan,” katanya.

Topik:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya