Comscore Tracker

Miris, 3 Bocah Telantar Disiksa Koordinator Jika Tidak Mencuri 

"Saya disuruh mabuk, nyabu, aku gak mau, aku mau sekolah"

Jakarta, IDN Times - Tiga anak telantar yang ditemukan di kolong jembatan Pasar Pagi Tambora Jakarta Barat mengaku mengalami kekerasan fisik bila tidak mencuri oleh dua pemuda yang menjadi koordinatornya.

“Kekerasan fisik dari yang menyuruh menurut pengakuan memang ada,” ujar petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Amelia Saputri, dilansir dari ANTARA, Kamis (12/11/2020).

1. RR dipukuli jika tidak mau mencuri

Miris, 3 Bocah Telantar Disiksa Koordinator Jika Tidak Mencuri Ilustrasi Kekerasan pada Anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Tiga bocah yang ditangani petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Barat yakni anak laki-laki berinisial RR (10) dan adik laki-lakinya  RM (9), serta anak perempuan berinisial N (5).

RR  yang kini diamankan di GOR Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku dipaksa mencuri oleh dua orang pemuda yang menjadi koordinatornya, namun karena aksinya gagal dia mendapat kekerasan fisik.

“Pernah disuruh nyolong motor mainan, ketahuan CCTV, kalau enggak mau maling ditinggalin, terus digebukin. Pernah digebukin di tempat gelap,” ujar RR.

Baca Juga: Eksploitasi Seksual Anak Terbongkar, Pemerintah Diminta Awasi Bar-Kafe

2. Bocah perempuan paling kecil dibotaki karena tidak menuruti pelaku

Miris, 3 Bocah Telantar Disiksa Koordinator Jika Tidak Mencuri Ilustrasi anak-anak (IDN Times/Aryodamar)

Tak hanya itu, RR juga dipotong rambutnya jika tidak mengindahkan suruhan dari dua pemuda jalanan dengan tato bintang di pelipisnya.

Hal tersebut juga tampak dari anak perempuan berinisial N, saat ditemui di GOR Cengkareng, tampak potongan rambut tidak rata, bahkan cenderung hampir botak di beberapa tempat.

“Rambutnya dipotong sama yang punya tato tadi (pemuda jalanan),” kata dia.

3. Disundut rokok hingga dipaksa pakai narkoba

Miris, 3 Bocah Telantar Disiksa Koordinator Jika Tidak Mencuri Ilustrasi Kekerasan pada Anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Tubuh RR pun penuh luka melepuh di tangan dan kaki akibat sundutan rokok. Sementara dahi N terdapat luka mengering dari tusukan benda tajam.

Menurut keterangan yang dihimpun, hampir sebulan lamanya ketiga anak terlantar tersebut mengikuti dua pemuda tersebut untuk hidup. Mereka kerap dipaksa mabuk, memakai sabu, namun mereka menolak.

“Saya disuruh mabuk, disuruh nyabu (memakai sabu). Aku enggak mau nyabu, aku mau sekolah,” ujar RM.

4. Tiga anak ditemukan menangis di bawah kolong jembatan Tambora

Miris, 3 Bocah Telantar Disiksa Koordinator Jika Tidak Mencuri Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Sebelumnya, tiga anak diduga korban eksploitasi jalanan, ditemukan menangis di bawah kolong jembatan Pasar Pagi, Tambora, Jakarta Barat, Senin (9/11) pagi.

“Ketiga anak kecil tersebut mengaku disuruh 'ngelem' (menghirup lem), merokok dan minum-minuman keras, mengemis dan mencuri oleh anak remaja,” ujar Koordinator Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudinsos, Jakarta Barat, Amirullah.

Baca Juga: Gara-gara Mi-Chat, Dua Pelajar Bekasi Diduga Jadi Korban Eksploitasi

Topic:

  • Dwifantya Aquina
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya