Comscore Tracker

Demi Bayar Utang Kampanye, Anggota DPRD Jateng Ramai-ramai Gadaikan SK

Bank Jateng siap beri pinjaman Rp1 Miliar

Semarang, IDN Times - Tak kurang 450 anggota DPRD di sejumlah daerah di Jawa Tengah baru saja dilantik menjadi legislator periode 2019-2024. Usai dilantik, mereka berbondong-bondong menggadaikan Surat Keputusan (SK) pengangkatannya ke Bank Jateng.

Ironisnya, SK tersebut digadaikan demi mendapat uang untuk mengembalikan modal selama berkampanye dalam Pemilihan Legislatif (Pileg 2019) lalu.

1. Dipakai untuk mengembalikan tanggungan utang selama kampanye

Demi Bayar Utang Kampanye, Anggota DPRD Jateng Ramai-ramai Gadaikan SKANTARA FOTO/Ampelsa

Anggota DPRD Jateng dari Fraksi Gerindra, Sriyanto Saputro, mengakui bahwa menggadaikan SK pengangkatan itu dilakukan sebagai solusi untuk melunasi sejumlah tanggungan utang saat berkampanye. Menurutnya, dana kampanye di Pileg 2019 lalu cukup besar.

"Jadi wajarlah kalau kita menggadaikan SK DPRD buat nyaur utang. Ini masih manusiawi. Yang penting dapat pinjaman dulu dari bank," ujar pria yang jadi sekretaris DPD Gerindra Jateng tersebut, saat dikonfirmasi, Senin (23/9).

Baca Juga: Pelantikan DPRD Kota Semarang, Didominasi Anggota Dewan Lama 

2. Anggota DPRD takut dikejar utang

Demi Bayar Utang Kampanye, Anggota DPRD Jateng Ramai-ramai Gadaikan SK

Ia juga mengungkapkan kondisi yang terjadi saat ini merupakan fenomena yang rutin terjadi setiap usai perhelatan pemilu yang pasti diisi kampanye. Sriyanto mengatakan utang kampanye harus segera dikembalikan agar tidak dikejar-kejar rekanan maupun mitra kerja.

"Tapi ya harus disesuaikan dengan kemampuan mengembalikan pinjaman ke bank. Jangan sampai pinjam terlalu banyak, sehingga justru kerja gak bisa tenang," katanya.

3. Sistem pemilu yang cenderung menguras biaya dinilai jadi penyebabnya

Demi Bayar Utang Kampanye, Anggota DPRD Jateng Ramai-ramai Gadaikan SKIDN Times/Arief Rahmat

Sriyanto Saputro menilai sistem pemilu yang ada di Indonesia sangat menguras dana para caleg. Hal ini, menurutnya, terimbas dari sistem pemilu yang tergolong kapitalis sehingga membuat para caleg berduyun-duyun mengeluarkan dana besar agar menang pileg.

"Sistem pemilunya yang diubah. Tentunya kalau seperti kemarin lagi diterapkan ya jadinya SK-nya buat ngutang lagi," terangnya.

4. Sebanyak 400-450 anggota DPRD menggadaikan SK untuk pinjaman kredit lunak ke Bank Jateng

Demi Bayar Utang Kampanye, Anggota DPRD Jateng Ramai-ramai Gadaikan SKmoneyunder30.com

Sedangkan, Sekretaris Perusahaan Bank Jateng, Joko Sudiatmo menuturkan dari total 1.800 anggota DPRD di Jateng, pihaknya baru melayani penjaminan SK bagi 400-450 orang. Sebagian besar dari mereka berasal dari DPRD di 35 kabupaten/kota.

Ia menyebut terdapat 30 persen-40 persen yang telah mengajukan personal loan dengan menjaminkan SK pengangkatan.

"Ada lebih dari 400 anggota DPRD di Jateng yang sudah menjaminkan SK dengan sistem kredit tanpa angunan (KTA) atau personal loan. Nah, personal loan jadi target market kita," ujarnya.

"Jadi gak masalah kalau banyak anggota DPRD di Jateng yang meminjam ke kami. Kami justru inginnya yang jadi legislator meminjam ke Bank Jateng karena mereka bagian dari Pemerintah Provinsi Jateng," lanjut Joko.

Saat ini, kata Joko, Bank Jateng siap mencairkan pinjaman bagi anggota DPRD hingga Rp1 miliar. "Yang jelas akan kita layani mereka dengan memanfaatkan fasilitas yang ada dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang. Kalau pun mau pinjam Rp1 miliar, kita akan berikan," tuturnya.

Baca Juga: Pembatalan Pinjaman Dana ke Bank Jateng Dinilai Tepat

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya