Comscore Tracker

Terawan Disebut Punya Ide-ide Baru, PPNI Jateng Usul Jangan Diganti

PPNI minta Presiden Jokowi tak tergesa-gesa reshuffle

Semarang, IDN Times - Di tengah ramainya pendapat yang menyebutkan bahwa Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terancam di-reshuffle dari kabinet pemerintahan Koko "Jokowi" Widodo-Ma'ruf Amin, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah justru berkata lain. 

Ketua DPW PPNI Jawa Tengah Edy Wuryanto mengungkapkan, sebagai orang baru yang jadi menkes, Terawan saat ini masih butuh penyesuaian dalam menanggulangi persoalan di bidang kesehatan.

Baca Juga: Indo Barometer: Reshuffle Menkes Sesuatu yang Realistis

1. Terawan dianggap sudah kerja keras, tapi baru enam bulan aktif sudah terkena COVID-19

Terawan Disebut Punya Ide-ide Baru, PPNI Jateng Usul Jangan DigantiMenteri Kesehatan (Menkes) dr. Terawan Agus Putranto (tengah) saat mengunjungi RSUD dr Soetomo, Surabaya, Rabu (24/6). IDN Times/Dok. Istimewa

Menurut Edy, pola pikir Menkes Terawan kemungkinan berbeda dengan bawahannya, sehingga menjadi penghambat.

"Menteri Kesehatan yang sekarang kan orang baru. Kalau orang baru pasti butuh penyesuaian. Saya kira Pak Menteri sudah kerja keras ya. Tapi mau gimana lagi, baru enam bulan kerja langsung kena COVID-19," ungkapnya, Sabtu (4/7/2020).

Baca Juga: Indo Barometer: Reshuffle Menkes Sesuatu yang Realistis

2. PPNI minta Presiden Jokowi tak tergesa-gesa lakukan reshuffle

Terawan Disebut Punya Ide-ide Baru, PPNI Jateng Usul Jangan DigantiIDN Times/Debbie Sutrisno

Menurutnya, saat ini ada cara berpikir Menkes yang tidak sinkron dengan kebijakan yang diambil para pejabat eselon I yang ada di bawahnya.

Edy menyebut bahwa Menkes selama ini tidak punya kesamaan visi dalam menggarap isu-isu di bidang kesehatan. 

"Ada cara berpikir yang berbeda antara menteri yang baru dengan pejabat ekselon I. Jadi, ketika dia menggarap isu- isu di kesehatan, ada hal yang tidak selaras. Nah ketidaksamaan paradigma berpikir inilah yang menghambat dia," kata Edy.

Namun demikian, ia menyarankan agar Presiden Jokowi tak perlu tergesa-gesa melakukan reshuffle kabinet. Sebab, ia menganggap reshuffle yang dilakukan di tengah pandemik tergolong masih prematur.

3. Menkes dinilai punya ide-ide baru

Terawan Disebut Punya Ide-ide Baru, PPNI Jateng Usul Jangan Diganti@jokowi on Instagram

Ia menilai, dengan kondisi di sektor kesehatan yang sedang melalui masa yang paling berat, setidaknya Menkes Terawan diberi kesempatan sekali lagi untuk membuktikan kinerjanya.

"Reshuffle itu kan urusannya presiden. Cuma sektor kesehatan saat ini memang sedang melewati situasi yang sangat berat. Dan Menkes kondisinya saat ini saya nilai masih bagus, maka terlalu prematur kalau mau melakukan pergantian," terangnya.

Pihaknya pun tak sepakat dengan data yang disampaikan oleh Presiden Jokowi terkait serapan anggaran kesehatan baru 1,58 persen.

"Presiden Jokowi juga datanya tidak valid. Masak dana kesehatan yang digunakan baru 1,58 persen. Padahal, anggaran kesehatan kan dipakai macam-macam. Termasuk oleh gugus tugas covid dan masalah kesehatan lainnya," urainya.

"Di sisi lain, kalau saya lihat Pak Menkes ini mulai punya ide-ide baru. Termasuk menggulirkan lagi layanan kesehatan dari hospital orientation, akan digeser ke public health, biar puskesmas kembali melayani warga dari ke kampung dan desa. Tidak boleh lagi buat rawat inap. Ini hal bagus," tutupnya.

Baca Juga: Kinerja Melempem, 5 Menteri Jokowi Ini Dinilai Layak Kena Reshuffle

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya