Comscore Tracker

[UPDATE] Data Lengkap Kasus Virus Corona di Indonesia Per 5 Juli 2020

#NormalBaru dan #HidupBersamaCorona

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, kasus positif virus corona hari ini bertambah 1.607 orang, sehingga total kasus positif secara akumulatif menjadi 63.749 orang. 

Pemeriksaan spesimen per hari ini, Minggu (5/7/2020) sebanyak 21.054 spesimen. Total akumulasi pemeriksaan sampai saat ini adalah 915.482 spesimen. 

"Dari pemeriksaan ini, hasil konfirmasi positif COVID-19 berjumlah 1.607 orang, sehingga total kasus positif akumulatif sampai dengan saat ini adalah 63.749 orang," ujar Yurianto dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di channel YouTube BNPB Indonesia, Minggu.

1. Jawa Timur menjadi penyumbang kasus virus corona tertinggi

[UPDATE] Data Lengkap Kasus Virus Corona di Indonesia Per 5 Juli 2020Para peserta UTBK gelombang I di ITS pemegang KIP-Kuliah melakukan rapid test di gedung Plasa dr Angka ITS. Dok. Humas ITS

Yurianto menyebutkan Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang kasus baru terbanyak hari ini, yakni 552 kasus, dan pasien sembuh 154 kasus. Sehingga total kasus di Jatim hingga hari ini mencapai 14.013 kasus, setelah sehari sebelumnyadi terdapat 13.461 kasus.

“Kemudian, DKI Jakarta melaporkan kasus positif yang baru adalah 257 kasus dengan kasus sembuh sebanyak 286 orang. Jawa Tengah melaporkan 208 orang kasus baru dan melaporkan sembuh 50 orang. Sulawesi Selatan melaporkan kasus baru 136 orang dan kasus sembuh 95 orang. Jawa Barat melaporkan 106 kasus baru dengan 17 orang sembuh,” kata dia.

Baca Juga: Profesor UI: Tidak Setuju Kalung Minyak Kayu Putih Disebut Antivirus

2. Tujuh provinsi tidak ada penambahan kasus baru dan sejumlah provinsi hanya melaporkan kasus baru di bawah 10 orang

[UPDATE] Data Lengkap Kasus Virus Corona di Indonesia Per 5 Juli 2020ilustrasi. Pasien sembuh dari COVID-19 ( ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Ada sejumlah provinsi melaporkan kasus di bawah 10 kasus, dan tujuh lainnya tidak ada penambahan kasus baru hari ini. Ketujuh provinsi tersebut yakni Aceh, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo. 

Lebih lanjut, Yurianto menegaskan, penambahan kasus baru 1.607 kasus, tidak dimaknai bahwa keseluruhan kasus ini masuk atau dirawat di rumah sakit. 

“Karena sebagian besar justru kita dapatkan dari hasil kontak tracing terhadap kasus yang kita rawat di rumah sakit. Kemudian, dilakukan kontak tracing pada orang yang kita duga dan kita curigai tertular karena kontak erat dengan kasus positif yang kita rawat,” jelas dia.

3. Total pasien meninggal dunia akibat virus corona menjadi 3.171 orang

[UPDATE] Data Lengkap Kasus Virus Corona di Indonesia Per 5 Juli 2020IDN Times/Candra Irawan

Sedangkan pasien cirus corona yang meninggal dunia hari ini bertambah 82 jiwa, sehingga total menjadi 3.171 orang.

Sementara, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang kondisinya masih dipantau sebanyak 39.928 orang, dan pasien dalam pengawasan (PSDP) yang masih diawasi sebanyak 13.767 orang. 

4. Sebaran kasus virus corona di berbagai daerah

[UPDATE] Data Lengkap Kasus Virus Corona di Indonesia Per 5 Juli 2020Sejumlah wartawan mengikuti rapid test di Rumah Jabatan Gubernur Bali Kelurahan Dangin Puri Kecamatan Denpasar Timur, pada Sabtu (4/7/2020). (Dok.IDN Times/HumasPemprovBali)

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut data lengkap rincian penambahan kasus 1.607 di kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia hari ini:

1. Aceh 0 kasus
2. Bali 52 kasus
3. Banten 5 kasus
4. Bangka Belitung 5kasus
5. Bengkulu 4 kasus
6. Yogyakarta 6 kasus
7. DKI Jakarta 257 kasus
8. Jambi 3 kasus
9. Jawa Barat 106 kasus
10. Jawa Tengah 208 kasus
11. Jawa Timur 552 kasus
12. Kalimantan Barat 3 kasus
13. Kalimantan Timur 27 kasus
14. Kalimantan Tengah 28 kasus
15. Kalimantan Selatan 44 kasus
16. Kalimantan Utara 0 kasus
17. Kepulauan Riau 2 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 19 kasus
19. Sumatera Selatan 50 kasus
20. Sumatera Barat 13 kasus
21. Sulawesi Utara 16 kasus
22. Sumatera Utara 11 kasus
23. Sulawesi Tenggara 3 kasus
24. Sulawesi Selatan 136 kasus
25. Sulawesi Tengah 0 kasus
26. Lampung 2 kasus
27. Riau 1 kasus
28. Maluku Utara 0 kasus
29. Maluku 18 kasus
30. Papua Barat 2 kasus
31. Papua 37 kasus
32. Sulawesi Barat 0 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 0 kasus
34. Gorontalo 0 kasus.

Sementara, dalam proses verifikasi di lapangan 0 kasus.

5. Gejala dan cara pencegahan virus corona

[UPDATE] Data Lengkap Kasus Virus Corona di Indonesia Per 5 Juli 2020Warga memakai masker pelindung mengendarai sepeda di Wuhan, Pprovinsi Hubei, Tiongkok, pada 14 Mei 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh Virus Corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen. Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyebut COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun penderitanya bagus. Sebaliknya, rata-rata angka kematian akibat corona berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa (17/3), sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis (19/3) mencapai 8,37 persen.

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Baca Juga: [LINIMASA-3] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya