Comscore Tracker

Tingkatkan Kompetensi Guru, Kemdikbud Bakal Gelar Program Guru Belajar

Program Guru Belajar digelar 1-19 Desember 

Jakarta, IDN Times -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluncurkan Program “Guru Belajar Seri Masa Pandemi COVID-19” pada 28 Agustus 2020 lalu secara virtual. Program Guru Belajar seluruhnya akan dilaksanakan secara daring (online) dan terdiri dari tiga tahap, yaitu Bimbingan Teknis, Pendidikan dan Latihan, serta Pengimbasan.

Program yang akan dilaksanakan mulai 1 - 19 Desember 2020 itu terbagi dalam beberapa tahap kegiatan, yaitu bimtek, diklat, dan pengimbasan. Sebanyak lima angkatan akan mengikuti bimtek, selanjutnya panitia akan menyeleksi peserta untuk mendapatkan tiga angkatan yang nantinya mengikuti tahap diklat dan pengimbasan.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal (Dirjen) GTK Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan tujuan dari program Guru Belajar Seri Masa Pandemi COVID-19 utamanya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang PJJ berbasis beban kurikulum yang disederhanakan.

“Guru Belajar juga bertujuan mengembangkan kemampuan guru mengelola PJJ dan meningkatkan skill guru menggunakan teknologi. Guru juga diajak meningkatkan kemampuan melakukan asesmen PJJ supaya kualitas belajar semakin baik,” kata Iwan, di Jakarta, Senin (28/9).

 

Baca Juga: Berikan Wawasan Internet Sehat, Kemdikbud Gelar Komunikasi Digital SMP

1. Program Guru Belajar dapat diikuti semua guru

Tingkatkan Kompetensi Guru, Kemdikbud Bakal Gelar Program Guru BelajarIlustrasi guru mengajar menggunakan laptop (Dok. IDN Times)

Iwan juga mengatakan syarat peserta pun sangat terbuka. “Program ini dapat diikuti semua guru dari semua mata pelajaran pada seluruh jenjang dan jenis pendidikan yang mempunyai akun Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMKB),” kata Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) GTK, Nunuk Suryani, pada kesempatan yang sama.

Penelitian UNESCO mengungkapkan, 90 persen atau setara 1,3 miliar siswa di dunia terpaksa belajar dari rumah karena wabah COVID-19. Data Kemendikbud mencatat, di Indonesia ada 96,6 persen siswa yang belajar dari rumah. Sebanyak 86,6 persen siswa Indonesia belajar di rumah dengan mengerjakan tugas dari guru. Adapun pembelajaran yang interaktif hanya berhasil dilakukan oleh 38,8% populasi.

Iwan juga menyoroti guru-guru kesulitan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Sebanyak 53,55 persen guru kesulitan mengelola kelas selama PJJ, dan 49,24 persen guru terhambat melaksanakan asesmen PJJ. Guru juga sulit menggunakan teknologi selama PJJ, dengan jumlah 48,45 persen,” ungkap Iwan.

Biaya komunikasi digital juga menjadi beban bagi guru. Rata-rata guru menghabiskan Rp 190 ribu untuk membeli kuota internet dan pulsa. Kabar baiknya, 89,1 persen orangtua terlibat mendampingi anak belajar dari rumah.

2. Program Guru Belajar untuk membekalkan guru secara pedagogi dan teknologi

Tingkatkan Kompetensi Guru, Kemdikbud Bakal Gelar Program Guru BelajarShutterstock/TY Lim

Lebih lanjut Nunuk Suryani mengatakan bahwa para guru perlu punya bekal yang cukup baik secara pedagogi maupun teknologi untuk mengajar secara jarak jauh. “Itulah sebabnya Ditjen GTK meluncurkan kembali program ini. Kemendikbud selalu berusaha membantu mutu pengajaran guru mengajar dengan tetap bermutu pada kondisi darurat seperti sekarang ini,” ujar Nunuk.

Untuk diketahui, tahap pertama Program Guru Belajar adalah Bimbingan Teknis (Bimtek). Pada tahap ini peserta akan mempelajari konsep PJJ, kurikulum kondisi khusus, asesmen diagnostik, model PJJ, serta penggunaan teknologi dan sumber belajar.

Adapun tahap kedua, peserta diikutsertakan dalam Pendidikan dan Latihan (Diklat). Diklat diikuti peserta yang lulus tahap pertama dengan skor minimal 70. Pada tahap kedua, peserta ditantang merancang, melakukan, dan merefleksikan PJJ.

Sementara itu, tahap ketiga adalah Tahap Pengimbasan, yang diikuti peserta yang lulus tahap kedua. Pada tahap akhir ini, guru diundang menjadi bagian perubahan pendidikan dengan mengajak guru lain mengikuti “Guru Belajar Seri Masa Pandemi” melalui Penilaian Kinerja Guru (PKG), Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

3. Berikut kelebihan program Guru Belajar

Tingkatkan Kompetensi Guru, Kemdikbud Bakal Gelar Program Guru BelajarDua orang guru sekolah dasar mengajar di rumah muridnya di Kelurahan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/9/2020). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Program Guru Belajar memiliki sejumlah kelebihan. Program ini fleksibel di mana guru dapat mengatur belajar secara mandiri. Selain itu, guru mudah mempelajari konten yang diuraikan dalam unit-unit belajar. Guru pun dapat memilih tantangan sesuai kemampuan dan dapat berkolaborasi dengan guru-guru lainnya.

Iwan juga menyatakan program ini sangat bermanfaat karena materinya disesuaikan dengan kebutuhan masa pandemik. “Guru juga bisa bertukar pikiran dan pengalaman dengan rekan-rekan lain. Guru juga otonom dalam merancang, melakukan, dan merefleksikan PJJ,” jelas Iwan.

Selain itu, para guru yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan sertifikat bimtek 32 Jam Pertemuan (JP), sertifikat diklat 32 JP, dan piagam penghargaan.

Sebelumnya, program tersebut diujicobakan kepada 984 guru yang terdiri dari 208 guru PAUD, 257 guru SD, 261 guru SMP, serta 258 guru SMA dan SMK.  Informasi lebih lanjut dapat mengakses laman resmi: gurubelajar.kemdikbud.go.id.

Beberapa waktu lalu, Kemendikbud meluncurkan portal digital Guru Berbagi (guruberbagi.kemdikbud.go.id). Melalui portal ini, para guru dan praktisi pendidikan dapat saling berbagi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), artikel-artikel edukatif, dan bahan-bahan belajar. Bahan dapat diakses secara gratis mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Portal Guru Berbagi telah diakses 41.572.183 pengguna dan 10.264.025 RPP telah diunduh dan dimanfaatkan oleh guru-guru di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan langkah Kemendikbud menjawab tantangan pembelajaran masa pandemik, khususnya meringankan beban guru dan praktisi pendidikan.

Platform Guru Berbagi tak hanya bermanfaat untuk saling bertukar RPP dan mencari bahan, para guru pun dapat bertukar pikiran dan menulis artikel refleksi pada situs ini. Sebanyak 3.317 artikel refleksi pembelajaran para guru telah dimuat. Ditjen GTK juga meluncurkan seri Webinar Guru Belajar pada 29 Juni s.d. 30 Juli 2020 yang diikuti puluhan ribu guru dan tenaga kependidikan, untuk membantu guru mempersiapkan tahun ajaran baru. (Arif. B/Lydia/Denty.A) CSC

Baca Juga: Belajar di Rumah, Yuk Manfaatkan Modul Pembelajaran Kemdikbud! 

Topic:

  • Ezri T Suro

Berita Terkini Lainnya