Comscore Tracker

PERSI: Alhamdulilah, Pasien COVID-19 di RS Hanya Hitungan Jari

Rumah sakit sudah bisa terima pasien non COVID-19

Jakarta, IDN Times - Penurunan kasus COVID-19 akhir-akhir ini berdampak pada kondisi rumah sakit saat ini. Sekretaris Jenderal Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia G. Partakusuma mengatakan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) untuk pasien COVID-19 di bawah 10 persen.

"Alhamdulilah hampir rumah sakit baik di daerah maupun nasional di seluruh Indonesai hampir semua menyampaikan keterisian tempat tidur covid rendah, boleh dibilang hanya hitungan jari. Namun jika dirata-rata secara keseluruhan di bawah 10 persen," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Rabu (13/10/2021) malam.

Baca Juga: Rumah Sakit Rujukan RSUD Banten Catat Nol Pasien COVID-19

1. Rumah sakit COVID-19 sudah terima pasien umum

PERSI: Alhamdulilah, Pasien COVID-19 di RS Hanya Hitungan JariPos Pemantauan RSPI Sulianti Saroso (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Lia menambahkan saat ini rumah sakit yang sebelumnya digunakan khusus untuk pasien COVID-19 juga sudah menerima pasien non COVID-19.

"RS Sulianti Saroso, RS Pasar Minggu yang sebelumnya untuk COVID sudah dibuka untuk non covid," ujarnya.

Baca Juga: Pasien COVID-19 Tersisa 21 Kasus, Penajam Menuju Zona Kuning

2. Ruangan isolasi untuk pasien non COVID-19

PERSI: Alhamdulilah, Pasien COVID-19 di RS Hanya Hitungan JariIlustrasi ruang isolasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Begitu juga dengan ruangan isolasi untuk pasien COVID-19, Lia menuturkan sebagian besar rumah sakit sudah mengkonversi tempat tidur pasien COVID-19 untuk pasien non COVID-19.

"Tidak semua ruangan juga dikonversikan namun disisakan sebab saat ini masih ada pasien COVID-19 meski jumlah tidak banyak, selain itu biasanya rumah sakit menyisakan 10 persen tempat tidur isolasi agar tetap siaga, meski berharap jangan sampai terjadi lonjakan kasus," katanya.

3. Rumah sakit tetap waspada kenaikan kasus COVID-19

PERSI: Alhamdulilah, Pasien COVID-19 di RS Hanya Hitungan JariPetugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruangan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi.

Meski demikian, Lia mengatakan rumah sakit tetap waspada dengan menyiapkan logistik, obat untuk pasien COVID-19, oksigen dan tenaga kesehatan jika terjadi lonjakan kasus.

"Kita terus waspada juga dengan menerapkan screening yang ketat bagi pengunjung yang masuk ke rumah sakit, mulai pengukuran suhu juga alur pelayanan, melaksanakan protokol kesehatan," imbuhnya.

 

Baca Juga: Kasus COVID-19 di Sulsel Terus Menurun, tapi Waspada Gelombang Ketiga

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya