Comscore Tracker

[UPDATE] Naik Lagi Guys! Pasien Sembuh COVID-19 Tembus 75.645

Tetap jaga protokol kesehatan ya

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan, ada penambahan 1.756 kasus sembuh COVID-19 pada Kamis (6/8/2020) dengan demikian total kasus sembuh COVID-19 tembus 75.645.

Adapun Jawa Timur mencatatkan jumlah pasien sembuh terbanyak ada 465 orang, diikuti Jakarta ada 246 pasien sembuh, dan Jawa Tengah 174 pasien.

1. Kasus positif COVID-19 bertambah 1.882 kasus

[UPDATE] Naik Lagi Guys! Pasien Sembuh COVID-19 Tembus 75.645Polresta Bandar Lampung menggelar rapid test gratis kepada pengendara. Kegiatan ini digelar di Tugu Adipura, Rabu (5/8/2020). (IDN Times/Martin L Tobing

Meski demikian angka kesembuhan pasien juga diikuti dengan naiknya kasus positif. Satgas Penanganan COVID-19 merilis pertambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 1.882 kasus Dengan demikian total kasus COVID-19 mencapai 118.753

Adapun sebaran kasus positif COVID-19 terbanyak berasal dari DKI Jakarta dengan 556 kasus sehingga total 23.936 Kemudian Jawa Timur bertambah 286 kasus jadi total kasus 24.115.

Baca Juga: Jumlah Tes COVID-19 Bodebek Beda Jauh, DKI: Ini Menyulitkan Kita

2. Provinsi penyumbang kasus positif terbanyak

[UPDATE] Naik Lagi Guys! Pasien Sembuh COVID-19 Tembus 75.645IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain dua provinsi tersebut, tambahan kasus positif terbanyak hari ini dari Sulawesi Selatan ada 182 kasus dengan total akumulasi 10.169 kasus, kemudian provinsi Jawa Tengah ada 115 kasus jadi 10.151.

Sumatera Utara bertambah 86 kasus total ada 4.477 kasus dan Maluku bertambah 49 kasus dengan 3.602.

3. Penyebaran kasus positif di 34 provinsi

[UPDATE] Naik Lagi Guys! Pasien Sembuh COVID-19 Tembus 75.645Ilustrasi swab test. IDN Times/Debbie Sutrisno

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

1. Aceh 483 kasus
2. Bali 3.644 kasus
3. Banten 1.979 kasus
4. Bangka Belitung 197 kasus
5. Bengkulu 240 kasus
6. Yogyakarta 819 kasus
7. DKI Jakarta 23.936 kasus
8. Jambi 193 kasus
9. Jawa Barat 6.995 kasus
10. Jawa Tengah 10.151 kasus
11. Jawa Timur 24.115 kasus
12. Kalimantan Barat 394 kasus
13. Kalimantan Timur 1.701 kasus
14. Kalimantan Tengah 1.874 kasus
15. Kalimantan Selatan 6.478 kasus
16. Kalimantan Utara 291 kasus
17. Kepulauan Riau 500 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 2.224 kasus
19. Sumatera Selatan 3.602 kasus
20. Sumatera Barat 1.038 kasus
21. Sulawesi Utara 2.822 kasus
22. Sumatera Utara 4.477 kasus
23. Sulawesi Tenggara 951 kasus
24. Sulawesi Selatan 10.169 kasus
25. Sulawesi Tengah 215 kasus
26. Lampung 299 kasus
27. Riau 621 kasus
28. Maluku Utara 1.587 kasus
29. Maluku 1.221 kasus
30. Papua Barat 493 kasus
31. Papua 3.193 kasus
32. Sulawesi Barat 265 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 152 kasus
34. Gorontalo 1.431 kasus

Dalam proses verifikasi lapangan 10 kasus.

4. Virus COVID-19 bisa menular lewat udara

[UPDATE] Naik Lagi Guys! Pasien Sembuh COVID-19 Tembus 75.645Ilustrasi Ruang Kantor (IDN Times/Besse Fadhilah)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan penyebaran virus COVID-19 dapat melalui udara dan hal itu melalui bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19) bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya.

Amin menerangkan virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

Baca Juga: [LINIMASA-3] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya