Comscore Tracker

Gempa 6,1 Magnitudo Goyang Jepara, Pulau Jawa Merasakan Getarannya   

Gempa tidak memicu tsunami

Jepara, IDN Times - Gempa bumi dengan kekuatan 6,1 Magnitudo menggoncang wilayah Jepara, Jawa Tengah, Selasa (7/7/2020) pukul 05.54 WIB.

Stasiun Geofisika Banjarnegara menyebutkan gempa tersebut dipicu lepasnya slab atau porsi lempeng indo-Australia yang menggantung dan menukik masuk ke bawah Laut Jawa.

"Sehingga hampir seluruh daerah, kabupaten dan kota di Pulau Jawa merasakan intensitas getarannya," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayogie, saat dikonfirmasi IDN Times.

Baca Juga: [BREAKING] Gempa Bumi Berkekuatan 6,1 Magnitudo Melanda Jepara

1. Gempa Jepara tidak memicu tsunami

Gempa 6,1 Magnitudo Goyang Jepara, Pulau Jawa Merasakan Getarannya   Ilustrasi Seismogram (IDN Times/Arief Rahmat)

Setyoajie mengatakan lepasnya slab atau porsi lempeng indo-Australia yang menggantung dan menukik masuk ke bawah Laut Jawa disebabkan adanya tarikan gaya gravitasi (roll back). Namun gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami.

2. Warga Cilacap juga digoyang gempa selama 10 detik

Gempa 6,1 Magnitudo Goyang Jepara, Pulau Jawa Merasakan Getarannya   Ilustrasi Gempa (IDN Times/Arief Rahmat)

Triyanto, warga Desa Gintungreja, Kecamatan Gandrungmangu, kabupaten Cilacap, juga merasakan getaran gempa yang cukup kuat di sekitar rumahnya. Tepat sekitar jam enam pagi tadi, Tri mengatakan gempa muncul kurang lebih selama 10 detik.

"Kerasa juga di sini. Kebetulan saya tinggal di Gandrungmangu mendadak merasakan getaran gempanya. Dan warga desa saya merasakan. Ya kira-kira 10 detikan," akunya.

3. BMKG: Gempa Jepara terasa sampai Lombok Barat

Gempa 6,1 Magnitudo Goyang Jepara, Pulau Jawa Merasakan Getarannya   Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyebutkan gempa Jepara berpusat di koordinat 5,77 LS dan 110,64 BT. Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 85 kilometer arah utara Mlonggo, Jepara, pada kedalaman 539 kilometer.

Getaran gempa, menurut Triyono, dirasakan sampai ke daerah Karangkates, Nganjuk, Yogyakarta, Purworejo, Kuta dan Mataram III MMI. Lalu terasa di Denpasar, Malang, Lumajang, Tulungagung, Blitar, Ponorogo, Pacitan, Surabaya, Wonogiri dan Kebumen II-III MMI, Banjarnegara, Pangandaran, Karangasem, Lombok Barat , Garut, Boyolali, Krui, Sekincau, Semaka, Pekalongan, Banyumas, wonosobo, Magelang, Purbalingga dan Gianyar II MMI.

"Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu," katanya. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," paparnya seraya menambahkan bila kini belum ada aktivitas gempa susulan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

"Selain itu, warga sebaiknya menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.

Baca Juga: [Breaking] Bmkg: Gempa Bumi M 6.1 Di Jepara

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya