Pesan Menyentuh Mensos Risma soal Kasus Pembunuhan Anak di Makassar

Tidak ada sesuatu di dunia yang didapatkan dengan cuma-cuma

Jakarta, IDN Times - Suasana lobby di Gedung Kementerian Sosial seketika hening saat Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta waktu untuk berbicara.

Mata Risma mulai berkaca-kaca saat menanggapi kejadian seorang pemuda di Makassar yang nekat membunuh seorang anak karena tergiur iklan jual beli organ manusia.

"Jadi begini, saya boleh ngomong ya, anak-anakku semuanya, tidak ada sesuatu di dunia pun itu kita dapatkan sesuatu dengan cuma-cuma, tidak ada. Karena itu kenapa kalian sekolah, kenapa kita harus belajar, itu untuk bisa dapatkan sesuatu itu, bisa capai cita-cita itu," ungkapnya, Jumat (13/1/2023).

Baca Juga: 7 Fakta Kasus Penculikan dan Pembunuhan Anak di Makassar

1. Jika ingin mendapatkan sesuatu harus kerja keras

Pesan Menyentuh Mensos Risma soal Kasus Pembunuhan Anak di MakassarIlustrasi Bekerja Redaksi (IDN Times/Panji Galih Aksoro)

Risma berpesan bahwa jika ingin mendapatkan sesuatu, maka harus dilakukan dengan bekerja keras, bukan dengan cara-cara yang merugikan orang lain, apalagi sampai membunuh.

"Kita tidak boleh mengambil hak kita apalagi sampai membunuh, gak boleh, mengambil saja barang kita yang bukan hak kita itu gak boleh. Itu di dalam agama maupun di dalam kita hubungannya dengan manusia gak boleh," terangnya.

Baca Juga: Dua Pelaku Penculikan-Pembunuhan Anak di Makassar Ditangkap

2. Jangan ada lagi peristiwa serupa

Pesan Menyentuh Mensos Risma soal Kasus Pembunuhan Anak di MakassarIlustrasi Garis Polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Risma berharap jangan ada lagi peristiwa serupa, apabila bergadapan dengan hukum makan masa depan juga terancam.

"Jangan sampai ada terulang lagi seperti itu karena kalian akan rugi, kalian akan berhadapan dengan hukum," tegasnya.

Baca Juga: Terdakwa Pembunuhan Pegawai Dishub Makassar Divonis 13 Tahun Penjara

3. Dua pelajar nekat bunuh anak tergiur jual beli organ

Pesan Menyentuh Mensos Risma soal Kasus Pembunuhan Anak di MakassarIlustrasi Mobil jenazah (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dua terduga pelaku penculikan dan pembunuhan seorang anak umur 11 tahun di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih berstatus pelajar. Mereka kini ditahan di Polrestabes Makassar.

Kedua pelaku berinisial AD (17) dan AF (14). Mereka terlibat kasus penculikan dan pembunuhan korban Muh. Fadli Sadewa. Para pelaku itu ditangkap tim Reskrim Polsek Panakkukang di dua lokasi, yaitu Jalan Batua Raya 7 dan Jalan Ujung Bori, Selasa pagi.

 

4. Jual beli organ tubuh manusia dengan nilai fantastis di internet

Pesan Menyentuh Mensos Risma soal Kasus Pembunuhan Anak di MakassarIlustrasi Wanita Bekerja (IDN Times/Dwi Agustiar)

Berdasarkan interogasi sementara, kedua pelaku atau tersangka mengakui perbuatannya. Hal itu dilakukan mereka setelah melihat sebuah situs luar negeri di internet terkait jual beli organ tubuh manusia dengan nilai fantastis.

Dari konten itulah, kedua pelaku nekat menculik korban yang diketahui merupakan teman sendiri dengan cara mengiming-imingi korban uang Rp50 ribu setelah membersihan rumah AD. Tapi yang terjadi korban diculik dan dbunuh.

"Jadi tersangka mengkonsumsi konten negatif di internet tentang jual beli organ tubuh. Rencanya organ dari anak yang dia bunuh ini mau dijual, itu dilihat dari aspek sosiologis tentang bagaimana pergaulannya," terang Kombes Budhi.

Topik:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya