Comscore Tracker

Bawaslu: Manokwari dan Sulut Jadi Daerah Paling Rawan di Pilkada 2020

Pencegahan dan pengawasan harus segera dilakukan oleh aparat

Jakarta, IDN Times - Bawaslu meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020. Hasilnya, Kabupaten Manokwari dan Provinsi Sulawesi Utara menjadi daerah yang paling rawan saat penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.

Koordinator Divisi Sosialisasi dan Pengawasan Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan, dibutuhkan pencegahan dan pengawasan secara maksimal yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

Baca Juga: Pilkada Serentak 2020 di DIY Jadi Piloting Pemilu Berkualitas

1. Di tingkat kabupaten/kota, Manokwari jadi daerah paling rawan pada Pilkada 2020

Bawaslu: Manokwari dan Sulut Jadi Daerah Paling Rawan di Pilkada 2020Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Acara Peluncuran Indeks Kerawanan Pilkada 2020 (Dok. Setwapres)

Afif menyampaikan, hal pertama yang harus dilakukan adalah meningkatkan pelayanan terutama terhadap proses pencalonan, baik calon perseorangan maupun calon yang diusung partai politik atau gabungan parpol.

"Pada pemetaan potensi kerawanan pilkada kabupaten/kota, Kabupaten Manokwari, Papua Barat adalah daerah dengan skor dan level tertinggi kerawanan pilkada dengan skor 80,89, Mamuju 80,89, Makassar 78,01," kata Afif melalui keterangan tertulisnya, Rabu (26/2).

2. Sulawesi Utara jadi provinsi paling rawan penyelenggaraan Pilkada 2020

Bawaslu: Manokwari dan Sulut Jadi Daerah Paling Rawan di Pilkada 2020Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Acara Peluncuran Indeks Kerawanan Pilkada 2020 (Dok. Setwapres)

Sementara itu, dari sembilan provinsi yang menyelenggarakan pemilihan Gubernur, Provinsi Sulawesi Utara adalah daerah dengan skor kerawanan tertinggi yaitu mencapai 86,42.

"Delapan provinsi lainnya berturut-turut yaitu Sulawesi tengah 81,05, Sumatera Barat 80,86, Jambi 73,69, Bengkulu 72,08, Kalimantan Tengah 70,08, Kalimantan Selatan 69,70, Kepulauan Riau 67,43, dan Kalimantan Utara 62,87,” ujarnya.

3. Ada empat dimensi yang menjadi tolok ukur penilaian tersebut

Bawaslu: Manokwari dan Sulut Jadi Daerah Paling Rawan di Pilkada 2020Seorang pekerja tengah merampungkan pengerjaan kotak suara Pemilu 2019 di Gudang eks Bandara Polonia, Medan (IDN Times/Prayugo Utomo)

Angka tersebut, lanjut Afif, diambil dari pengukuran atas empat dimensi dan 15 subdimensi yang mencerminkan kerawanan penyelenggaraan Pilkada, yaitu pertama konteks sosial dan politik dengan subdimensi keamanan lingkungan, otoritas penyelenggara pemilu, otoritas penyelenggara negara, dan relasi kuasa di tingkat lokal.

Kedua, dimensi pemilu yang bebas dan adil dengan subdimensi hak pilih, pelaksanaan kampanye, pelaksanaan pemungutan suara, ajudikasi keberatan pemilu, dan pengawasan pemilu.

"Ketiga, dimensi kontestasi dengan subdimensi hak politik, proses pencalonan, dan kampanye calon. Keempat dimensi partisipasi dengan subdimensi partisipasi pemilih, partisipasi partai politik, dan partisipasi publik,” tuturnya.

Baca Juga: PDI Perjuangan Targetkan 60 Persen Kemenangan di Pilkada Serentak 2020

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya