Comscore Tracker

Kisah Bripka Desri Hidupkan Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus di Jambi

Desri Iswandi menyisihkan gajinya sedikit demi sedikit

Jakarta, IDN Times - Usaha kerasnya untuk mengaktifkan kembali sekolah anak-anak berkebutuhan khusus di Kawasn Talang Bakung, Kecamatan Pal Merah, Kota Jambi, membuat Desri Iswandi dianggap sebagai sosok pahlawan.

Sekolah yang diberi nama Yayasan Bina Insani itu dulunya rusak parah dan tidak dapat digunakan untuk aktivitas belajar dan mengajar. Selain itu, juga karena keterbatasan kemampuan dan fisik siswa, sekolah itu pun ditutup saat pandemik COVID-19.

Namun, dengan tekad kuat dan kerja keras Desri, sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus itu pun kembali bisa dibuka.

“Awalnya sekolah ini sempat tutup selama tiga bulan lamanya, dan karena keinginan dari wali murid meminta agar dibuka kembali, maka saya memberanikan diri sekuat tenaga untuk mengaktifkan dan membuka kembali sekolah tersebut dan sampai saat ini sekolah terus buka,” ujar Desri seperti dikutip dari ANTARA, Sabtu (14/10/2020).

Kini, sekolah itu kembali beraktivitas seperti sedia kala. Semangat dan senyum manis anak-anak berkebutuhan khusus kembali muncul menghangatkan suasana.

Baca Juga: 45.000 Anak di Jateng Putus Sekolah, Sekolah Virtual Bisa Jadi Solusi

1. Bermula dari keluh kesah orang tua siswa dan pengajar susah belajar saat pandemik COVID-19

Kisah Bripka Desri Hidupkan Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus di JambiIlustrasi Sekolah dari Rumah (IDN Times/Arief Rahmat)

Desri Iswandi merupakan seorang bintara polisi berpangkat brigadir kepala (Bripka) di Jambi. Ia berjuang menghidupkan kembali Yayasan Bina Insani setelah mendengar keluh kesah para orang tua siswa dan pengajar, karena tidak dapat belajar dan mengajar saat pandemik COVID-19.

Tapi berkat perjuangan dan kegigihan Desri Iswandi, Yayasan Bina Insani ini dapat kembali aktif dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

“Awalnya Bina Insani ini sempat tiga bulan tutup, karena keinginan dari wali murid agar dibuka kembali akibat sistem belajar via daring tidak bisa mereka lakukan, harus bertemu dan sistem belajar harus di sekolah,” ujar Desri.

2. Menyisihkan gaji sedikit demi sedikit untuk membangun sekolah

Kisah Bripka Desri Hidupkan Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus di JambiIlustrasi Sekolah di Tengah Pandemik COVID-19 (ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha)

Tersentuh mendengar keluhan dan permintaan tersebut, akhirnya Bripka Desri menyisihkan sedikit demi sedikit gajinya untuk membangun sekolah ini.

“Dan ternyata situasi di sekolah ini tidak layak untuk tempat belajar, hal itu yang membuat saya tersentuh mengubah Bina Insani hidup kembali dan proses belajar normal kembali,” ujar dia.

Keinginan Desri hanya satu, yakni ingin anak-anak tersebut bisa meraih cita-citanya. Bahkan, Desri juga mengabdikan diri sebagai pengajar dan terapis sekolah tersebut.

“Karena sifat anak-anak istimewa ini berbeda-beda, dan saya harus mengikuti kriteria mereka sampai mereka bisa layak sekolah di reguler nanti,” ujarnya.

3. Tak hanya bangun sekolah, Bripka Desri juga menjadi terapis anak-anak berkebutuhan khusus

Kisah Bripka Desri Hidupkan Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus di JambiIlustrasi Sekolah (IDN Times/Galih Persiana)

Pimpinan Yayasan Bina Insani, Edi Purnomo, mengapresiasi perjuangan yang diakukan Bripka Desri.

“Alhamdulillah kita berterima kasih atas hadirnya beliau. Kita hampir putus asa. Sudah tiga bulan tidak ada aktivitas, kemudian beliau hadir. Semua bisa digunakan dengan alat yang dibelikan, sangat menunjang kegiatan yang ada di sini,” kata Edi.

Yayasan ini juga mengajak Desri Iswandi untuk turut serta mengajar disela waktu kosong dan di luar jam dinasnya.

“Alhamdulillah, beliau bisa mengikuti dan menjadi terapis. Beberapa anak yang dia pegang dengan singkat berhasil dididik,” ujar Edi.

Kerja keras dan niat Desri Iswandi untuk mengabdi tersebut sudah membuahkan hasil baik. Sekolah itu kini sudah melanjutkan aktivitas belajar mengajar dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Baca Juga: Berkunjung ke Rote Ndao, Mendikbud Nadiem Sarankan Sekolah Tatap Muka

Topic:

  • Fikriyah Nurshafa
  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya