Comscore Tracker

Pelajar SD-SMP di Palembang Dilarang Pakai Jas dan Rompi

Kok dilarang?

Palembang, IDN Times - Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengimbau seluruh pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), tidak lagi mengenakan seragam sekolah seperti rompi dan jas.

Larangan terkait pembuatan jas atau rompi yang dipakai sekolah ini, tak lain untuk meringankan pembiayaan kepada orangtua siswa.

Baca Juga: Kurang Perhatian, Palembang Butuh Penyelamat Cagar Budaya

1. Upaya meringankan beban biaya sekolah orangtua siswa

Pelajar SD-SMP di Palembang Dilarang Pakai Jas dan RompiInstagram/SMPN9Palembang

Fitrianti mengatakan pihaknya sudah menyampaikan untuk tingkat SD cukup mengenakan seragam merah putih dan SMP seragam putih biru, berikut baju olahraga.

"Tidak ada lagi baju seperti jas atau lainnya yang sifatnya memberatkan wali murid," kata dia.

Menurut Finda, sapaan akrabnya, dengan adanya biaya tambahan untuk pembuatan baju tambahan, bisa menjadi faktor adanya pungutan liar atau pungli yang dilakukan pihak sekolah.

Baca Juga: Ada Gangguan Sistem, Pendaftar PPDB SMP di Denpasar Mendaftar Ulang

2. Sekolah yang melakukan pungli akan dikenakan tindak pidana korupsi

Pelajar SD-SMP di Palembang Dilarang Pakai Jas dan RompiANTARA FOTO/Yusran Uccang

Pemkot Palembang, kata Fitrianti, akan menindak dengan tegas perilaku yang sudah menjadi kebiasaan memungut biaya di luar aturan pemerintah. Seperti pemungutan tambahan berupa SPP, biaya les yang diadakan sekolah, daftar ulang, iuran ulang tahun sekolah, biaya ujian semester dan tengah semester, pembelian buku LKS, dan seragam sekolah.

"Tadi sudah ditegaskan, kalau masih ditemukan pungli, maka akan dikenakan tindak pidana korupsi," ungkap dia.

3. Jika sudah terlanjur membuat jas dan rompi, pihak sekolah harus membuat surat pernyataan ke Disdik dan Wali Kota

Pelajar SD-SMP di Palembang Dilarang Pakai Jas dan RompiIDN Times/Istimewa

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Palembang Ahmad Zulinto mengatakan seandainya ada kepada sekolah yang sudah terlanjur membuat seragam jas, pihak sekolah harus membuat surat pernyataan kepada Dinas Pendidikan atau Wali Kota Palembang.

"Kita sudah meminta Kabid SMP untuk menyampaikan hal ini. Jika sudah terlanjur, maka sekolah akan buat surat pernyataan kepada Disdik atau Wali Kota," kata dia.

Zulinto menjelaskan pihaknya juga mengimbau kepada pihak sekolah agar tidak memaksakan kepada orangtua murid. Bagi yang mampu silakan dan bagi wali murid yang tidak mampu agar tidak dipaksakan.

"Ya kalau kelas nya belajar pakai AC, silakan pakai rompi, tapi kalau kondisi sekolahnya biasa saja lebih baik tidak usah pakai rompi dan jas," kata dia.

"Kita tegaskan tahun depan sudah tak boleh lagi pakai jas atau rompi semua sekolah. Cukup pakai seragam putih merah, putih biru, pramuka. Saya saja dulu pakai itu dan bisa berhasil seperti ini. Jadi kita minta tahun depan tidak ada lagi seragam-seragam seperti itu," kata dia.

Baca Juga: Masuk Usia ke 1336, Wali Kota Inginkan Kota Palembang Seperti Ini

4. Seragam sekolah tidak mementukan kualitas pendidikan meningkat

Pelajar SD-SMP di Palembang Dilarang Pakai Jas dan RompiInstagram/SMPN9Palembang

Menurut Zulinto, sekarang ini yang dituntut adalah kompetensi anak didik. Pihak sekolah harus memperhatikan bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan lebih maju dan baik lagi, bukan memakai seragam yang mahal.

Kepala Sekolah SMP N 9 Palembang Hastia menambahkan, apapun yang menjadi keputusan pemerintah akan diikuti. Diketahui, SMP N 9 Palembang merupakan sekolah yang menerapkan pemakaian jas sebagai seragam sekolah.

"Kita SMP N 9 ikut instruksi pemerintah sesuai rule," ujar dia.

Baca Juga: PPDB Kisruh, Salah Siapa? Ini Jawaban Mendikbud

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You