Comscore Tracker

Pemuda di Jakarta Meninggal Usai Vaksinasi, Ini Respons Kemenkes

Komnas KIPI sedang lakukan investigasi

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan masih menunggu hasil investigasi Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) terkait meninggalnya warga Buaran, Jakarta Timur, sehari setelah disuntik vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi tidak ingin berspekulasi dan mengambil kesimpulan sebelum ada hasil dari Komnas KIPI.

"Sedang dikaji Komnas KIPI dan Komda KIPI ya, kita sedang tunggu hasilnya, kita tunggu aja" ujar Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi  saat dihubungi IDN Times, Senin (10/5/2021).

1. Komnas KIPI akan lakukan investigasi

Pemuda di Jakarta Meninggal Usai Vaksinasi, Ini Respons KemenkesVaksin AstraZeneca yang diberikan kepada warga di Kecamatan Jombang, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI)  Hindra Irawan Satari mengatakan pihaknya belum mendapatkan cukup bukti untuk mengaitkan kejadian itu dengan vaksinasi.

“Komnas bersama Komda DKI sudah audit bersama pada Jumat yang lalu, dan internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi. Oleh karena itu masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga: Kronologi Pemuda di Jakarta Meninggal Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

2. Seorang pemuda warga Buaran meninggal dunia usai divaksinasi

Pemuda di Jakarta Meninggal Usai Vaksinasi, Ini Respons KemenkesVaksinasi COVID-19 perdana di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/1/2021) (Instagram/Anies Baswedan)

Diketahui, seorang pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus, warga Buaran, Jakarta Timur, meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin COVID-19. Vaksin yang diterima oleh pegawai outsourcing di PT Pegadaian itu merupakan buatan AstraZeneca.

Kakak Trio, Viki, mengungkapkan adiknya mendapatkan vaksin AstraZeneca pada Rabu (5/5/2021). Ini merupakan vaksinasi dosis pertama bagi Trio.

Nahas, sekitar 24 jam kemudian atau pada Kamis (6/5/2021), pemuda berusia 22 tahun tersebut harus berpulang.

"Sangat cepat, 1x24 jam mungkin kurang gitu," kata Viki saat dihubungi IDN Times, Senin (10/5/2021).

3. Trio dapatkan vaksin AstraZeneca

Pemuda di Jakarta Meninggal Usai Vaksinasi, Ini Respons KemenkesVaksinasi di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (5/5/2021). (IDN Times/Herka Yanis).

Viki mengaku kronologi yang didapatkannya berasal dari keluarga, karena saat kejadian masih berada di Bali. Pada Rabu (5/5/2021) sore, ia menceritakan, Trio pulang ke rumah setelah bekerja.

Trio saat itu menceritakan kepada keluarga sudah mendapatkan vaksin COVID-19 AstraZeneca.

"Di hari yang sama, berdasarkan cerita temen-temennya, memang benar dia divaksin karena dia posting, vaksin nih," kata Viki.

4. Trio keluhkan demam dan sakit kepala sebelum meninggal dunia

Pemuda di Jakarta Meninggal Usai Vaksinasi, Ini Respons KemenkesVaksin Astrazeneca (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Namun, tak berselang lama, Trio mulai mengeluhkan demam tinggi, sakit kepala dan pegal di sekujur tubuh. Hal itu dikeluhkannya kepada sang ibu.

Viki mengatakan, Trio saat itu masih menganggap sakit yang dirasakan merupakan efek samping dari vaksin COVID-19 AstraZeneca.

"Singkat cerita, orang tua sempat menawarkan obat analgesic (pereda nyeri), tapi ditolak oleh almarhum karena dia takut habis divaksin," kata dia.

"Di situ sudah mulai ngelantur, bahwa dia bilang almarhum neneknya sudah menunggu, "gak usah Mah, saya takut karena habis vaksin, dan kasihan si Nyai (nenek) sudah nungguin saya"," imbuhnya.

Selanjutnya, pada Kamis (6/5/2021) pagi, Viki mengatakan adiknya masih mengalami demam tinggi. Trio, yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, saat itu meminta adiknya memijat.

"Sampai akhirnya, dia (Trio) tuh mengalami sakit kepala yang lebih luar biasa lagi. Dan dia sempat mengeluh, berteriak, "aduh Mah, sakit banget". Gak lama kemudian dia mengalami syok, seperti kejang dan napas yang megap-megap," kata Viki.

Pihak keluarga pun membawa Trio ke rumah sakit terdekat dari rumah mereka, yakni RSB Asta Nugraha. Ia menceritakan pihak RS sempat ragu memeriksa Trio karena setelah divaksin. Mereka juga hendak merujuknya ke RS yang lebih besar.

"Selang beberapa menit, ada dokter yang memeriksa dia, dan dinyatakan bahwa almarhum sudah meninggal dunia," ungkap Viki.

Baca Juga: Vaksin Gak Bikin Kebal COVID-19 Loh! Jadi Jangan Mudik Ya

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya