Comscore Tracker

[LINIMASA-2] Perkembangan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Update proses vaksinasi COVID-19 di Tanah Air

Jakarta, IDN Times - Indonesia mulai melaksanakan vaksinasi COVID-19 pada Rabu, 13 Januari 2021. Di hari pertama penyuntikan vaksin COVID-19, orang pertama yang disuntik adalah Presiden Joko "Jokowi" Widodo bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan sejumlah tokoh lainnya.

Pada vaksinasi perdana ini, vaksin yang digunakan adalah CoronaVac COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan Sinovac Biotech Ltd asal Tiongkok, bekerja sama dengan Bio Farma dan Universitas Padjajaran (Unpad).

Kepala Badan POM Penny Lukito memastikan, Vaksin Sinovac aman digunakan. Menurutnya, efikasi vaksin Sinovac di Indonesia 65,23 persen. "Efikasi sebesar 65,3 persen dari uji klinis di Bandung menunjukan harapan bahwa vaksin ini mampu menurunkan kejadian penyakit covid," ujar Penny dalam konferensi pers daring, Senin (11/1/2021). 

Penggunaan vaksin ini diizinkan setelah sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa Vaksin Sinovac halal digunakan masyarakat Indonesia. Hal ini berdasarkan hasil kesepakatan dalam Sidang Pleno Komisi Fatwa MUI yang digelar pada Jumat (8/1/2021).

Berikut linimasa ketiga perkembangan vaksinasi COVID-19 di Indonesia, yang dimulai 7 Juli 2021. Proses vaksinasi sebelumnya bisa kamu baca di linimasa pertama. Linimasa sebelumnya bisa diklik di sini.

23 Juli: 2.795 anak usia 12-17 tahun di Jakarta terima dosis vaksin pertama

Pelayanan vaksinasi kantor Wali Kota Jakarta Selatan mengatakan, sebanyak 2.795 siswa berusia 12-17 tahun telah menerima dosis vaksin pertama. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak 6 hingga 19 Juli 2021.

“Jadi kantor wali kota mengadakan sentra vaksinasi untuk anak berusia 12-17 tahun yang dimulai sejak 6 Juli, dan sampai sekarang yang sudah divaksin ada 2.795 dari 2.846 orang yang mendaftar," kata Kepala Sub Bagian Kesehatan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan Pemerintah Kota Jakarta Selatan Budi Sulistyo dikutip ANTARA, Jumat (23/7/2021).

Budi menuturkan, sentra vaksinasi ini merupakan realisasi dari arahan Gubernur DKI Jakarta yang mengharuskan adanya sentra vaksinasi untuk anak di atas umur 12 tahun di setiap kantor wali kota. Dari jumlah yang mendaftar, kata dia, terdapat 50 anak ditunda menjalani vaksinasi karena sebelumnya pernah terpapar COVID-19. 

“Jadi mereka ini ditunda dulu hingga 3 bulan ke depan agar kondisinya layak menerima vaksin," kata Budi.

Menurut Budi, hingga hari ini belum ditemukan kejadian efek samping yang fatal setelah vaksinasi pada penerima vaksin.

22 Juli: Indonesia kembali terima 8 juta dosis Vaksin Sinovac tahap ke-29

Indonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac, sebanyak 8 juta dosis di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (22/7/2021) pukul 10.55 WIB. 

Jutaan dosis vaksin itu dibawa dalam beberapa envirotainer atau fasilitas pendingin setelah diturunkan dari Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA891.

“Kita kedatangan Vaksin Sinovac tahap ke-29 sebanyak 8 juta dosis, ini merupakan komitmen pemerintah menjaga seluruh rakyat Indonesia dari bahaya COVID-19,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam jumpa persnya secara virtual di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/7/2021).

Selain itu, Yaqut menjelaskan, program vaksinasi ini merupakan penjabaran dari ajaran agama. Di mana, setiap warga beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup sebagai karunia terbesar dari Tuhan.

“Menjaga kehidupan adalah langkah paling mulia. Sehingga program vaksinasi ini sejalan dengan spirit kita dengan ajaran agama untuk keberlanjutan kehidupan,” kata Yaqut.

 

21 Juli: Capaian vaksinasi masih jauh dari target 208 juta jiwa

Berdasarkan data yang dikutip dari vaksin.kemkes.go.id per 21 Juli 2020 pukul 12.00 WIB, target vaksinasi Indonesia sebesar 208.265.720 jiwa. Sasarannya adalah tenaga kesehatan, lansia, petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum, serta kelompok usia 12-17 tahun.

Dari data yang ada, total yang sudah divaksin untuk dosis pertama sebanyak 42.611.602, atau 20,46 persen dari target vaksinasi nasional. Sedangkan untuk dosis kedua, baru menyasar 16.606.675 atau 7,97 persen dari target 208.265.720.

Berikut rincian pemberian vaksin kepada tenaga kesehatan, lansia, petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum, serta kelompok usia 12-17 tahun:

Tenaga kesehatan, target 1.468.764 pemberian vaksin
1. Vaksinasi dosis 1 = 108,04 persen (1.586.824)
2. Vaksinasi dosis 2 = 98,05 persen (1.440.154)

Lanjut usia, target 21.553.118 pemberian vaksin
1. Vaksinasi dosis 1 = 21,87 persen (4.713.435)
2. Vaksinasi dosis 2 = 13,83 persen (2.981.394)

Lanjut usia, target 21.553.118 pemberian vaksin
1. Vaksinasi dosis 1 = 21,87 persen (4.713.435)
2. Vaksinasi dosis 2 = 13,83 persen (2.981.394)

Petugas publik, target 17.327.167 pemberian vaksin
1. Vaksinasi dosis 1 = 138,84 persen (24.057.689)
2. Vaksinasi dosis 2 = 56,99 persen (9.875.525)

Masyarakat rentan dan umum, target 141.211.181 pemberian vaksin
1. Vaksinasi dosis 1 = 8,32 persen (11.741.941)
2. Vaksinasi dosis 2 = 1,64 persen (2.309.567)

Kelompok usia 12-17 tahun, target 26.705.490 pemberian vaksin
1. Vaksinasi dosis 1 = 21,87 persen (4.713.435)
2. Vaksinasi dosis 2 = 13,83 persen (2.981.394)

Baca Juga: Data Lengkap Pencapaian Target Vaksinasi Indonesia hingga 21 Juli 2021

20 Juli: Indonesia akan kedatangan 30 juta vaksin akhir Agustus

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Profesor Wiku Adisasmito mengatakan, Indonesia akan menerima 30 juta dosis vaksin pada akhir Agustus 2021.

"Selain itu untuk memastikan ketersediaan vaksin, pemerintah menyatakan bahwa akan menerima tambahan kedatangan vaksin sebanyak lebih dari 30 juta dosis pada akhir Agustus," ujar Wiku saat konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7/2021).

Namun, Wiku tak merinci vaksin jenis apa yang dipesan pemerintah tersebut. Dia hanya mengatakan Presiden Joko "Jokowi" Widodo menginstruksikan jajarannya agar program vaksinasi lebih cepat dilakukan.

19 Juli: 1,1 Juta Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong tiba di Indonesia

Indonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19 produksi perusahaan asal Tiongkok, Sinopharm, Senin (19/7/2021). Sebanyak 1.184.000 dosis tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 12.30 WIB. Jutaan dosis vaksin itu dibawa dalam beberapa envirotainer atau fasilitas pendingin setelah diturunkan dari Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA891.

"Pada siang hari ini Indonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19 sejumlah 1.184.000 dosis atau setara 592 ribu vial. Vaksin COVID-19 produksi Sinopharm," kata Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Verdi mengatakan, kedatangan vaksin Sinopharm hari ini merupakan tahapan kelima untuk program Vaksin Gotong Royong. Dia menyebut saat ini sudah ada sekitar 5,5 juta dosis vaksin Sinopharm yang tiba di Indonesia.

"Ini adalah bagian dari kontrak pasokan vaksin antara Kimia Farma dengan Zinopharm sebesar 15 juta dosis vaksin untuk kebutuhan vaksinasi Gotong Royong, dan merupakan bagian dari target mengamankan dan menyuntikkan 20 juta dosis lewat opsi vaksin Gotong Royong pada tahun 2021 ini," jelas Verdi.

Verdi menerangkan, Vaksin Gotong Royong merupakan opsi bagi perusahaan agar dapat mengakses fasilitas vaksinasi COVID-19 bagi karyawannya secara gratis. Dia juga menuturkan, Vaksin Gotong Royong juga sebuah upaya membantu pemerintah dalam mewujudkan percepatan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona di Tanah Air.

"Ada semangat kolaborasi gotong royong di sini. Apalagi ini juga untuk meringankan beban pendanaan pemerintah Indonesia. Pendanaannya mandiri dari Kimia Farma sebagai anggota BUMN holding farmasi, tanpa menggunakan APBN, baik untuk pemberian vaksin maupun pengiriman dan pelaksanaan vaksinasinya," jelas Verdi.

18 Juli: 461.762 orang mendapat suntikan vaksin hari ini

Jumlah orang yang mendapat suntikan vaksin COVID-19 pada hari ini, Minggu (18/7/2021), mengalami penurunan dibanding hari kerja. Dalam sehari, hanya 461.762 orang divaksinasi, baik suntikan pertama maupun kedua.

Satgas Penanganan COVID-19 menyatakan, pada hari ini, ada 404.837 warga yang menerima dosis pertama COVID-19. Dengan demikian, sudah ada 41.673.464 warga Indonesia yang telah divaksinasi dosis pertama. 

Sedangkan, dosis kedua pada hari ini diberikan kepada 56.295 warga. Dengan demikian, akumulasi warga yang telah menerima dosis kedua vaksin mencapai 16.274.150.

Angka tersebut sangat jauh dengan target yang disampaikan pemerintah untuk memberikan satu juta vaksin per hari. Selain itu, total vaksinasi COVID-19 pun masih jauh dari target untuk herd immunity sebanyak 208.265.720 orang.

17 Juli: Vaksinasi digejot di tiga provinsi, Agustus masuk herd immunity

Presiden Joko "Jokowi" Widodo memprioritaskan tiga provinsi untuk percepatan vaksinasi. Ketiga provinsi tersebut yakni Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten. Sebelumnya presiden memprioritaskan wilayah Jakarta dan Bali.

"Kemudian provinsi mana yang sekarang harus kita fokuskan, menurut saya tiga provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Karena ini baru 12 persen. Jawa Barat 12 persen, Jawa Tengah 14 persen dan Banten 14 persen," ujar Jokowi melalui channel YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (17/7/2021).

Saat ini Bali sudah mencapai 81 persen dosis vaksin yang sudah disuntikkan dan DKI Jakarta sebesar 72 persen. Jokowi juga mengatakan sudah terbukti bahwa 2 atau 3 hari yang lalu Indonesia berhasil menyuntikkan 2,3 juta dan yakin bisa mencapai 5 juta dosis.

"Ini saya kira Agustus sudah akan selesai masuk ke herd immunity," ujar Jokowi.

16 Juli: Jokowi cabut aturan vaksin berbayar dan kedatangan 1 juta lebih vaksin AstraZeneca

[LINIMASA-2] Perkembangan Vaksinasi COVID-19 di IndonesiaVaksin COVID-19 AstraZeneca. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Presiden Joko "Jokowi" Widodo memutuskan mencabut Vaksin Gotong Royong berbayar untuk individu. Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7/2021).

"Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut," kata Pramono.

Menurut Pramono, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, semua vaksin harus diberikan secara gratis kepada masyarakat.

"Sehingga semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya," jelas Pramono.

Untuk Vaksin Gotong Royong sendiri, Pramono menegaskan, mekanismenya tetap melalui perusahaan dan dibagikan secara gratis kepada karyawannya.

"Hal yang berkaitan dengan Vaksin Gotong Royong, mekanismenya tetap melalui perusahaan dan perusahaan yang akan membayar kepada seluruh karyawannya, sehingga dengan demikian mekanisme untuk seluruh vaksin, baik itu yang Gotong Royong maupun yang sekarang, mekanisme sudah berjalan digratiskan oleh pemerintah," ujar Pramono.

Sementara, Indonesia kembali menerima kedatangan vaksin COVID-19 jenis AstraZeneca sebanyak 1.041.400 dosis di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jumat pagi.

"Vaksin yang pagi ini kita terima merupakan bagian dari perjanjian bilateral antara AstraZeneca dan Pemerintah Indonesia dalam pengiriman 50 juta dosis vaksin ke Tanah Air," kata Sekjen Kementerian Kesehatan Oscar Primadi melalui channel YouTube Sekretariat Presiden.

Ini merupakan kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke 26. Dengan penambahan 1.041.400 dosis vaksin ini, Indonesia kini telah menerima 141.315.880 vaksin.

"Kami ucapkan terima kasih kepada pihak AstraZeneca yang telah membantu masyarakat untuk memperoleh vaksinasi dan semua pihak yang membantu dan memperlancar pendistribusian ke seluruh pelosok Indonesia," kata Oscar.

Oscar berharap dengan penambahan vaksin ini maka target pemerintah untuk menyuntikkan 2 juta dosis per hari bisa terwujud pada Agustus 2021.

"Percepatan vaksin penting untuk menurunkan penyabaran virus yang tengah meningkat. Kami ingatkan masyarakat Indonesia akan pentingnya vaksin. Setelah terima vaksin tubuh kita akan lebih terjaga dan kasus kefatalan akan terminimalisir," ujarnya.

15 Juli: AS kirim 1,5 juta dosis vaksin Moderna untuk Indonesia

Amerika Serikat (AS) mengirimkan 1.500.100 dosis juta vaksin COVID-19 untuk Indonesia melalui skema COVAX. Duta Besar AS untuk Indonesia, Sung Y Kim, mengumumkan vaksin buatan Moderna tersebut tiba hari ini, Kamis (15/7/2021).

Sebelumnya, Indonesia pada 11 Juli 2021 telah menerima 3 juta dosis vaksin dari AS. Artinya, donasi vaksin dari AS untuk Indonesia mencapai 4,5 juta dosis.

“Kami berupaya untuk memberikan sebanyak mungkin vaksin yang aman dan efektif, sehingga sebanyak mungkin orang Indonesia dapat divaksinasi dengan mungkin,” kata Kim melalui keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Kamis (15/7/2021).

Di sisi lain, Satgas Penanganan COVID-19 mencatat pada hari ini sebanyak 718.716 orang mendapatkan vaksin virus corona dosis pertama. Sehingga, jumlah orang yang telah mendapatkan vaksin tahap pertama ada 39.628.149 orang.

Sementara itu, jumlah orang yang mendapatkan vaksin COVID-19 dosis kedua hari ini juga bertambah sebanyak 198.545 orang. Tercatat, sebanyak 15.810.099 orang sudah mendapat vaksinasi dosis kedua.

14 Juli: Indonesia telah menerima 137,6 juta dosis vaksin dari empat produsen vaksin

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi mengatakan hingga Selasa (13/7/2021), Indonesia telah menerima sebanyak 137,6 juta dosis vaksin dari empat produsen vaksin, yakni Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca dan Moderna.

"Per 13 Juli kemarin, Indonesia telah menerima sekitar 137,6 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku dan dosis jadi dari Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca dan Moderna," ujar Dedy dalam keterangan pers harian PPKM Darurat, Rabu (14/7/2021).

Pada Selasa malam, Indonesia telah menerima kedatangan 3,4 juta dosis vaksin siap pakai AstraZeneca. Kedatangan vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama multilateral Covax Facility.

Dedy menuturkan, dalam tiga hari ke depan, Indonesia pun akan kembali menerima kedatangan vaksin antara lain vaksin hasil kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat, vaksin hasil kerja sama bilateral dengan organisasi internasional di luar Covax Facility, serta vaksin hasil pembelian langsung dengan produsen AstraZeneca.

Hingga Rabu (13/7/2021) pukul 18.00 WIB, dari total 208,2 juta sasaran vaksinasi, sekitar 52,3 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 37 juta orang yang menerima dosis pertama dan sekitar 15,3 juta orang yang menerima dosis kedua.

13 Juli: Aturan vaksinasi Gotong Royong berbayar sedang digodok

Per Selasa (13/7/2021) tercatat ada 546.416 orang mendapatkan vaksin COVID-19 dosis pertama. Sehingga, jumlah orang yang telah mendapatkan vaksin tahap pertama ada sebanyak 36.914.607 orang.

Sementara itu, jumlah orang yang mendapatkan vaksin COVID-19 dosis kedua hari ini juga bertambah sebanyak 154.530 orang. Tercatat, sebanyak 15.190.998 orang sudah mendapat vaksinasi dosis kedua.

Program vaksinasi terus digenjot oleh pemerintah. Salah satu program yang jadi sorotan adalah vaksinasi Gotong Royong.

Belakangan, sempat ada pembahasan mengenai vaksinasi Gotong Royong yang menyangkut individu. Vaksinasi Gotong Royong Individu dianggap sejumlah kalangan sebagai salah satu bisnis dan dicurigai merupakan monopoli dari salah satu perusahaan BUMN.

Namun, ditegaskan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, vaksinasi Gotong Royong punya aturan tersendiri. Ditambah, pelaksanaannya tak melanggar aturan.

Kementerian Kesehatan, melalui juru bicara vaksinasi, Sini Nadia Tarmizi, menyatakan sampai sekarang pihaknya masih menyiapkan petunjuk teknis tentang vaksinasi Gotong Royong.

12 Juli: Kimia Farma tunda vaksinasi gotong royong berbayar

[LINIMASA-2] Perkembangan Vaksinasi COVID-19 di IndonesiaWarga memotret pengumuman penundaan pelaksanaan vaksinasi individu di Kimia Farma Senen, Jakarta Pusat, Senin (12/7/2021). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

PT Kimia Farma Tbk resmi menunda pelaksanaan layanan Vaksinasi Gotong Royong Individu atau vaksinasi berbayar yang seharusnya dilaksanakan pada hari ini, Senin (12/7/2021).

"Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021, akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," kata Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk, Ganti Winarno, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (12/7/2021).

Ganti mengatakan, salah satu alasan penundaaan ini karena besarnya animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk kepada Kimia Farma.

"Ini membuat manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta," ujarnya.

"Terima kasih atas pemahaman para pelanggan serta animo untuk bersama-sama mendorong tercapainya kekebalan komunal (herd immunity) yang lebih cepat di Indonesia," Ganti menambahkan.

Sementara, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan Vaksin Gotong Royong berbayar untuk individu hanya sebagai opsional. Dia mengatakan, program vaksin mandiri berbayar ini akan dimulai apabila program vaksin gratis pemerintah telah mencapai jumlah yang masif.

“Sebagai informasi, ini juga akan dimulai di saat di mana vaksin pemerintah sudah mulai masif jumlahnya,” kata Budi dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin.

11 Juli: 3 Juta lebih dosis Vaksin Moderna tiba di Indonesia

Sebanyak tiga juta lebih dosis vaksin Moderna Amerika Serikat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jawa Barat, Minggu (11/7/2021).

"Alhamdulillah hari ini Indonesia menerima tiga juta enam puluh dosis vaksin Moderna. Ini berkat hubungan kerja sama internasional pemerintah Amerika melalui jalur multilateral," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seperti disiarkan dalam channel Youtube Sekretariat Presiden.

Retno mengatakan pengiriman vaksin Moderna hari ini merupakan tahap pertama. Amerika telah berkomitmen akan memberikan vaksin secara bertahap dosis sharing vaksin ke Indonesia 4,5 juta dosis.

Retno menambahkan BPOM telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (UEA) vaksin Moderna pada 2 Juli 2021.

Kedatangan vaksin Moderna, kata Retno, menambah pasokan vaksin di Indonesia. Saat ini, Indonesia telah mengamankan total vaksin COVID-19 mencapai lebih dari 122.735.260 dosis. "Baik curah dan vaksin jadi," imbuh Retno.

Rinciannya, vaksin dari Sinovac sebanyak 108.500.000 dosis, AstraZeneca 8.236.800 dosis, Sinopharm 2 juta dosis jadi, dan bantuan AstraZeneca dari Jepang 9.988.000 dosis, dan Moderna 3.000.060 dosis.

Retno juga mengatakan pemerintah Indonesia mendapatkan banyak tawaran vaksin dari negara sahabat yakni Jepang Belanda, Inggris, dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Jutaan vaksin dari komersial dan dukungan multilateral akan tiba Juli. Pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan ketersediaan vaksin untuk masyarakat," ujar Retno.

Indonesia juga mendapat bantuan untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan di Indonesia, seperti ventilator, oksigen, dan obat-obatan dan peralatan medis lain dari Singapura dan Australia.

"Hari ini dukungan dari Singapura lewat jalur laut dan akan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 14 Juli 2021," imbuh Retno.

10 Juli: Hampir 15 juta penduduk Indonesia dapat vaksin dosis kedua

Perkembangan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Per Sabtu (10/7/2021), tercatat hampir 15 juta penduduk telah mendapatkan vaksin dosis kedua.

Satgas COVID-19 mencatat sebanyak 14.969. 330 orang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 lengkap. Jumlah itu bertambah 100.753 orang dari data hari sebelumnya.

Sementara, dalam sehari terakhir juga tercatat ada 417.509 orang mendapatkan vaksin virus corona dosis pertama. Sehingga, jumlah orang yang telah mendapatkan vaksin tahap pertama ada sebanyak 36.193.076 orang.

9 Juli: 35.775.567 penduduk Indonesia telah dapat suntikan vaksin dosis pertama

Vaksinasi COVID-19 terus digencarkan di seluruh penjuru Tanah Air. Per Jumat (9/7/2021), tercatat sudah sebanyak 35.775.567 penduduk Indonesia mendapatkan vaksin COVID-19 dosis pertama.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka itu meningkat 914.488 penduduk dibandingkan data pada Kamis (7/7/2021).

Sementara itu, jumlah penerima vaksin dosis kedua meningkat sebanyak 246.075. Alhasil sebanyak 14.868.577 penduduk di telah mendapatkan vaksin dosis kedua.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pelaksanaan vaksinasi harian sudah menembus target yang ditetapkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo, yakni satu juta per hari. Bahkan, menurut Budi pelaksanaannya telah melebihi target.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, tiga hari ini vaksinasi kita selalu di atas satu juta. Jadi angka satu juta sudah kita tembus, dan titik tertinggi kita pernah 1,5 juta," ujar Budi.

8 Juli: 5 juta warga DKI sudah menerima vaksinasi COVID-19 tahap I

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, sebanyak 5 juta warga DKI Jakarta sudah menerima vaksinasi COVID-19 tahap I. Pihaknya akan terus menggalakkan program vaksinasi agar tercapai herd immunity.

"Alhamdulillah kemarin kita memasuki milestone penting. Kita sudah mencapai 5 juta warga yang berhasil mendapatkan vaksin dosis pertama. Kita akan genjot terus, dan salah satunya adalah dengan aktivitas vaksinasi keliling yang sudah disiapkan kendaraannya di sini," ujarnya saat mengecek mobil vaksinasi di halaman Balai Kota, Kamis (8/7/2021).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, sebanyak 5 juta warga DKI Jakarta sudah menerima vaksinasi COVID-19 tahap I. Pihaknya akan terus menggalakkan program vaksinasi agar tercapai herd immunity.

"Alhamdulillah kemarin kita memasuki milestone penting. Kita sudah mencapai 5 juta warga yang berhasil mendapatkan vaksin dosis pertama. Kita akan genjot terus, dan salah satunya adalah dengan aktivitas vaksinasi keliling yang sudah disiapkan kendaraannya di sini," ujarnya saat mengecek mobil vaksinasi di halaman Balai Kota, Kamis (8/7/2021).

7 Juli: Percepat vaksinasi, Anies uji coba vaksin keliling

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menguji coba vaksin keliling untuk mempercepat vaksinasi di ibu kota. Soal target, "Tergantung kebutuhan, karena datang di sebuah tempat. Kalau untuk masyarakat kita akan targetkan 1.000 per kelurahan," ujar Anies, Rabu (7/7/2021).

Dalam kesempatan itu, Anies menguji coba 16 mobil vaksin keliling. Ia berharap mobil-mobil itu bisa menjemput masyarakat yang memiliki kendala untuk mendatangi sentra vaksinasi. 

"Jadi kami yakin target yang sudah ditetapkan Bapak Presiden di akhir Agustus sebanyak 7,5 juta akan bisa tercapai lebih awal," tambah Anies.

Menurut Anies, vaksin ini juga bisa untuk anak-anak mulai usia 12 tahun. Pendaftarannya bisa melalui aplikasi Jaki.

Berdasarkan data yang dirilis Pemprov DKI Jakarta pada Selasa, 6 Juli 2021 sudah ada 4,9 juta orang yang mendapat vaksin COVID-19 di Jakarta. Bahkan, 1,9 juta diantaranya telah mendapat vaksin dosis kedua. 

Secara nasional, sudah ada 32,3 juta orang yang mendapat vaksin dosis pertama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 juta orang diantaranya telah mendapat vaksin dosis kedua.

Baca Juga: [LINIMASA-7] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

Topic:

  • Dwi Agustiar
  • Jihad Akbar
  • Rochmanudin
  • Dwifantya Aquina
  • Satria Permana
  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya