Comscore Tracker

Spanduk Rizieq Shihab di Semarang Dicopot, Satpol PP: Rugikan PAD!

Ada tiga spanduk Rizieq berukuran besar yang dicopot petugas

Semarang, IDN Times - Sejumlah spanduk bergambar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dicopot oleh petugas gabungan dari Satpol PP Kota Semarang, Jawa Tengah.

Spanduk yang diturunkan tersebut berada di Jalan Layur, Jalan Kol Sugiono dan Jalan Kakap, Semarang Utara. Setidaknya ada tiga spanduk bergambar Rizieq dengan ukuran besar yang dicopot petugas.

1. Spanduk Rizieq Shihab dicopot karena ilegal dan berpotensi merugikan pendapatan daerah

Spanduk Rizieq Shihab di Semarang Dicopot, Satpol PP: Rugikan PAD!Petugas Satpol PP menertibkan spanduk bergambar Rizieq Shihab di Semarang. Istimewa

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menemukan tiga spanduk bergambar Rizieq Shihab di lokasi tersebut yang tidak mengantongi izin sama sekali.

Ia menilai pemasangan spanduk ilegal berpotensi merugikan pendapatan asli daerah (PAD).

"Tiga spanduk bergambar Rizieq Shihab kita tertibkan tadi pagi di tiga ruas jalan raya, ada yang di Jalan Layur, Jalan Kolonel Sugiono dan Jalan Kakap. Ukurannya sekitar 3X4 meter. Ini pemasangannya gak ada izinnya," katanya, Sabtu (21/11/2020).

Ia mengklaim penertiban spanduk sudah mengacu pada aturan Perda Kota Semarang Nomor 4 Tahun 1999 terkait perizinan reklame.

Baca Juga: HNW: Pertemuan Ma'ruf dan Rizieq Bisa Jembatani Masalah FPI dengan TNI

2. Sarpol PP akan tindak tegas jika spanduk Rizieq dipasang lagi

Spanduk Rizieq Shihab di Semarang Dicopot, Satpol PP: Rugikan PAD!Poster pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Fajar mengatakan awalnya mendapat informasi dari petugas Satpol PP Kota Semarang, bahwa ada spanduk Rizieq Shihab yang dipasang di pinggir jalan.

Setelah ditelusuri bersama aparat TNI/Polri, petugas memutuskan untuk menertibkan spanduk dan mengimbau warga agar tidak memasang spanduk yang memicu kontroversi.

"Kalau terpasang lagi kita tertibkan spanduk itu, kita minta masyarakat ikuti aturan pemerintah jadi yang baik," jelasnya.

3. FPI sebut baliho Rizieq dipasang secara sukarela oleh masyarakat

Spanduk Rizieq Shihab di Semarang Dicopot, Satpol PP: Rugikan PAD!Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Jalan Budi Kemuliaan, Gambir, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Sebanyak 500 personel gabungan dari TNI dikerahkan untuk menertibkan spanduk ataupun baliho yang tidak memiliki izin di wilayah yang berada di bawah pengamanan Kodam Jaya/Jayakarta (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Sebelumnya, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) mencopot paksa baliho Front Pembela Islam (FPI) dan Rizieq Shihab yang banyak terpasang di area publik. Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar menegaskan, pihak TNI salah alamat jika menuding baliho tersebut milik mereka.

Alat peraga itu, kata dia, dipasang sendiri oleh masyarakat secara sukarela, bukan atas perintah FPI apalagi Rizieq.

“Ini perlu diingat, baliho-baliho ini bukan punya FPI tapi punya umat, punya masyarakat. Yang pasang umat dan masyarakat. Jadi kalau merasa itu punya FPI salah,” kata Aziz saat dihubungi IDN Times, Sabtu (21/11/2020).

Oleh sebab itu, menurut Aziz, pihaknya tidak melakukan perlawanan ketika TNI mencopot paksa baliho tersebut. FPI justru mewanti-wanti jika masyarakat sendiri yang melakukan perlawanan kepada TNI.

“Kalau dari FPI karena bukan punya kita, kenapa kita ngelawan. Dan jangan sampai aparat TNI berhadapan dengan masyarakat. Mereka itu kan berjuang untuk rakyat,” tuturnya.

Baca Juga: Izin Ormas Belum Diperpanjang Kemendagri, FPI: Kita Jalan Terus!

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya