Ini Rahasia Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin Meski Cuaca Ekstrem

Marmer Thassos didatangkan langsung dari Yunani

Jakarta, IDN Times - Meski diterpa suhu yang sering kali ekstrem hingga mencapai lebih dari 50 derajat celcius, lantai Masjidil Haram di Mekkah Al-Mukarramah, Arab Saudi tetap terasa dingin atau sejuk. Ternyata rahasianya ada pada penggunaan marmer jenis thassos yang didatangkan khusus dari daerah di utara Yunani.

Reasahalharamain, sebuah lembaga yang mengurusi dua masjid Kota Suci, Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, memberikan penjelasan asal usul lantai marmer yang digunakan untuk Masjidil Haram.

Berikut ulasannya.

1. Marmer Thassos mampu meredam hawa panas yang memantul ke lantai

Ini Rahasia Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin Meski Cuaca EkstremIDN Times/Uni Lubis

Melalui sebuah tayangan video yang diunggah di laman Instagram resminya, tampak lantai Masjidil Haram terbuat dari marmer khusus yang didatangkan langsung dari suatu daerah bernama Thassos, yang letaknya berada di sebelah utara Yunani.

Marmer itu pun dinamakan sesuai dengan asalnya, yakni Thassos.

Dilansir dari Antara, Minggu (25/8), Thassos merupakan sebuah pulau di Yunani yang memiliki luas wilayah 380 kilometer persegi. Di pulau yang memiliki pantai yang cantik itu, tersimpan rahasia kesejukan lantai Masjidil Haram. Sejak berabad-abad lamanya, marmer putih dari Pulau Thassos ini digunakan secara luas oleh orang-orang Romawi.

Dari situlah batuan marmer Thassos terkenal sebagai marmer yang mampu memberikan kesejukan dan meredam hawa panas yang memantul ke lantai. Bentuknya semakin istimewa dengan warna putih kristal yang merupakan warna khas batuan alam.

Baca Juga: [LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019

2. Diimpor dari Yunani masih dalam bentuk bongkahan batu

Ini Rahasia Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin Meski Cuaca EkstremIDN Times/Uni Lubis

Khusus untuk lantai Masjidil Haram, batuan marmer Thassos ini diimpor masih dalam bentuk bongkahan batu dari Yunani. Kemudian diolah dan dibentuk secara khusus di Arab Saudi, untuk diaplikasikan pada lantai Masjidil Haram.

Marmer Thassos dibentuk menggunakan teknologi canggih dengan pengawasan para ahli, sehingga menghasilkan marmer dengan kualitas tinggi. Lantainya dipotong dengan bentuk persegi panjang dengan masing-masing ketebalan 5 cm. Tingkat ketebalan marmer juga turut mempengaruhi kesejukan lantai Masjidil Haram, meskipun cuaca panas ekstrem.

Pemasangan marmer Thassos untuk lantai Masjidil Haram dikerjakan oleh tenaga profesional yang berpengalaman. Marmer dipasang secara presisi di setiap sudutnya, untuk menjamin kenyamanan jemaah saat melintas.

Marmer Thassos dapat menyerap kelembapan di malam hari, dan mempertahankan suhu yang sejuk meskipun cuaca di siang hari sangat panas. Itu sebabnya, jemaah yang melaksanakan tawaf di siang hari bolong tidak perlu jingkat kaki karena kepanasan. Kesejukan yang terpancar dari marmer Thassos ini sangat membantu ibadah jemaah haji dan umrah.

3. Harga marmer Thassos Rp2,8 juta per meter

Ini Rahasia Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin Meski Cuaca EkstremIDN Times/Uni Lubis

Karena kualitasnya sangat istimewa, harga marmer Thassos ini tergolong mahal. Berdasarkan situs jual beli Alibaba, harga marmer Thassos yang langsung didatangkan dari Yunani mencapai US$200 per meter persegi atau sekitar Rp2,8 juta.

Hal itulah yang kemudian membuat Masjidil Haram memiliki daya tarik tersendiri bagi umat Muslim dari berbagai penjuru dunia. Tak hanya karena di dalamnya terdapat Ka'bah yang merupakan kiblat umat Islam, bangunan masjid terbesar di dunia itu juga sangat megah, dirancang dengan arsitektur dan material terbaik.

Siapa pun yang datang ke Masjidil Haram pasti akan takjub dengan kemegahannya. Meskipun letaknya dikelilingi lembah gunung-gunung tandus berbatu, namun Masjidil Haram bak permata berkilau yang berdiri megah di tengahnya.

Kemegahan ini menjadi sangat mafhum. Jutaan umat muslim dari penjuru dunia sepanjang tahun mendatangi Masjidil Haram, menunaikan ibadah umrah dan haji. Hajatan akbar umat manusia itu pun digarap serius Kerajaan Arab Saudi, sebagai "khadimul haramain" atau pembantu dua Kota Suci, Mekkah dan Madinah.

4. Selama ini hawa dingin di Masjidil Haram sering kali disangka karena pendingin ruangan

Ini Rahasia Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin Meski Cuaca EkstremIlustrasi ibadah umrah. ANTARA FOTO/Hanni Sofia

Segala hal terkait arsitektur maupun infrastruktur Masjidil Haram, dipikirkan sangat detail oleh pemerintah Arab Saudi. Termasuk memilih material khusus untuk digunakan sarana peribadatan di sekitar Kakbah.

Termasuk dalam hal pemilihan lantai Masjidil Haram di area tawaf Kakbah (mataf).

Marmer putih kristal itu terasa dingin meskipun di tengah cuaca panas ekstrem Kota Mekkah. Bahkan, hingga tamperatur suhu udara 50 derajat Celcius sekalipun, jemaah haji maupun umrah yang tawaf mengitari Kakbah dijamin tidak merasa kepanasan.

Selama ini muncul anggapan, bahwa hawa dingin atau sejuk di lantai Masjidil Haram itu karena lantainya diberi AC atau pendingin dari bawah. Anggapan itu sesungguhnya keliru. Hawa dingin atau sejuk yang keluar dari lantai itu berasal dari material lantai marmer itu sendiri.

Baca Juga: Menikmati Keindahan Masjidil Haram Saat Haji dan Umrah 

Topik:

  • Dwifantya Aquina
  • Bella Manoban

Berita Terkini Lainnya