Comscore Tracker

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019

Puncak arus mudik Lebaran 2019 akan jatuh pada 31 Mei 2019

Jakarta, IDN Times - Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2019 akan jatuh pada 31 Mei 2019. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kemenhub.

Kepala Litbang Kemenhub, Sugihardjo mengatakan, puncak arus mudik akan terjadi pada H-5 Lebaran 2019 dengan perkiraan waktu keberangkatan terjadi pada pukul 06.00-08.00 WIB. Kemenhub juga memprediksi sebanyak 14.901.468 warga Jabodetabek akan melakukan mudik Lebaran 2019.

Angka ini diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan yang telah dilakukan terhadap 7.762 responden rumah tangga. Survei ini diselenggarakan untuk mengetahui potensi jumlah pemudik, penggunaan moda, pola perjalanan, biaya yang dihabiskan, preferensi tentang mudik gratis, serta persepsi tentang pelayanan angkutan lebaran tahun sebelumnya.

Jangan lewatkan informasi ter-update seputar mudik Lebaran 2019 melalui linimasa IDN Times berikut ini.

10 Juni: Gerbang tol Bakauheni Selatan padat merayap

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Ardiansyah

Situasi arus kendaraan pemudik pada masa arus balik Lebaran 2019 yang melintasi gerbang tol Bakauheni Selatan, padat merayap.

Berdasarkan pantauan di gerbang tol menuju Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan pada Minggu (9/6) malam, menunjukkan antrean panjang kendaraan terlihat sejak memasuki gerbang tol tersebut.

Gerbang tol Bakauheni Selatan sepanjang sembilan kilometer menuju pelabuhan tersebut dipadati ribuan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa, demikian seperti dikutip dari Antara.

Pemudik kembali ke tempat asalnya untuk kembali beraktivitas setelah merayakan Idul Fitri 2019 di kampung halamannya masing-masing.

Petugas kepolisian maupun pengelola jalan tol setempat berupaya mengurai kemacetan kendaraan pada arus mudik dengan menerapkan sistem buka tutup dan pengalihan kendaraan yang melintas.

7 Juni: H+2 lebaran pemudik masih padati Stasiun Gambir

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Galih Pradipta

H+2 Lebaran 2019, Stasiun Gambir di Jakarta Pusat masih dipadati oleh pemudik yang ingin kembali ke kampung halaman dan warga Jakarta yang ingin jalan-jalan memanfaatkan waktu libur yang tersisa.

Dikutip dari Antara , warga tampak memadati gerbang keberangkatan di Stasiun Gambir, bahkan beberapa ada yang duduk di lantai karena tidak mendapatkan tempat duduk.

"Ini saya baru mau mudik ke Surabaya, karena memang ingin menghabiskan lebaran di Jakarta dulu dan kebetulan saya juga baru dapat tiket untuk hari ini," ungkap Syifa, warga Tambun, Bekasi, yang sedang menunggu kereta.

Tidak hanya warga yang ingin mudik, beberapa calon penumpang adalah warga luar daerah Jakarta yang ingin kembali ke rumah setelah berlibur dan merayakan lebaran di ibu kota. Salah satunya adalah Hernina Agustin yang akan kembali ke rumahnya di Surabaya.

"Saya mau kembali ke rumah. Saya asli Surabaya, jadi kemarin lebaran di Jakarta bersama keluarga besar, karena orangtua saya tinggal di sini," ungkapnya.

Tidak hanya ingin pulang kampung, beberapa calon penumpang kereta di Stasiun Gambir adalah warga Jakarta yang ingin menghabiskan libur panjang di luar kota.

Sarah, warga Jakarta Barat, adalah salah satu calon penumpang yang memanfaatkan libur panjang untuk berlibur ke Cirebon, Jawa Barat, bersama keluarganya.

"Saya pergi ramai-ramai dengan keluarga, sudah rencana lama memang mau berlibur ke Cirebon. Kebetulan libur panjang karena lebaran jadi kami semua bisa pergi. Tiket sendiri sudah kami beli dari lama," ungkap Sara.

Menurut PT KAI, total 239.184 penumpang sudah berangkat menggunakan kereta di Stasiun Gambir dalam periode 26 Mei-6 Juni 2019.

7 Juni: Area parkir di Bandara Soetta ditambah jelang arus balik lebaran

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten menambah fasilitas area parkir jelang arus balik mudik lebaran 2019. Chief Of Officer Incharge Bandara Soekarno-Hatta, Chairul mengatakan, penambahan area parkir ini untuk mengantisipasi adanya keluarga yang menjemput.

Kemudian, ini dilakukan juga untuk mengantisipasi terjadinya kedatangan penumpang di waktu yang bersamaan sehingga tak ada kemacetan di area kawasan Bandara Soetta.

"Area parkir sudah kita tambah demi kelancaran saat arus balik nanti. Jadi, tak ada lagi kendaraan yang parkir sembarangan saat menjemput sebab sudah tersedia semuanya," ujarnya di Tangerang, Jumat (7/6), seperti dikutip Antara.

Terkait pengamanan, Chairul menuturkan jika saat ini masih ditetapkan siaga 1 pasca-pengumuman hasil pemilu. Sehingga, pengamanan di Bandara Soetta pun melibatkan unsur kepolisian dan TNI dengan total mencapai 3.000 personil gabungan.

Selain itu, Bandara Soetta pun memiliki 2.200 CCTV yang berfungsi untuk melakukan
pengawasan dalam tindakan kejahatan.

Penumpang diminta tetap waspada dalam menjaga barang bawaan sehingga selamat sampai tujuan. "Jika membutuhkan informasi, kita sudah siapkan petugas untuk membantu," ujarnya.

Puncak arus balik lebaran di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten diprediksi akan terjadi pada hari Sabtu 8 Juni 2019 dan Minggu 9 Juni 2019.

Sementara itu, jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten selama kurun waktu dari H-7 hingga H-1 tercatat sebanyak 1.206.253 penumpang.

Sementara itu, untuk jumlah pesawat yang dioperasikan selama kurun waktu yang sama yakni H-7 hingga H-1 mencapai sembilan ribu pesawat dengan rata-rata setiap hari sebanyak 1.000 penerbangan.

6 Juni: Ini evaluasi mudik Lebaran 2019 dari Menhub Budi Karya

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Margith Juita Damanik

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan evaluasi mudik Lebaran 2019 pada Kamis (6/6) ketika memantau dan mengecek langsung kesiapan arus balik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Budi Karya menyebutkan, secara keseluruhan, dirinya banyak mendengar kabar gembira terkait mudik 2019. Beberapa hal tak luput dari perhatian Budi Karya untuk dievaluasi.

Budi Karya menyebutkan banyak kabar gembira mengenai perjalanan arus mudik 2019 yang didengarnya. Hal ini membuat Menhub menjadi gembira. "Ada yang cerita dari Jakarta ke Semarang hanya 6 jam, Jakarta ke palembang 8,5 jam, Jakarta solo 8 jam," kata dia.

"Ini menandakan infrastruktur yang dibangun pemerintah memang berguna. Saya tidak bisa bayangkan dalam keadaan seperti tiga tahun lalu bagaimana kita mengurai kemacetan itu. Maka banyak cerita horor saat itu sekarang tak terjadi lagi," lanjutnya.

Hal lain yang jadi perhatian Budi Karya adalah angka kecelakaan. Budi Karya mengatakan angka kecelakaan pada arus mudik 2019 mengalami penurunan lebih dari 50 persen.

"Angka kecelakaan ini sampai sekarang turun drastis tapi diwaktu mendatang ini kita menjaga janganlah adalagi bis wisata masuk jurang, rute-rute itu harus diperhatikan jangan seperti di sukabumi tahun yang lalu jalur yang bukan untuk bis," kata Menhub.

"Dan kunci nya adalah menggunakam rhem chek di kiri bawah jadi penumpang kalau liat bis musti ada ramp check-nya, kalau gak ada ramp chek saya mintak tolong kepada pak polisi untuk ditilang aja gak boleh jalan biar gak menimbulkan kemacetan," jelas dia.

6 Juni: Menhub minta Gerbang Tol Palimanan ditutup sementara selama arus balik

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Indiana Malia

Menteri Perhubungan Budi Karya mengusulkan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk menonaktifkan sementara Gerbang Tol Palimanan selama arus balik.

"Satu lagi yang saya ingin usulkan kepada Menteri PUPR yakni Gerbang Tol Palimanan kalau bisa jangan ada (dinonaktifkan), mengingat gerbang tol ini menjadi penyebab kemacetan sepanjang tiga kilometer saat arus mudik," tuturnya seperti dikutip Antara.

Menhub meminta kepada Kementerian PUPR, dalam hal ini Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), untuk menonaktifkan Gerbang Tol Palimanan hanya selama tiga hari saat arus balik Lebaran yang dimulai pada Jumat 7 Juni hingga Minggu 9 Juni.

"Saya cuma minta tiga hari saja, tanggal 7,8 dan 9 Juni setelah itu kembali normal. Kalau mengenai pendapatan bisa dari jalan tol yang lain, tinggal sharing saja," ujar Budi Karya.

3 Juni: Menhub prediksi puncak arus balik 8-9 Juni

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Axel Jo Harianja

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi puncak arus balik kendaraan yang mengarah ke Jakarta akan terjadi pada 8 dan 9 Juni 2019. Rentang waktu arus balik tahun ini lebih pendek daripada saat arus mudik.

"Jeda hari sisa cuti bersama dengan waktu masuk kerja karyawan setelah Lebaran sangat sempit. Untuk itu kami menyarankan kalau pulang itu sebaiknya tanggal 6,7 atau 10 Juni karena tanggal 8 dan 9 Juni itu akan puncak sekali. Bisa dibayangkan kepadatannya karena pada waktu arus mudik ada waktu 8 hari, sementara untuk arus baliknya hanya 4 atau 5 hari,” kata Menhub Budi Karya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (3/6).

Untuk itu, Menhub mengimbau agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan baik untuk melakukan perjalanan pada arus balik, agar tidak terjadi penumpukan di satu waktu tertentu.

Menhub menjelaskan, saat ini pihaknya bersama-sama dengan Korlantas Polri dan pihak-pihak terkait lainnya tengah menyiapkan strategi penanganan pada arus balik Lebaran.

3 Juni: Sebanyak 556.727 pemudik telah menyeberang ke Sumatera

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

PT ASDP Indonesia Ferry mencatat sebanyak 556.727 orang pemudik memasuki "H-3" atau sudah 69,4 persen dari total 803.000 orang pada periode mudik tahun lalu, yang telah menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera sejak "H-7" atau Kamis (29/5).

Angka tersebut diikuti 52.291 unit atau sudah 68 persen dari total 76.959 kendaraan roda dua, dan 68.599 unit kendaraan roda empat keatas atau lebih atau sudah 72 persen dari total 95.380 unit pada periode mudik tahun lalu.

"Jika melihat data, tren mudik dari Jawa ke Sumatera tahun ini masih mengalami kenaikan. Mahalnya harga tiket pesawat mendorong masyarakat untuk menggunakan moda transportasi darat, termasuk penyeberangan. Dan Lebaran tahun ini, pengguna jasa juga mulai mengatur dengan baik jadwal keberangkatan di waktu awal sehingga puncak arus mudik lebih merata," ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.

Ira memperkirakan untuk pergerakan kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi Pelabuhan Merak pada Minggu (2/6) malam ini masih ramai mengalir dan lancar.

"Libur cuti bersama di periode mudik yang nisbi lama membuat arus berangkat lebih terdistribusi. Hingga 'H-3', layanan arus mudik penyeberangan Merak-Bakauheni berjalan normal dan terkendali," ujarnya.

Sebaliknya, pemudik yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa di Pelabuhan Bakauheni mulai "H-7" hingga "H-4" tercatat sebanyak 197.549 orang atau sudah 68,4 persen dari total 288.875 orang pada periode mudik tahun lalu.

Diikuti, jumlah kendaraan roda dua sebanyak 2.636 unit atau 44,4 persen dari total 5.941 unit tahun lalu dan kendaraan roda empat keatas atau lebih sebanyak 29.948 unit atau sudah 72,3 persen dari total 41.397 unit pada periode mudik tahun lalu.

ASDP tetap mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar mempersiapkan dengan baik jadwal perjalanan mudiknya, termasuk menjaga stamina kesehatan tubuh dan kendaraan.

“Harus jaga kesehatan tetap prima, serta kendaraan yang digunakan agar mudik dapat berjalan asyik dan lancar. Bagi pemudik ferry dapat memanfaatkan pembelian tiket secara online serta pembayaran tiket dengan kartu elektronik. Siapkan KTP-e dan saldo cukup kartu elektronik sehingga tidak ada hambatan berarti saat proses pembayaran," tutur Ira.

Sementara itu, dari lintasan yang menghubungkan Pulau Bali dan Jawa dilaporkan, pemudik yang menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang sebanyak 238.416 orang atau sudah 58 persen dari total penumpang 408.582 orang periode mudik tahun lalu.

Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 48.230 unit atau sudah 57 persen dari total periode mudik tahun lalu sebanyak 84.201 unit. Dan kendaraan roda empat keatas/lebih sebanyak 26.629 unit atau sudah 59 persen dari total 45.251 unit periode mudik tahun lalu.

"Arus mudik dari Gilimanuk ke Ketapang cenderung ramai mulai malam hingga dini hari, khususnya roda dua dan roda empat. Namun, situasi operasional serta pelayanan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk terpantau ramai lancar, aman dan terkendali," ucap Ira.

31 Mei: Wakapolri mendapatkan informasi pemudik yang menggunakan kapal laut untuk menyeberang mengalami kenaikan cukup signifikan

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Auriga Agustina

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto mengapresiasi perkembangan fasilitas yang ada di Pelabuhan Merak.

Saya merasa bangga dengan Banten yang begitu drastis kemajuannya. Gak ada ruang sebaik ini (dulu). Berarti, ini ada satu niatan pemerintah dalam rangka memberikan pelayanan masyarakat yang terus menerus meningkat," ujar Ari di posko terpadu pengamanan lebaran Terminal Eksekutif Dermaga 6 Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

Ari menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia peroleh dari Kapolda Banten Irjen Pol.Tomsi Tohir, peningkatan arus mudik yang menggunakan fasilitas Pelabuhan Merak cukup signifikan sejak tadi malam. Di mana, pengguna kendaraan roda empat sekitar 56 persen dan pengguna roda dua mencapai angka 200 persen.

"Ini suatu fenomena yang mungkin, ada suatu stimulus adanya perbaikan infrastruktur. Di mana, masyarakat ingin mencoba bagaimana jalan laut yang sekarang," jelasnya.

"Tapi, apapun ceritanya, tidak mungkin pelabuhan ini dibesarkan hanya untuk Lebaran saja. Tapi ada upaya dari pemda dan pihak pelabuhan sudah meningkatkan fasilitas," sambung Ari.

Baca Juga: Jumlah Pemudik dari Stasiun Senen Meningkat Dibanding Tahun Lalu

31 Mei: Penumpang masih mengeluhkan sistem pembayaran

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Auriga Agustina

Sejumlah penumpang yang hendak mudik melalui Pelabuhan Merak - Bakauheni, mengeluhkan sistem pembayaran tiket di Merak - Bakauheni yang menggunakan uang elektronik. Salah seorang penumpang, dengan inisial BY mengatakan dirinya sempat merasa terkendala saat hendak melakukan pembayaran.

"Tadi ada kendala saldonya belum diaktivasi jadi harus di aktivasi dulu, nah itu jadi banyak penumpukan akhirnya, " Katanya kepada IDN Times, pada Jumat (31/5).

BY dan keluarganya merupakan pemudik yang berkendara roda empat. Mereka berasal dari Jakarta dan akan mudik ke Baturaja, (Lampung) dengan menumpang kapal eksekutif.

Hal yang serupa juga dialami oleh seorang penumpang yang datang dari Ciujung Tanggerang. Ia mengatakan pelayanan kali ini relatif lama salah satunya karena adanya sistem pembayaran baru yang diterapkan.

Pelayanannya lama banget, ya salah satunya karena pembayaran itu," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan pembayaran tiket penyeberangan di Merak-Bakauheni dengan uang elektronik. Hal ini berlaku bagi semua pemudik yang menumpang kapal, yang berkendara maupun tidak.

31 Mei: Korlantas Polri mulai memberlakukan sistem 'one way' di Tol Trans Jawa

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Korlantas Polri sudah mulai memberlakukan sistem satu arah atau 'one way' di Tol Trans Jawa sejak pukul 06:00 WIB tadi. Tujuannya, untuk mengantisipasi kendaraan para pemudik yang bergerak dari Jakarta usai santap sahur. 

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes (Pol) Benyamin mengatakan sistem satu arah atau one way diberlakukan oleh kepolisian untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan pada puncak arus mudik dan arus balik di tol. Kantor berita Antara melaporkan one way diberlakukan di tol Trans Jawa mulai dari kilometer 70 Cikampek Utara hingga kilometer 263 Brebes Barat. 

One way akan diberlakukan dimulai dari 30 Mei hingga 2 Juni. Sementara, untuk arus balik, one way diberlakukan 8 Juni hingga 10 Juni. Jalur satu arah akan diberlakukan mulai dari kilometer 263 Brebes Barat menuju kilometer 70 Cikampek Utama. 

30 Mei: H-6 lebaran, 74.496 kendaraan pemudik diprediksi tinggalkan Jakarta

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Auriga Agustina

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 57.405 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada H-7 Lebaran, Rabu (29/5).

Jumlah ini naik sebesar 144,44 persen dari Lalu Lintas Harian (LHR) normal sebesar 23.484 kendaraan.

Salah satu faktor peningkatan karena pada Selasa (28/5) lalu merupakan hari terakhir kendaraan berat melintas di jalan tol, sebelum pembatasan kendaraan angkutan barang non-BBM dan sembako berlaku sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 37 Tahun 2019.

Jasa Marga memprediksi pada hari ini, Kamis (30/5) atau H-6 Lebaran 2019, sebanyak 74.496 kendaraan masih akan meninggalkan Jakarta melalui GT Cikampek Utama, atau meningkat 159,7 persen dari volume lalin normal, 28.689 kendaraan.

30 Mei: Pemudik kereta api bakal tembus satu juta orang

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Denisa Tristainty

PT KAI memprediksi terjadi kenaikan penumpang kereta api dalam arus mudik Idul Fitri 2019. Meskipun suasana di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, belum terlalu padat pada Kamis (30/5).

"Kami prediksikan akan naik 9 persen. Jadi, tahun lalu itu secara keseluruhan selama arus mudik, totalnya itu sekitar 915 ribu tiket terjual," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Eva Chairunisa saat ditemui di Stasiun Pasar Senen.

Eva mengatakan pihaknya memprediksi total jumlah penumpang kereta api bisa mencapai 997 ribu sampai hingga satu juta orang. "Kami menghitungnya 22 hari, H-10 sampai dengan H+10," ungkap dia.

Sementara, untuk kereta tambahan yang sudah dioperasikan PT KAI sudah mencapai 10 kereta per hari.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik di Bandara Husein Anjlok 71 Persen

30 Mei: Lonjakan penumpang terjadi di Bandara Halim Perdanakusuma

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019Wikimedia.org/ Akhmad Fauzi

Lonjakan penumpang pesawat terjadi di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta meski harga tiket pesawat semakin mencekik.

Dilansir dari Antara, pengelola Bandara Halim Perdanakusuma mengatakan lonjakan jumlah penumpang sudah terjadi di bandara tersebut sejak Rabu (29/5) malam.

"Semalam jumlah penumpang mencapai 19.924 orang. Biasanya penumpang hanya berkisar antara 12.000-an orang," kata Executive General Manager Angkasa Pura II cabang Bandara Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama Pip Darmanto di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (30/5).

Menurut Darmanto, peningkatan ini terkait dengan cuti bersama Lebaran yang diberikan pemerintah yakni pada 3-7 Juni, sehingga sebagian pemudik memilih untuk berangkat terlebih dahulu.

Namun, angka tersebut merupakan penurunan dibanding hari pertama musim mudik tahun lalu.

30 Mei: Hindari penumpukan di Merak, truk dialihkan ke Pelabuhan Bojonegara

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/M.Idris

Polda Banten mengalihkan kendaraan roda enam atau truk yang ingin menyeberang melalui Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bojonegara, Serang, Banten. Kebijakan ini diambil untuk menghindari penumpukan kendaraan di Pelabuhan Merak.

Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir, mengatakan pengalihan ini sudah dilakukan sejak Rabu (29/5) dan akan terus diberlakukan sepanjang puncak arus mudik berlangsung pada Jumat (31/5).

"Hingga nantinya Pelabuhan Merak kembali mampu menampung kendaraan atau pada saat puncak arus, kita kembalikan ke Merak lagi, " ucapnya.

30 Mei: 1.982 pemudik sepeda motor gratis dilepas di Pelabuhan Tanjung Priok

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019Dok. Istimewa

Kementerian Perhubungan melepas kapal mudik gratis perdana, yang mengangkut 1.982 orang pemudik sepeda motor dari Terminal Penumpang Nusantara Pura Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

"Hari ini, kapal memuat 911 unit sepeda motor dari 1.039 sepeda motor yang terdaftar dan 1.982 orang penumpang dari 2.211 orang yang mendaftar mudik gratis, diberangkatkan dengan kapal penumpang KM. Dobonsolo yang dioperatori PT. Pelni dari Jakarta menuju Semarang Jawa Tengah,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, usai melepas kapal mudik gratis perdana di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (30/5).

Menurut Arif, pada 2019 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyediakan tiga kali keberangkatan (voyage) arus mudik gratis bagi pemudik sepeda motor dengan kapal, yaitu tanggal 30 Mei, 1 Juni, dan 3 Juni 2019.

Kemudian, tiga kali voyage arus balik tanggal 8, 10, dan 12 Juni 2019. Total kuota kapasitas yang disediakan sebanyak 7.500 unit sepeda motor dan 15.000 orang penumpang.

“Alhamdulillah hingga hari ini angka realisasi mudik gratis sepeda motor dengan kapal laut sudah mencapai lebih dari 86 persen," ujar Arif.

Baca Juga: Mau Hemat Saat Mudik? Coba 5 Tips Ini! 

30 Mei: Lepas mudik gratis Pemprov DKI, Anies Baswedan minta pemudik jangan sibuk sendiri dengan gawai

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Axel Jo Harianja

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hari ini meresmikan pelepasan Mudik Gratis 2019 yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi  (Pemprov) DKI Jakarta. Dalam kesempatan itu, Anies berpesan kepada para pemudik, untuk memanfaatkan momen itu dengan menjalin interaksi dengan sesama penumpang.

"Izinkan saya menyampaikan pesan buat yang mudik. Perjalanan pulang ini Anda akan ketemu dengan orang yang belum tentu Anda kenal dalam bus itu. Gunakan kesempatan untuk berinteraksi, berkenalan membangun suasana persaudaraan," ujar Anies dalam sambutannya dalam acara pelepasan Mudik Gratis 2019 Pemprov DKI Jakarta, di Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (30/5) pagi.

Anies juga mengatakan, gadget merupakan salah satu alat komunikasi yang baik. Akan tetapi, ia meminta agar alat komunikasi itu jangan sampai menjauhkan diri dengan sesama.

"Jangan sampai di dalam bus alat ini mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Kita tidak ingin di sepanjang jalan hanya menggunakan gawai. Tidak bercakap dengan kanan kiri yang padahal mereka saudara se-kampung halaman. Gunakan kesempatan di dalam bus untuk berinteraksi, berkomunikasi, membangun persahabatan," katanya.

30 Mei: Menteri BUMN Rini Soemarno lepas 26.018 peserta mudik gratis di GBK

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Dini Suciatiningrum

Menteri BUMN Rini Soemarno melepas 26.018 pemudik yang mengikuti kegiatan mudik gratis BUMN dengan 526 bus di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (30/5).

Rini mengungkapkan, 526 bus mudik tersebut merupakan sinergi dari 104 BUMN. Rini bangga tahun ini perusahaan pelat merah bisa membantu masyarakat yang ingin mudik merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.

"Saya merasa bangga karena BUMN mudik bareng tahun ini diikuti 104 BUMN, meningkat 67,74 persen dibanding tahun lalu yang hanya 62 BUMN saja," ucap Rini usai melepas ratusan bus pemudik.

30 Mei: ASDP terapkan diskon tarif di lintas Merak-Bakauheni

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019Ilustrasi mudik menggunakan kapal/ANTARA FOTO/Zabur Karuru

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengimbau kepada seluruh pengguna jasa ferry agar mengatur jadwal perjalanan dengan menyeberang di pagi dan siang hari agar tidak mengalami kepadatan di malam hari, khususnya di lintasan Merak-Bakauheni.

Bagi pemudik kendaraan pribadi (golongan IVA) non-eksekutif yang menyeberang di siang hari selama puncak arus Lebaran 2019, akan mendapatkan diskon tarif sebesar 10 persen menjadi Rp337 ribu per kendaraan. Sebaliknya, bagi kendaraan yang menyeberang pada malam hari akan dikenakan kenaikan tarif sebesar 10 persen menjadi Rp411 ribu per kendaraan.

“Kami harapkan penerapan diskon tarif ini dapat mendorong masyarakat untuk menyeberang di siang hari, sehingga dapat terhindar dari potensi antrian saat puncak arus mudik dan balik yang biasa terjadi pada malam hingga dini hari,” kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi.

Penerapan diskon tarif tiket terpadu lintas Merak-Bakauheni pada kondisi puncak arus sesuai dengan arah kebijakan Kementerian Perhubungan.

"Kebijakan itu diharapkan dapat lebih efektif mengurai kemacetan di saat puncak arus mudik dan balik karena mendorong masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan di siang hari," ungkapnya.

29 Mei: Waspadai jalan bergelombang di Tol Cipali

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Debbie Sutrisno

Keberadaan jalan Tol Trans Jawa semakin mempermudah para pemudik untuk pulang bersama keluarga dalam satu kendaraan. Dengan akses yang semakin nyaman, penggunaan jalur darat khususnya jalan tol, diproyeksi akan meningkat tajam.

Salah satu ruas Tol Trans Jawa yang akan ramai oleh pemudik adalah Cikopo-Palimanan atau akrab disebut Cipali. Ruas tol sepanjang 116 kilometer (km) ini menghubungkan masyarakat dari Jakarta menuju Kota Cirebon dan sekitarnya.

Pekan lalu IDN Times mencoba menjajal fasilitas tol ini dengan akses awal dari pintu Tol Pasteur, Bandung. Sebelum masuk Tol Cipali, kendaraan terlebih dahulu harus melewati dua pintu tol, yakni pintu tol Purbaleunyi arah Cikampek dan pintu Gerbang Tol Cikampek I. Gerbang tol ini merupakan pemindahan dari Gerbang tol Cikarang Utama, yang sengaja dibongkar untuk meminimalisir kemacetan di sekitar ruas tol tersebut.

Tol Cipali memang menjadi akses paling ideal untuk para pemudik. Tanpa kehadiran tol ini, masyarakat yang menggunakan kendaraan roda empat atau bus hanya keluar pintu Tol Cikampek. Mulai dari sini kendaraan harus masuk ke jalan raya pantai utara (pantura) yang tidak terlalu luas dan berhimpitan dengan kendaraan roda dua. Alhasil, kendaraan harus berjalan pelan.

Namun, di balik akses tol Cipali yang memudahkan para pemudik menuju daerah Jawa Tengah, fasilitas ini masih memiliki beberapa kekurangan dan harus diwaspadai para pengemudi. Misalnya, jalan yang bergelombang.

Salah seorang sopir yang kerap menggunakan jalan tol ini, Jaenal, menuturkan, keberadaan Tol Cipali memang mempersingkat waktu dan akan berdampak saat digunakan mudik oleh masyarakat. Sayangnya jalan yang bergelombang bisa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kecelakaan di Tol Cipali.

"Sudah jalannya lurus jadi kadang suka gak kerasa pas kebut kan. Jadi pas ada gelombang itu bahaya ke kendaraan," ujar Jaenal.

Untuk mengantisipasi kelelahan di jalan tol, Jaenal mengimbau para pengemudi tidak bepergian pada malam hari. Rasa kantuk di malam hari akan lebih terasa dan membuat aktivitas berkendara lebih berbahaya.

Yang harus lebih diwaspadai adalah tidak adanya pembatas jalan antara ruas yang kanan dan kiri. Sehingga ketika ada mobil oleng, kendaraan ini bisa langsung menyeberang ke ruas yang lain dan itu lebih berbahaya karena bisa langsung bertubrukan dengan kendaraan lain yang tengah melaju kencang.

"Pokoknya yang pakai Cipali harus ekstra hati-hati," ujarnya.

28 Mei: Ini perubahan skema satu arah (one way) jalan tol Trans Jawa

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan perubahan skema satu arah (one way) jalan tol Trans Jawa yang akan berlaku pada 30 Mei hingga 2 Juni 2019. Dia mengatakan, pemberlakuan skema satu arah tidak lagi berlaku 24 jam, tetapi situasional.

Selain itu, lanjut dia, pada awalnya pemberlakuan satu arah ini dimulai sejak Gerbang Tol Cikarang Utama KM 26 hingga Gerbang Tol Brebes Barat Km 262, maka pemberlakuan itu diubah menjadi dimulai dari KM 70 atau Gerbang Tol Cikampek Utama.

"Jadi, kami sudah hitung satu sisi 'one way' ini tidak mutlak. Kemarin sudah diputuskan agak bergeser dari rencana awal tidak dimulai dari KM 29, tetapi jadinya KM 70," katanya usai pembukaan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2019 di Jakarta, Selasa (28/5), seperti dilansir Antara.

Menurut Budi, karena tidak berlaku 24 jam, ada rentang waktu (window time) yang berlaku dari pukul 21.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

"Artinya, kepadatan yang diperkirakan akan menumpuk ini akan berkurang. Jadi adanya keluhan dari bus itu bisa diselesaikan," katanya.

Perubahan skema satu arah itu dikarenakan adanya potensi kepadatan di Jalur Pantura sebagai imbas dari satu arah di sepanjang jalan tol dari Cikarang hingga Brebes Barat.

Baca Juga: Bahan Bakar Pesawat Naik Tujuh Persen Saat Arus Mudik

27 Mei: Sistem contra flow dan one way akan diterapkan di jalan Tol Jakarta-Cikampek

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan, sistem contra flow dan one way akan diterapkan untuk mengatasi kepadatan di jalan Tol Jakarta-Cikampek pada arus mudik Lebaran 2019.

"Sistem contra flow (lawan arus) dan one way (satu arah) menjadi skema utama dalam mengatasi kepadatan di jalan Tol Jakarta-Cikampek," katanya saat memantau pemberhentian proyek di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Minggu (26/5) seperti dikutip dari Antara.

Rencana pengaturan lalu lintas contra flow maupun one way akan diberlakukan mulai 30-31 Mei 2019 serta 1-2 Juni 2019 untuk arus mudik dan untuk arus balik akan diterapkan pada 8-10 Juni 2019.

Untuk contra flow akan diberlakukan mulai dari Kilometer 29 sampai dengan Kilometer 61 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, yakni mulai pukul 06.00-21.00 WIB.

Kemudian one way diberlakukan mulai dari Kilometer 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan Kilometer 263 Jalan Tol Pejagan-Pemalang pada pukul 09.00-21.00 WIB.

Menurut dia, pemberlakuan skema contra flow dan one way ini dilakukan dengan pertimbangan untuk mengakomodasi lalu lintas jarak pendek serta lalu lintas yang dari dan menuju Bandung.

Jalur one way hanya dapat digunakan untuk kendaraan kecil, sedangkan kendaraan besar atau bus serta pengguna jalan dengan jarak pendek agar menggunakan jalur normal.

Sementara untuk pengguna jalan dengan tujuan jarak jauh seperti Cirebon dan Semarang dapat menggunakan jalur one way sebagai jalur alternatif.

25 Mei: Hore! Tarif tol seluruh Indonesia diskon 15 persen selama arus mudik dan balik Lebaran

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Tarif tol di semua ruas jalan tol di seluruh Indonesia akan didiskon 15 persen. Potongan tarif ini diberikan oleh seluruh operator jalan tol atau dikenal dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang berada di bawah naungan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI).

“Jika dicermati, diskon tidak diberikan saat prediksi puncak arus mudik maupun balik Lebaran agar lalu lintas dapat terdistribusi dengan baik. Hal ini mengingat tingginya volume lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran," ujar Ketua Umum ATI Desi Arryani pada konferensi pers yang berlangsung di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jumat (24/5), seperti dikutip Antara.

Diskon tarif tol yang diberikan oleh ATI adalah sebesar 15 persen dan akan berlaku pada periode arus mudik Lebaran 2019, yaitu pada 27 Mei 2019 pukul 00.00 WIB sampai dengan 29 Mei 2019 pukul 23.59 WIB .

Diskon juga diberikan pada periode arus balik Lebaran, yaitu pada 10 Juni 2019 pukul 00.00 WIB sampai dengan 12 Juni 2019 pukul 23.59 WIB.

19 Mei: Akses pintu keluar tol disediakan di sepanjang jalur one way

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019Dok. IDN Times/Istimewa

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dengan adanya pemberlakuan sistem satu jalur (one way) di jalur tol mulai dari Cikarang kilometer 29 hingga Brebes kilometer 263, pengemudi yang melewati jalur tersebut tetap bisa keluar di pintu-pintu keluar tol yang telah disediakan.

Dengan sistem one way, jalur A (dari arah Jakarta ke arah timur) dan jalur B (dari arah timur ke Jakarta) akan digunakan satu arah dari Jakarta menuju ke arah timur (Hingga Brebes Barat). Pengelola jalan tol telah menyiapkan akses jalan bagi pengendara di jalur B yang ingin keluar tol.

"Tadi kita bahas tentang detail rencana memberlakukan satu arus, satu hal yang penting bahwa dengan diberlakukannya satu arus, tidak berarti hanya bisa keluar di Cirebon semua. Sebagai contoh, mereka yang ke Majalengka, Palimanan, Indramayu, bisa keluar di Gerbang Tol Plumbon. Kemudian itu mau ke Tasik, Kuningan, Ciamis, Banjar bisa keluar di Gerbang Tol Ciperna Utama. Pejagan Kalau mau ke Purwokerto, bisa keluar di Gerbang Tol Pejagan,” kata Menhub saat meninjau progres penutupan Gerbang Tol Cikarang Utama, Minggu (19/5).

19 Mei: Menhub tinjau kesiapan penerapan one way jalur mudik

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019Dok. IDN Times/Istimewa

Dua minggu sebelum arus mudik Lebaran 2019, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan sejumlah titik di ruas tol Jakarta-Cikampek hingga Brebes.

Hal itu dilakukan Menhub untuk melihat kesiapan jalan tol, khususnya penerapan jalur satu arah (One Way) pada saat arus mudik maupun arus balik.

Penerapan sistem satu arah ini diharapkan menjadi solusi baru mengatasi kemacetan yang kerap terjadi setiap tahunnya.

“Top isu sekarang adalah penerapan One Way dari Cikarang Utama sampai Brebes. Oleh karenanya saya ajak Dirjen Perhubungan Darat, Dirut Jasamarga, dan Korlantas hari ini untuk memastikan kesiapannya seperti apa,” kata Menhub melalui keterangan tertulisnya, Minggu (19/5).

Menhub menjelaskan, ia ingin melihat progres penutupan Gerbang Tol Cikarang Utama yang akan dialihkan ke dua titik yaitu di Gerbang Tol Cikampek Utama yang berada di kilometer 70 dan Gerbang Tol Kahuripan Utama (kilometer 67) untuk memperlancar arus mudik lebaran tahun ini.


Dia berharap informasi terkait rencana pemberlakuan satu arah bagi kendaraan dari Jakarta mulai dari Cikarang hingga Brebes dapat diketahui masyarakat khususnya para pengguna jalan tol pada saat mudik.

“Kita merencanakan satu arah itu dari tanggal 30 Mei 2019 sampai 2 Juni 2019 untuk arus mudik, mulai dari Cikarang KM 29 sampai Brebes KM 263. Saya ingin informasi tersebut menjadi suatu pengetahuan umum bagi semua orang,” ujarnya.

Baca Juga: Sudah 556.727 Orang Mudik ke Sumatera Melalui Merak

19 Mei: Aturan ganjil genap di pelabuhan penyebrangan Merak-Bakauheni

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Kementerian Perhubungan akan menerapkan sistem ganjil genap di pelabuhan penyebrangan Merak-Bakauheni untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan pada saat mudik Lebaran 2019.

Kita punya skema ganjil genap untuk penyebrangan, ini berlaku khusus untuk mobil, dan diberlakukan pada malam hari menuju pagi," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi, di Jakarta, Jumat (16/5) lalu.

Menurut Budi, hal ini dilakukan melihat pola yang sama pada mudik tahun 2017 dan 2018, dimana banyak pemudik yang menyebrang ke Sumatera pada jam 12 malam sampai jam 6 pagi. "Jadi, kita ingin mendistribusikan para pemudik ini ke siang dan sore hari. Dengan skema ini, kemungkinan kemacetan akan teratasi pada jam tertentu," kata Budi.

Budi menambahkan bahwa ini sifatnya hanya imbauan, bukan peraturan yang mengikat. "Jika memang ada kendaraan ganjil mau menyebrang di tanggal genap tidak apa-apa," ujar Budi.

Berikut jadwal ganjil genap di Pelabuhan Merak:

30 Mei 2019, Pukul 20.00 WIB sampai 31 Mei 2019, Pukul 08.00 WIB : diprioritaskan untuk kendaraan berplat nomor genap.
31 Mei 2019, Pukul 20.00 WIB sampai 1 Juni 2019, Pukul 08.00 WIB : diprioritaskan untuk kendaraan berplat nomor ganjil.
1 Juni 2019, Pukul 20.00 WIB sampai 2 Juni 2019, Pukul 08.00 WIB : diprioritaskan kembali untuk kendaraan berplat nomor genap.
2 Juni 2019, Pukul 20.00 WIB sampai 3 Juni 2019, Pukul 08.00 WIB : diprioritaskan untuk kendaraan berplat nomor ganjil.

16 Mei: Jadwal dan jalur one way selama arus mudik dan balik Lebaran 2019

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol Refdi Andri mengatakan pihaknya telah mengatur seluruh jadwal pemberlakuan sistem one way tersebut mulai dari arus mudik hingga balik lebaran 2019.

“Kita akan berlakukan one way di tanggal 30, 31 (Mei), tanggal 1 dan tanggal 2 (Juni) itu pada saat mudik. Kemudian pada saat baliknya kita akan melakukan di tanggal 7,8 dan tanggal 9,” kata Refdi saat menghadiri acara Mudik Selamat, Guyub Rukun di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (16/5).

Terkait jalur one way arus mudik sendiri, Refdi menjelaskan bahwa akan diberlakukan mulai dari kilometer 25 tol Cibitung hingga kilometer 263 ruas tol Brebes Barat.

Sementara itu, untuk arus balik sendiri, pemberlakuan sistem one way akan dimulai pada kilometer 189 tol Palimanan hingga kilometer 25 tol Cibitung.

“Ini sudah kita simulasi dengan perangkat unsur kewilayahan para Dirlantas polres yang wilayahnya dilewati,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Prediksi Arus Mudik Lebaran 2019 Versi PT KAI

16 Mei: Antisipasi lonjakan pemudik, PT KAI Daop 1 tambah 20 kereta setiap harinya

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Mengantisipasi lonjakan pemudik dari Jakarta, PT KAI Daop 1 akan mengoperasikan 20 kereta api jarak jauh (KAJJ) tambahan setiap harinya. Penambahan ini melengkapi jumlah KAJJ yang bakal melayani pemudik selama 22 hari menjadi 78 kereta. Sebanyak 58 sisanya merupakan KAJJ reguler yang beroperasi sehari-hari.

"Secara keseluruhan, untuk di Daop 1 sendiri selain 58 kereta reguler, kami juga mengoperasikan 20 KA tambahan selama musim mudik. Itu 22 hari kami hitungnya, sejak 26 Mei sampe 16 Juni. Jadi totalnya 78 kereta, setiap hari, baik untuk tujuan jarak dekat seperti Bandung, Cirebon, jarak menengah Solo, Semarang, Yogyakarta, dan jarak jauh seperti Madiun dan Surabaya," ujar Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 1 Eva Chairunisa, Rabu (15/5).

Penambahan 20 KAJJ itu, menurut Eva, mampu menampung 199.242 pemudik selama 22 hari. Dengan demikian total kursi yang tersedia bagi pemudik pada Lebaran 2019 mendatang berjumlah 765.688 kursi.

20 KAJJ tambahan yang disediakan PT KAI Daop 1 terdiri dari 11 kelas eksekutif, 1 kelas bisnis, 3 kelas ekonomi, dan 5 campuran. Sedangkan untuk KAJJ reguler, terdapat 18 kelas eksekutif, 19 kelas ekonomi, dan 21 campuran.

Baca Juga: Tiket Pesawat, PT KAI: Pemudik Beralih Naik Kereta Api

12 Mei: Kemenhub resmi terapkan sistem one way, ganjil genap dibatalkan

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Berdasarkan hasil rapat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan Kakorlantas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan Jasa Marga, seluruh instansi terkait sepakat bahwa pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2019 ini diberlakukan sistem one way atau satu jalur.

“Kami sepakat menggunakan sistem one way. Kenapa one way? Karena ada kecenderungan masyarakat mudik dengan rombongan, bisa 2-3 mobil kemudian kalau ada yang (bernomor) ganjil dan yang genap pasti akan terpisah mobilnya,” kata Budi Setiyadi melalui keterangan tertulisnya, Minggu (12/5).

Oleh sebab itu sistem ganjil genap yang sebelumnya akan diterapkan pada arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini dibatalkan.

“Selain itu kalau kami berlakukan ganjil genap dan masyarakat tidak tahu pasti akan ada penumpukan di pintu-pintu yang akan kita berlakukan ganjil genap, sehingga kita cenderung memilih one way,” ungkapnya.

8 Mei: Ada 71 rest area di Tol Trans Jawa

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Kepala Sub Bidang Operasional dan Pemeliharaan II Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Joko Santoso menjelaskan, untuk melayani masyarakat selama mudik nanti Tol Trans Jawa menyediakan 71 rest area, di mana 55 rest area siap dioperasikan sementara 16 lainnya masih tahap konstruksi.

"Kita sediakan rest area sampai Brebes dan Surabaya, rest area agak tertinggal saat ini masih tahap kontruksi meski belum jadi tapi wajib disediakan tempat istirahat, toilet, parkir dan musala," jelasnya.

Joko juga mengimbau agar masyarakat melakukan antisipasi mengisi uang elektronik sebelum mudik, sebab pada tahun lalu masyarakat berhenti di rest area hanya untuk mengisi uang elektronik, hal itu menyebabkan terjadinya kemacetan.

Berikut beberapa tarif Golongan 1 yang harus dibayarkan di gerbang tol :

Jakarta- Probolinggo Rp727.500
Jakarta - Semarang Rp349.500
Jakarta - Cirebon (Via GT Kanci) Rp144.000
Jakarta - Cirebon (Via GT Palimanan) Rp132.000
Jakarta - Solo Rp426.500
Jakarta - Surabaya Rp675.500
Jakarta - Pasuruan (Grati) Rp727.500

Baca Juga: Sistem One Way Resmi Diterapkan Saat Mudik dan Arus Balik 2019

7 Mei: Penerapan one way di Tol Trans Jawa sudah tahap finalisasi

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Dalam mengantisipasi kemacetan saat mudik Lebaran, Pemerintah berencana menerapkan one way di sebagian ruas yang terintegrasi dengan Tol Trans Jawa. Rencana tersebut sudah masuk dalam tahap finalisasi.

Kepala Sub Bidang Operasional dan Pemeliharaan II Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Joko Santoso, mengatakan kemacetan yang terjadi di jalur Cikampek menjadi menjadi alasan penerapan one way. Karena itu, Tol Jakarta-Cikampek menjadi garis start penerapan one way di Tol Trans Jawa.

Joko mengatakan, dengan adanya penerapan jalur one way, mudik di jalan tol akan diarahkan dari Jakarta ke Jawa Tengah yakni di KM 29 hingga KM 262 yang merupakan titik di ruas Tol Brebes.

"Adapun saat arus balik, penerapan one way akan dilakukan dari KM 188 di gerbang Tol Palimanan sampai ke Cikarang Utama KM 29," ujarnya di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Selasa (7/5).

6 Mei: Gubernur Ganjar antisipasi kemacetan di pintu keluar tol Jateng saat arus mudik Lebaran

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019Instagram.com/@ganjar_pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, beberapa hal yang menjadi catatan untuk Angkutan Lebaran Tahun 2019 salah satunya adalah antisipasi kemacetan yang ada di pintu keluar tol.

Beberapa titik pintu keluar tol di Jateng yang perlu diantisipasi antara lain, pintu keluar tol Pejagan; pintu keluar tol Pemalang (Gandulan); pintu keluar tol Banyumanik dan kalikangkung (pembayaran/topup); pintu keluar tol Salatiga (tingkir); pintu keluar tol Boyolali; dan pintu keluar tol Kartusuro.

"Kemacetan di pintu keluar tol harus diantisipasi, untuk itu saya minta pemerintah kabupaten/kota agar menyiapkan jalur alternatif dengan rambu-rambu yang baik tentunya," ujar Ganjar seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Terpelihara, Jalan di Jabar Siap Dilalui Pemudik 

5 Mei: Menhub wacanakan penerapan ganjil genap di tol saat mudik

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Fitria Madia

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mewacanakan penerapan ganjil genap di dalam tol saat arus mudik Lebaran 2019 untuk mengurai kepadatan arus kendaraan.

"Mudik kali ini kami prediksikan lebih baik dari tahun lalu. Meski demikian, kami juga harus memikirkan beberapa pemikiran karena dengan adanya tol Jakarta-Surabaya, ekspektasi masyarakat menggunakan jalan tol pasti meningkat," katanya saat berkunjung ke Solo, Sabtu (4/5), seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan jika tidak diwaspadai maka meningkatnya volume jalan raya bisa menjadi bumerang di beberapa titik rawan kemacetan.

"Oleh karena itu, kemarin kami rapat terbatas dengan Presiden. Presiden menyarankan kepada kami dua hal, yaitu bagaimana memberdayakan jalur lama dan Presiden meminta agar kami memberdayakan rest area sebagai pusat ekonomi masyarakat terutama UKM," katanya.

Terkait dengan hal itu, saat ini Kemenhub tengah berkoordinasi dengan kepolisian.

"Bisa saja minggu depan (sosialisasi) agar masyarakat tahu lebih awal, mengenai penerapan ganjil genap selama arus mudik," katanya.

Ia mengatakan penerapan yang mungkin akan dilakukan misalnya Senin khusus plat nomor ganjil yang diperbolehkan melintasi jalan tol, sedangkan plat nomor genap harus melewati jalan biasa.

"Selasa kebalikannya, begitu seterusnya. Dengan ini maka bisa dipastikan ada volume dapat terkelola dengan baik. Pengendara juga tidak buru-buru, kami akan koordinasi dengan kepolisian dan pemda," katanya.

Terkait hal itu, saat ini pihaknya tengah melakukan riset kecil. Jika disetujui, maka pada akhir pekan depan aturan tersebut dapat diumumkan.

Baca Juga: Menhub Wacanakan Sistem Ganjil Genap Saat Mudik dan Arus Balik Lebaran

4 Mei: 8 rute perjalanan program mudik gratis dari PT KAI

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Indiana Malia

Terdapat 8 rute perjalanan program mudik gratis dari PT KAI, sebagai berikut:

1. KA Kertajaya Lebaran

KA ini mempunyai rute Pasar Senen- Surabaya Pasar Turi, dengan kuota 310 kursi. Kereta dijadwalkan berangkat pada 26 Mei 2019 pukul 08.45 WIB dan tiba pukul 20.25 WIB.

2. KA Brantas Lebaran

KA ini mempunyai rute Pasar Senen-Blitar dengan kuota 310 kursi. Kereta dijadwalkan berangkat pada 26 Mei 2019 pukul 18.00 WIB dan tiba pukul 08.55 WIB.

3. KA Kertajaya Lebaran

KA ini mempunyai rute Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi dengan kuota 314 kursi. Kereta dijadwalkan berangkat pada 27 Mei 2019 pukul 08.45 WIB dan tiba pukul 20.25 WIB.

4. KA Brantas Lebaran

KA ini mempunyai rute Pasar Senen-Blitar, dengan kuota 316 kursi. Kereta dijadwalkan berangkat pada 27 Mei 2019 pukul 18.00 WIB dan tiba pukul 08.55 WIB.

5. KA Kertajaya Lebaran

KA ini mempunyai rute Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen, dengan kuota 310 kursi. Kereta dijadwalkan berangkat pada 15 Juni 2019 pukul 23.35 WIB dan tiba pukul 10.50 WIB.

6. KA Brantas Lebaran

KA ini mempunyai rute Blitar-Pasar Senen, dengan kuota 310 kursi. Kereta dijadwalkan berangkat pada 15 Juni 2019 pukul 13.55 WIB dan tiba pukul 05.22 WIB.

7. KA Kertajaya Lebaran

KA ini mempunyai rute Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen, dengan kuota 314 kursi. Kereta dijadwalkan berangkat pada 16 Juni 2019 pukul 23.35 WIB dan tiba pukul 10.50 WIB.

8. KA Brantas Lebaran

KA ini mempunyai rute Blitar-Pasar Senen, dengan kuota 316 kursi. Kereta dijadwalkan berangkat pada 16 Juni 2019 pukul 13.55 WIB dan tiba pukul 05.22 WIB.

3 Mei: Program Mudik Lebaran Gratis 2019 bersama PT KAI

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Indiana Malia

PT Kereta Api Indonesia membuka pendaftaran online Mudik Lebaran gratis 2019. Pendaftaran Mudik Gratis KAI 2019 digelar mulai 26 April hingga 8 Mei 2019.

Ada sekitar delapan rute perjalanan kereta api. Dari delapan rute perjalanan untuk mudik kali ini dengan tujuan berbagai wilayah, antara lain Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Blitar.

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui situs mudikbumn.co.id. Meski pendaftaran dibuka hingga 8 Mei 2019, jika kuota yang tersedia telah habis maka otomatis pendaftaran ditutup.

Arus mudik menggunakan kereta api (KA) ini diberangkatkan pada 26-27 Mei 2019. Sementara, untuk arus balik dijadwalkan berangkat pada 15-16 Juni 2019.

30 April: 107.200 personel kepolisian siap mengamankan mudik Lebaran 2019

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019IDN Times/Istimewa

Sebanyak 107.200 personel kepolisian akan dikerahkan menjaga keamanan selama musim mudik lebaran melalui Operasi Ketupat 2019.

"Operasi Ketupat sudah dipersiapkan sejak dini. Polda Jawa Barat, Polda Lampung, Polda Jawa Timur, Polda Jawa Tengah, sudah dipersiapkan dengan matang jalur-jalurnya (jalur mudik)," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Gedung Ombudsman, Jakarta, Selasa (30/4).

Dedi mengatakan, Operasi Ketupat akan dimulai sejak 30 Mei sampai 10 Juni 2019. Sementara, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-5, H-4, H+2 dan H+3 Lebaran.

"Lonjakan arus diprediksi tanggal 31 Mei, 1 Juni, 8 dan 9 Juni 2019," kata Dedi.

Baca Juga: Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi 31 Mei 2019

Topic:

  • Dwifantya Aquina
  • Santi Dewi

Just For You