Comscore Tracker

Keutamaan Mandi Jumat, dapat Ampunan dan Pahala Seperti Berkurban

Banyak keutamaan dan pahala yang bisa kamu dapatkan.

Jakarta, IDN Times - Dalam Islam, hari Jumat diketahui sebagai hari yang penuh berkah dari Allah SWT. Banyak amalan-amalan baik yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari Jumat untuk meraih pahala dari Allah. Salah satunya adalah mandi atau bersuci.

Mandi atau bersuci pada hari Jumat memiliki banyak keutamaan, seperti diriwayatkan dalam hadis-hadis shahih. 

Berikut hadis yang meriwayatkan keutamaan mandi pada hari Jumat. 

Baca Juga: Amalan Puasa Sunah Rasulullah Semasa Hidupnya, Coba Yuk!

1. Mandi dan berwudu di hari Jumat mendapatkan pahala sunnah

Keutamaan Mandi Jumat, dapat Ampunan dan Pahala Seperti BerkurbanIlustrasi Mandi, Shower, Kamar Mandi (IDN Times/Sunariyah)

Bersuci dalam Islam hukumnya adalah wajib. Sebab, seorang muslim baru dapat menjalankan ibadah bila ia telah bersuci terlebih dahulu. Terutama bersuci pada hari Jumat, hukumnya adalah sunnah bagi umat muslim. 

Jika ingin mendapatkan pahala sunnah yang lebih baik, maka seorang muslim dianjurkan untuk mandi dan berwudu pada hari Jumat. 

Berikut hadis yang meriwayatkan bersuci pada hari Jumat lebih baik:

مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنْ اغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ

Artinya: "Barang siapa berwudu di hari Jumat, maka itu baik. Namun barang siapa mandi ketika itu, maka itu lebih afdhol," (HR. An Nasai No 1380, At Tirmidzi No 497 dan Ibnu Majab No 1091) 

2. Akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT

Keutamaan Mandi Jumat, dapat Ampunan dan Pahala Seperti BerkurbanIlustrasi Al-Qur'an (IDN Times/Besse Fadhilah)

Mandi atau bersuci di hari Jumat merupakan sunnah bagi umat muslim. Hukum sunnah dalam Islam ialah bila dikerjakan mendapatkan pahala, namun bila tidak dikerjakan tidak akan mendapatkan dosa. 

Bila seorang muslim mandi atau bersuci pada hari Jumat, maka seseorang tersebut akan mendapat ampunan di hari Jumat itu dan pada Jumat selanjutnya. 

Berikut hadis yang meriwayatkan mandi pada hari Jumat akan mendapat ampunan dari Allah SWT:


اَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ ، فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ، ثُمَّ يُصَلِّى مَا كُتِبَ لَهُ ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الإِمَامُ ، إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى

Artinya: "Apabila seseorang mandi pada hari Jumat, dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak dan harum-haruman dari rumahnya kemudian ia keluar rumah, lantas ia tidak memisahkan di antara dua orang, kemudian dia mengerjakan salat yang diwajibkan, dan ketika imam berkhutbah, ia pun diam, maka ia akan mendapatkan ampunan antara Jumat yang satu dan Jumat lainnya." (HR. Bukhari No 883). 

3. Akan meraih pahala seperti berkurban, ketika mandi dan bersegera salat Jumat

Keutamaan Mandi Jumat, dapat Ampunan dan Pahala Seperti BerkurbanWali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat salat Jumat di Masjid Attaqwa, Jumat (21/8/2020).

Selain mendapat ampunan pada dua Jumat, mandi atau bersuci pada hari Jumat juga akan meraih pahala layaknya sudah berkurban di hari Jumat. 

Seorang muslim akan mendapat pahala seperti telah berkurban, bila ia mandi dan berangkat menuju masjid untuk melaksanakan salat Jumat pada awal waktu.

Berikut hadis yang meriwayatkan pahala mandi di hari Jumat seperti telah berkurban pada hari itu.  

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

Artinya: "Barang siapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta. Barang siapa yang datang pada kesempatan (waktu) kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi. Barangsipa yang datang pada kesempatan (waktu) ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barang siapa yang datang pada kesempatan (waktu) keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam. Dan barang siapa yang datang pada kesempatan (waktu) kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khutbah), maka para malaikat hadir mendengarkan zikir (khutbah tersebut)" (HR. Bukhari No 881 dan Muslim No 850).

Baca Juga: Suka Tersenyum, Begini Cara Rasulullah SAW Tertawa Semasa Hidupnya

Topic:

  • Fikriyah Nurshafa
  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya