Comscore Tracker

Gejala Mirip Flu, Virus Corona Disebut Bisa Mati Sendiri dalam 7 Hari

Imigrasi diminta aktif awasi kedatangan orang dari Tiongkok

Semarang, IDN Times - Virus corona tengah meneror warga dunia. Hingga saat ini virus mematikan tersebut telah menyebabkan 56 orang meninggal dunia dan menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 2.014 orang positif terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah menyatakan, virus corona yang menular ke manusia bisa menyebabkan peradangan saluran pernapasan. Kepala Dinkes Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengungkapkan, dalam kondisi paling kritis seseorang yang terkena virus corona suhu tubuhnya bisa naik drastis lebih dari 38 derajat celcius. 

"Untuk itulah, kita sampai sekarang terus melakukan pengawasan yang ketat agar dapat memastikan orang yang berpergian dari Tiongkok tidak terpapar virus corona," kata Yulianto kepada IDN Times, Senin (27/1). 

Baca Juga: WHO: Virus Corona Telah Menyebar di 10 Negara

1. Gejala penderita virus corona mirip sakit flu

Gejala Mirip Flu, Virus Corona Disebut Bisa Mati Sendiri dalam 7 Hari(IDN Times/Arief Rahmat)

Ia menuturkan, gejala penderita virus tersebut hampir mirip dengan sakit flu biasa. Bahkan, jika tak dilakukan analisa yang cermat, petugas medis sulit membedakan antara flu dengan gejala virus corona. 

"Gejalanya nyaris mirip flu biasa. Cuma demamnya lebih tinggi di atas 38 derajat. Kemudian penderitanya mengalami sakit kepala, batuk-batuk kering, kadang juga sesak napas. Tapi untuk infeksi paling berat bisa mengalami gagal napas," terangnya.

Baca Juga: IDI: Virus Corona Bukan Penyebab Tunggal Kematian Penderitanya

2. Virus corona belum ada obatnya. Tapi diklaim bisa mati selama tujuh hari

Gejala Mirip Flu, Virus Corona Disebut Bisa Mati Sendiri dalam 7 HariSeorang petugas mempersiapkan peralatan untuk tindakan medis pasien terinfeksi virus corona Wuhan di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Kota Dumai, Riau, Sabtu (25/1/2020). (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

Ia pun memastikan bila virus corona belum bisa diobati dengan penanganan medis apa pun. Walau demikian, ia mengatakan, sebenarnya virus corona yang masuk ke dalam tubuh manusia bisa mati dalam rentang waktu 5-7 hari. 

Sebab, dengan sistem imun tubuh yang cukup baik, virus corona tak mudah menyebar ke seluruh anggota tubuh. 

"Virus itu belum ada obatnya. Tapi dia bisa mati sendiri selama lima sampai tujuh hari. Dengan catatan, selama penderita itu daya tahan tubuhnya baik, maka dia bisa melewati virus tersebut. Nah, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seseorang harus makan yang cukup, banyak-banyak istirahat, dan minum suplemen vitamin tambahan agar badan tetap fit," jelasnya. 

Untuk saat ini, Yulianto mengaku belum ada satu pun warganya yang ditemukan suspect virus corona. Pihaknya masih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan berkoordinasi bersama pihak pelabuhan dan bandar udara. 

Ia menekankan, semua orang yang habis berpergian dari Tiongkok, wajib menjalani pemeriksaan di pintu masuk bandara dan pelabuhan. 

3. Petugas Imigrasi juga diminta aktif mengawasi datangnya orang-orang dari Tiongkok

Gejala Mirip Flu, Virus Corona Disebut Bisa Mati Sendiri dalam 7 HariGrafik Virus Corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Pihaknya juga meminta kepada tim Imigrasi di tiap kabupaten/kota, turut aktif memperketat pengawasan terhadap turis yang masuk ke Jateng. Tim medis Puskesmas telah diimbau bersiaga untuk memberikan pelayanan dasar di tiap daerah. 

"Minimal sekarang harus ada survei dari tim Imigrasi. Harus benar-benar ketat di pelabuhan dan bandara. Karena mengawasinya kan juga sulit," bebernya. 

Para penderita yang positif virus corona nantinya dilakukan pengambilan sampel di Puskesmas atau rumah sakit rujukan pemerintah. Kemudian, sebuah alat khusus diusapkan di tenggorokan untuk mengambil sampel bakteri dan dikirim ke laboratorium Badan Penelitian dan Kesehatan (Balitbangkes) RI.

"Biar tahu apakah itu benar virus yang dicurigai. Kalau ada tanda infeksi saluran napas dan seminggu sebelumnya dia pernah ke Tiongkok, kita wajib menduga dia terinfeksi virus corona," tandasnya. 

Baca Juga: Cegah Corona, Bandara Ahmad Yani Periksa Penumpang dari Luar Negeri

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya