Kemenkes: Polemik Pemecatan Dekan FK Unair Sudah Selesai

Prof Bus minta maaf atas kegaduhan yang terjadi

Intinya Sih...

  • Kementerian Kesehatan bersyukur polemik pemecatan Prof. Budi Santoso selesai setelah Budi kembali diangkat sebagai dekan FK Unair.
  • Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, membatalkan keputusan pemberhentian Prof Budi Santoso sebagai Dekan Fakultas Kedokteran.
  • Prof Budi mengaku bersyukur polemik tersebut sudah berakhir dan meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi kepada Rektor Unair.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan bersyukur polemik pemecatan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Prof. Budi Santoso akhirnya selesai setelah Budi kembali diangkat sebagai dekan.

"Alhamdulillah, sudah selesai kan ya masalahnya," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi ketika dihubungi di Jakarta, dilansir ANTARA, Rabu (10/7/2024).

Nadia mengatakan, terkait kemungkinan uji publik tentang rencana pemerintah mendatangkan dokter asing menyusul polemik tersebut, sudah ada partisipasi publik dalam proses pembuatan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.

 

1. Rektor Unair batalkan keputusan pemberhentian Prof Budi Santoso sebagai Dekan Fakultas Kedokteran

Kemenkes: Polemik Pemecatan Dekan FK Unair Sudah SelesaiRektor Unair, Prof M Nasih. (IDN Times/Khusnul Hasana)

Rektor Universitas Airlangga Surabaya Prof Mohammad Nasih membatalkan keputusan pemberhentian Prof Budi Santoso sebagai Dekan Fakultas Kedokteran pada Selasa, 9 Juni 2024. Nasih mengatakan, pembatalan keputusan pemberhentian dilakukan usai ia menerima surat dari Prof Bus, sapaan Prof Budi Santoso.

Guru besar ilmu ekonomi Unair itu menegaskan Prof Bus kembali berkantor sebagai dekan pada Rabu. Ketika disinggung soal dasar pemberhentian terhadap Prof Bus, Nasih enggan menjelaskan secara rinci, dan hanya menyebut bahwa saat ini pihaknya fokus terhadap masa depan Unair.

Menurut dia, dinamika yang kemarin terjadi adalah hal yang biasa, layaknya orang pacaran yang bisa tiba-tiba putus.

"Ini kan biasa saja. Jadi sampean ketemu, pacaran, terus ada masalah apa tiba-tiba putus, kan biasa kan. Jadi tidak usah baperan," katanya.

Baca Juga: Drama Dekan FK Berakhir, Rektor Unair Tak Beri Alasan Pencopotan

2. Prof Bus minta maaf atas kegaduhan yang terjadi

Kemenkes: Polemik Pemecatan Dekan FK Unair Sudah SelesaiDekan FK Unair, Prof Budi Santoso (tengah). (IDN Times/Khusnul Hasana)

Sementara, Prof Budi mengatakan, ia bersyukur polemik tersebut sudah berakhir. Dia pribadi meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi kepada Rektor Unair. Budi juga bersyukur Rektor Unair telah memaafkan dan memberinya kesempatan kembali sebagai Dekan Fakultas Kedokteran.

"Saya secara pribadi mengaturkan permohonan maaf kepada bapak rektor, mungkin saya bermaksud untuk mewakili diri pribadi tapi mungkin terlalu kelewatan, sehingga daya menggunakan institusi, ini yang mungkin salah saya," katanya.

 

Baca Juga: Rektor Unair Lantik Kembali Prof Bus Sebagai Dekan FK

3. Prof Bus protes dokter asing didatangkan ke Indonesia

Kemenkes: Polemik Pemecatan Dekan FK Unair Sudah SelesaiAksi protes di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga untuk merespons pemecatan Budi Santoso sebagai Dekan FK UNAIR pada 4 Juli 2024. (Dokumentasi Istimewa)

Sebelumnya Prof Budi Santoso diberhentikan sebagai Dekan FK Unair terkait pernyataannya yang tidak menyetujui dokter asing didatangkan ke Indonesia. Menurut Budi, 92 fakultas kedokteran di Indonesia mampu menciptakan dokter-dokter yang kualitasnya tak kalah saing dengan dokter asing.

Topik:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya