Stiker Tak Penuhi Standar Keselamatan Kebakaran Hotel Treva Dicabut 

Semua bangunan wajib miliki proteksi kebakaran

Jakarta, IDN Times - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) DKI Jakarta mencabut stiker tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran di Hotel Treva Internasional, Menteng, Jakarta Pusat.

Pencabutan stiker yang terpasang di Hotel Treva International merupakan penegakan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran.

"Pencabutan stiker karena bangunan tersebut dinyatakan sudah memenuhi standar keselamatan kebakaran," ujar Kepala Dinas Gulkarmat DKI, Satriadi Gunawan, dalam siaran tertulis, Rabu (18/1/2023).

1. Hotel Treva sempat dijatuhi sanksi administratif pada September 2022

Stiker Tak Penuhi Standar Keselamatan Kebakaran Hotel Treva Dicabut Dinas Gulkarmat DKI cabut stiker di Hotel Treva. (dok. Humas Pemprov DKI Jakarta)

Sebelumnya, pada September 2022 lalu, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta menindak Hotel Treva Internasional dengan Surat Peringatan (SP) ke-II dengan memberikan sanksi administratif.

Sanksi tersebut berupa penempelan stiker yang bertuliskan "Bangunan Ini Tidak Memenuhi Keselamatan Kebakaran".

Baca Juga: Miris! Pemadam Kebakaran DKI Ngeluh Banyak Kopling Hidran Dicuri

2. Gedung tinggi diharapkan peduli proteksi dari kebakaran

Stiker Tak Penuhi Standar Keselamatan Kebakaran Hotel Treva Dicabut Dinas Gulkarmat DKI cabut stiker di Hotel Treva. (dok. Humas Pemprov DKI Jakarta)

Satriadi menerangkan berdasarkan pemeriksaan di lapangan saat itu, bangunan tersebut tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran yang mengacu pada pasal 50 ayat 3 dan pasal 59, Perda DKI Nomor 8 Tahun 2008. 

"Harapan kita mudah-mudahan ke depannya setelah ada kegiatan ini, gedung-gedung tinggi di Jakarta, semakin peduli masalah proses kebakarannya," terangnya.

3. Pengelola gedung di Jakarta diiimbau menjaga sistem keselamatan kebakaran

Stiker Tak Penuhi Standar Keselamatan Kebakaran Hotel Treva Dicabut Ilustrasi Alat Pemadam Api Ringan (Apar). (ANTARA/Risky Andrianto)

Sistem proteksi kebakakan yang sudah diperbaiki oleh Hotel Treva International, yaitu sistem pipa tegak dan selang kebakaran serta hidran halaman, sambungan pemadam kebakaran (Siamesse Connection), saklar aliran air (Flow Switch), sistem deteksi dan alarm kebakaran, sistem komunikasi darurat, lift kebakaran, sistem pengendali asap atau kipas penekan asap (Pressurized fan), petunjuk arah darurat (Exit sign), dan pencahayaan darurat (Emergency Lamp).

Lebih lanjut, Satriadi turut mengimbau kepada seluruh pengelola gedung di Jakarta untuk berkomitmen dalam menjaga dan mengelola sistem keselamatan kebakaran. 

Sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran terkait bangunan gedung, pemilik wajib menyediakan proteksi kebakaran meliputi:

1. Alat pemadam api ringan;

2. Sistem deteksi dan alarm kebakaran;

3. Sistem pipa tegak dan selang kebakaran serta hidran halaman;

4. Sistem springkler otomatis;

5. Sistem pengendali asap;

6. Lift kebakaran;

7. Pencahayaan darurat;

8. Penunjuk arah darurat;

9. Sistem pasokan daya listrik darurat;

10. Pusat pengendali kebakaran; dan

11. Instalasi pemadam khusus.

Baca Juga: BPBD DKI Catat Ada 1.409 Bencana Sepanjang 2022, Mayoritas Kebakaran 

Topik:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya