Comscore Tracker

Tanda-Tanda Munculnya Varian Baru COVID yang Bisa Picu Gelombang Baru

Kemenkes imbau masyarakat tetap waspada

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada mengingat situasi global saat ini.

Nadia mengatakan, jika terdapat klaster COVID-19 pada orang yang telah divaksinasi maka kondisi tersebut menjadi pertanda munculnya varian baru virus corona.

''Selalu waspada, jika ada peningkatan kasus yang tidak biasa atau klaster-klaster besar, atau peningkatan kasus pada orang yang telah divaksinasi atau peningkatan keparahan pada pasien COVID-19, dapat menjadi penanda awal adanya risiko varian-varian baru virus COVID-19,'' ujar Nadia dalam siaran tertulis yang dikutip dari laman kemkes.go.id, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Cegah Omicron, WNA dan WNI Masuk RI Wajib Karantina 10 Hari

1. Upaya agar tidak muncul varian baru

Tanda-Tanda Munculnya Varian Baru COVID yang Bisa Picu Gelombang BaruSeorang peserta vaksinasi COVID-19 tengah diperiksa kondisi kesehatannya (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)

Nadia mengungkapkan berbagai upaya yang harus dilakukan agar varian baru tidak muncul yaitu, pertama memastikan protokol kesehatan selalu diterapkan meskipun sudah divaksinasi. Kedua, upaya penemuan kasus yang dilanjutkan dengan pemeriksaan jenis varian.

"Ketiga, perkuat pelacakan kontak dan investigasi kasus-kasus yang berkelompok (atau klaster), dan keempat meningkatkan serta percepatan cakupan vaksinasi," imbuhnya.

2. Varian baru bisa muncul dan picu gelombang baru COVID-19

Tanda-Tanda Munculnya Varian Baru COVID yang Bisa Picu Gelombang BaruPetugas keamanan berkoordinasi melalui radio di Rumah Susun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (15/6/2021). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Nadia mengatakan, saat ini terjadi penurunan kasus baru mingguan sebesar 1 persen dan penurunan jumlah kematian sebesar 14 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Berdasarkan situasi transmisi dan kapasitas respons secara nasional, Indonesia masuk dalam kategori transmisi komunitas level 1 dengan kapasitas respons sedang dan vaksinasi sedang.

''Tapi tentu situasi ini sangat dinamis, sehingga perlu kita monitor terus menerus dan menerapkan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan tingkat situasi ini. Apalagi dengan situasi saat ini di mana mobilitas dan interaksi antar orang semakin tinggi dan munculnya varian-varian baru, yang dapat sewaktu-waktu memunculkan gelombang baru di kemudian hari,'' ujar Nadia.

3. Pemerintah kejar vaksinasi lengkap sampai 60 persen

Tanda-Tanda Munculnya Varian Baru COVID yang Bisa Picu Gelombang BaruIlustrasi Vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Uni Lubis)

Khusus untuk vaksinasi, lanjut Nadia, saat ini laju penyuntikan vaksinasi harian harus ditingkatkan mengingat hari efektif pelayanan vaksinasi di bulan Desember lebih sedikit.

Pemerintah melalui Kemenkes menargetkan capaian vaksinasi dosis 1 pada akhir tahun sebesar 80 persen, dan dosis lengkap sebanyak 60 persen dapat tercapai.

Baca Juga: [LINIMASA-3] Perkembangan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya