Comscore Tracker

Jenazah Mbah Moen Dimakamkan Dekat Istri Rasulullah 

Makam Mbah Moen Berdampingan dengan guru-gurunya

Semarang, IDN Times - Kepergian KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen selama-lamanya membuat banyak orang berduka. Ulama karismatik itu mengembuskan napas terakhir di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi, Selasa (6/8) pukul 04.17 waktu setempat.

Warga Nahdliyin di seluruh penjuru Indonesia berduka cita atas kepergian pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, itu. Tak terkecuali di Semarang. Menurut rencana, jenazah almarhum Mbah Moen akan dimakamkan di Makkah.

1. Dikuburkan di area makam istri Rasulullah

Jenazah Mbah Moen Dimakamkan Dekat Istri Rasulullah instagram.com/khanwarzahid.fans

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Semarang, KH Anasom,  mengatakan, jenazah almarhum Mbah Moen disalatkan di Masjidil Haram, bakda zuhur. Selanjutnya, jenazah akan dimakamkan di Makkah. Pusaranya terletak di Ma'la. 

Menurut Anasom, makam almarhum berdampingan dengan makam guru-gurunya. Lokasinya, satu area dengan makam istri Rasulullah.

"Tempatnya satu area dengan makam istri Rasulullah, Siti Khadijah," terangnya.

Baca Juga: Riwayat Mbah Moen, Kiai Kelana yang Disegani Seantero Nusantara

2. Warga NU diajak salat gaib dan tahlilan

Jenazah Mbah Moen Dimakamkan Dekat Istri Rasulullah instagram.com/serambi_ulama

Anasom mengajak semua warga Nahdliyin untuk ikut memanjatkan doa bagi almarhum Mbah Moen.

"Kita sudah buat surat edaran untuk mengajak warga melaksanakan salat gaib di masjid-masjid. Juga supaya warga NU menggelar tahlilan masing-masing tempat tinggalnya," ujar Anasom saat dikontak IDN Times.

Baca Juga: Masya Allah, Mbah Moen Memang Ingin Meninggal Hari Selasa di Makkah 

3. Mbah Moen sering mendengungkan semangat nasionalisme

Jenazah Mbah Moen Dimakamkan Dekat Istri Rasulullah Mbah Moen (kanan) ketika bertemu Presiden Jokowi (Istimewa)

Ia mengatakan, sudah sepatutnya warga Nahdliyin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Mbah Moen. Hal ini mengingat Mbah Moen telah berjasa membesarkan NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia.

Di struktural NU sendiri, almarhum masih didapuk sebagai salah satu penasihat. "Beliau di kepengurusan NU sebagai penasihatnya," terang Anasom.

Dia mengenang almarhum sebagai sosok pendidik umat Islam. Almarhum, menurutnya, juga gemar berburu ilmu agama ke setiap daerah. Yang paling diingatnya adalah sikap almarhum yang getol menyebarkan semangat nasionalisme dalam setiap pengajian.

"Saya juga sudah berjumpa beberapa kali sama Beliau. Beliau suka sekali cari ilmu dan mendidik umat. Saya sangat terkesan dengan sikap Beliau yang sering memberikan penguatan nasionalisme Indonesia saat bertemu orang-orang. Dia selalu mengingatkan bahwa kita bersama-sama menguatkan nasionalisme Indonesia," cetusnya.

4. Hari Selasa terasa istimewa, hari di mana para ulama besar meninggal dunia

Jenazah Mbah Moen Dimakamkan Dekat Istri Rasulullah IDN Times/Denisa Tristianty

Selasa sore, Anasom mengaku akan bertolak ke Sarang Rembang untuk ikut mendoakan almarhum bersama keluarga besarnya. Ia mengatakan, semasa hidupnya almarhum Mbah Moen memang sudah berangan-angan ingin wafat di Makkah. 

Anasom menganggap bahwa wafatnya almarhum di hari Selasa merupakan momentum istimewa.

"Hari Selasa kan hari yang istimewa. Para ulama besar meninggalnya juga Selasa semua, Selasa hari ilmu. Beliau sendiri punya keinginan wafat di sana. Alhamdullilah apa yang Beliau angankan ternyata terkabul," tukasnya.

Baca Juga: Jokowi: Mbah Moen Meninggal, Indonesia Sangat Kehilangan Sosok Panutan

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya